Soroti Ustadz Yahya Waloni, DPR: Jangan Keren-kerenan Mualaf Tapi Memalukan

Agung Sandy Lesmana, Novian Ardiansyah

Rabu, 17 Februari 2021 | 14:59 WIB
Soroti Ustadz Yahya Waloni, DPR: Jangan Keren-kerenan Mualaf Tapi Memalukan
Ustadz Yahya Waloni. (youtube)

Suara.com - Anggota Komisi VIII DPR, Maman Imanulhaq meminta masyarakat tidak terlalu euforia dengan kehadiran dai atau penceramah dari kalangan mualaf, semisal Ustaz Yahya Waloni. Terlebih bila gaya penyampaian ceramahnya yang jauh dari nilai keislaman yang damai.

"Perlu masyarakat diedukasi untuk tidak terlalu euforia mengundang mualaf-mualaf itu apalagi kalau mualafnya itu kerjanya cuma mencaci maki, menjelek-jelekan agamanya yang terdahulu, membuat kajian kajian yang aneh-aneh," kata Maman dihubungi Suara.com, Rabu (17/2/2021).

Menurut Maman, lebih baik masyarakat mengundang penceramah dari kalangan ulama yang memang besar dan dari kalangan pesantren. Maman menilai, masih banyak ulama atau dai yang lebih layak diundang mengisi ceramah karena lebih paham ilmu agama.

"Itu saja yang diundang. Jangan keren-kerenan tapi ternyata enggak memiliki nuansa, memalukan sekali," kata Maman.

Maman kembali mengingatkan agar masyarakat lebih selektif dalam mengundang dai atau penceramah. Maman ingin masyarakat nantinya dapat benar-benar mengundang penceramah dengan kemampuan ilmu agama, semisal membaca Al Quran dengan fasih, menafsirkan Al Quran dengan fasih serta memiliki kemampuan refrerensi kitab-kitab kuning.

"Dan paling tidak dia punya gak pesantren, dia punya gak majelis yang besar," kata Maman.

"Ini kadang-kadang kita ngundang orang yang baru masuk Islam, lalu dengan gayanya kaya orang baru belajar naik sepeda tubrak kiri tubrak kanan dan itu merugikan kita semuanya. Sekali lagi Islam adalah agama yang penuh dengan nilai kasih sayang," tutur Maman.

Sebelumnya, ceramah kontrovesial yang disampaikak Ustaz Yahya Waloni berbuntut panjang. Kekininan DPR melalui Komisi VIII yang membidangi keagamaan meminta organisasi Islam memberikan pembinaan kepada para mualaf penceramah, seperti Yahya.

Bukan tanpa sebab, permintaan itu mengingat status Yahya sebelum menjadi penceramah, ia merupalan seorang pendeta. Sekarang, setelah memberikan tausiyah, isi ceramah Yahya dianggap jauh dari nilai-nilai Islam.

baca juga

"(Peristiwa ceramah Ustaz Yahya) ini harus juga menjadi peringatan kepada seluruh ormas Islam, baik itu NU, Muhammadiyah, Persis dan juga MUI untuk memberikan pembinaan kepada para mualaf itu. Sehingga tidak terjadi orang yang berbicara atas nama Islam tetapi sebenarnya jauh dari nilai-nilai Islam," kata Maman.

Maman mengatakan pembinaan menjadi ilmu dan ajaran Islam yang mendalam menjadi penting dilakukan kepada para mualaf, terlebih mereka para mualaf yang turut menyampaikan pengalamannya melalui ceramah.

Maman sendiri memaklumi semangat seorang mualaf untuk menyebarkan ajaran Islam, namun disayangkan jika ceramah yang diucapkan mereka justru intoleran, mengandung ujaran kebencian dan dilakukan secara membabi buta.

"Pembinaan ini penting karena rata-rata mualaf itu dengan semangat girah keislamannya akhirnya membabi buta dan tidak memiliki prinsip prinsip dakwah yang toleran, dakwah yang mengajak bukan mengejek, dakwah yang memberikan nuansa kedalaman ilmu-ilmu keislaman. Jadi saya minta juga ormas-ormas itu melakukan pembinaaan," kata Maman.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terkini

5 Fakta Bensin Batubara: Realistis atau Mimpi Belaka?

5 Fakta Bensin Batubara: Realistis atau Mimpi Belaka?

Otomotif | Rabu, 23 September 2026 | 19:20 WIB

JPO Stasiun JIS Ditutup Selama Konser The Weeknd, Ini Jalur Akses Alternatifnya

JPO Stasiun JIS Ditutup Selama Konser The Weeknd, Ini Jalur Akses Alternatifnya

News | Rabu, 23 September 2026 | 19:19 WIB

Uang Bertanda Tangan Purbaya Diburu, BI: Tetap Bisa Buat Bayar

Uang Bertanda Tangan Purbaya Diburu, BI: Tetap Bisa Buat Bayar

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 19:11 WIB

Truk Sampah Bogor Banyak yang Uzur, Pemkot Minta Hibah Armada ke Jakarta

Truk Sampah Bogor Banyak yang Uzur, Pemkot Minta Hibah Armada ke Jakarta

News | Rabu, 23 September 2026 | 19:09 WIB

Bangun Ekonomi Tak Cukup Infrastruktur, Kualitas SDM Jadi Penentu

Bangun Ekonomi Tak Cukup Infrastruktur, Kualitas SDM Jadi Penentu

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 19:08 WIB

Side Hustle Kini Jadi Tren: Solusi Finansial atau Malah Bikin Kewalahan?

Side Hustle Kini Jadi Tren: Solusi Finansial atau Malah Bikin Kewalahan?

Your Say | Rabu, 23 September 2026 | 19:05 WIB

RUU SDI Bakal Atur Pembentukan Badan Satu Data Indonesia Jadi Orkestrator Tata Kelola Data Nasional

RUU SDI Bakal Atur Pembentukan Badan Satu Data Indonesia Jadi Orkestrator Tata Kelola Data Nasional

News | Rabu, 23 September 2026 | 19:04 WIB

Manufaktur Kembali Jadi Motor Ekonomi, Tapi Pengusaha Masih Tahan Investasi

Manufaktur Kembali Jadi Motor Ekonomi, Tapi Pengusaha Masih Tahan Investasi

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 19:00 WIB

Sekolah Gratis Hanya untuk SPP? Ini Penjelasan Lengkap Mendikdasmen Soal Seragam dan Ekskul

Sekolah Gratis Hanya untuk SPP? Ini Penjelasan Lengkap Mendikdasmen Soal Seragam dan Ekskul

News | Rabu, 23 September 2026 | 19:00 WIB

Barang Terus Bertambah, Tapi Mengapa Rasa Cukup Justru Hilang?

Barang Terus Bertambah, Tapi Mengapa Rasa Cukup Justru Hilang?

Your Say | Rabu, 23 September 2026 | 19:00 WIB

×