Sayembara Menulis Sedunia: Jalur Rempah dan Sejarah Kemaritiman Dunia

Erick Tanjung

Jum'at, 26 Maret 2021 | 19:36 WIB
Sayembara Menulis Sedunia: Jalur Rempah dan Sejarah Kemaritiman Dunia
Sayembara Menulis Seduni bertajuk Jalur Rempah dan Sejarah Kemaritiman Dunia dan Festival Bangsa Samudra. (Ist)

Suara.com - Yayasan Wangsamudra bersama Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jambi membuka Sayembara Menulis Seduni bertajuk Jalur Rempah dan Sejarah Kemaritiman Dunia. Sayembara ini didukung Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan Kebudayaan dan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi.

"Sayembara ini bagian dari rangkaian Festival Bangsa Samudra. Sangat terbuka bagi siapa pun, warga negara mana pun," kata Ketua Panitia Festival Bangsa Samudra, Ramond EPU di Museum Kebangkitan Nasional, Jakarta, Jumat (26/3/2021).

Bagi yang hendak mengambil bagian, naskah sudah bisa dikirimkan ke [email protected] mulai hari ini.

Sayembara terbagi dalam tiga kategori; pertama, Prosa (esai, artikel, dan reportase) dengan panjang tulisan 3-5 halaman A4. Kedua, makalah ilmiah dengan panjang tulisan 5-10 halaman A4 dan ketiga, Sastra seperti cerpen, puisi, gurindam dan sejenisnya. Panjang dan bentuk tulisan bebas disesuaikan dengan ekpsresi daerah masing-masing.

Naskah paling lambat diterima panitia pada 17 Juli 2021. Sertakan bidodata singkat penulis, foto dan nomor kontak.

Dewan Juri Sayembara beranggotakan, Gusti Asnan (Guru Besar Ilmu Sejarah Universitas Andalas), penyair Joko Pinurbo, ahli epigraf Ninie Susanti Tedjowasono, dan ahli bahasa Ganjar Harimansyah Wijaya akan memilih 10 naskah dari masing-masing kategori.

"Tidak ada juara satu, juara dua. Yang ada hanya naskah terpilih," ujar Ramond.

30 Naskah terpilih dari semua kategori akan diterbitkan dalam buku Bunga Rampai Bangsa Samudra. Para penulisnya difasilitasi menghadiri Festival Bangsa Samudra pada 17-23 September 2021 di Cagar Budaya Nasional Muaro Jambi, komplek percandian terluas di Indonesia, bahkan se-Asia Tenggara.

Hari ketiga Festival Bangsa Samudra, di forum Konferensi Jalur Rempah 19 September 2021, buku itu dimusyawarahkan.

baca juga

Kemah Budaya

Festival Bangsa Samudra digelar selama tujuh hari tujuh malam. Berkemah di reruntuhan negeri lamo, Kawasan Cagar Budaya Nasional Muarajambi, Kabupaten Muaro Jambi, Jambi.

Tujuannya menyambung kembali tali tua peradaban luhur Bangsa Samudra, bangsa yang menganut falsafah mengukur sama panjang menimbang sama berat dan menilai di atas patut.

"Sanak saudara di mana pun berada, bagi yang mau datang, datanglah. Sama-sama kita memulangkan sirih ke gagangnya pinang ke tampuknya, mengumpulkan yang terserak menjemput yang tertinggal dan membangkit batang terendam," seru Ramond.

Festival ini didukung oleh Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi RI, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kemendikbud RI, Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jambi.

Sesmenko Kemaritiman dan Investasi RI, Agung Kuswandono menilai Festival Bangsa Samudra bukan sekadar mengunggah ingatan sejarah Nusantara. Namun lebih dari itu menjaga keberlanjutan pengetahuan bangsa dalam melahirkan keagungan budaya melalui tradisi-tradisi yang penuh makna.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

7 Rempah Diburu Bangsa Eropa, Manfaat Empon-Empon Kunyit Sudah Terkenal

7 Rempah Diburu Bangsa Eropa, Manfaat Empon-Empon Kunyit Sudah Terkenal

Sumsel | Selasa, 22 Desember 2020 | 08:45 WIB

Festival Seni Budaya Gau Maraja di Makassar

Festival Seni Budaya Gau Maraja di Makassar

Foto | Sabtu, 31 Oktober 2020 | 09:40 WIB

Begini Resep Kopi Rempah Sumsel, Cocok di Musim Pancaroba Ini

Begini Resep Kopi Rempah Sumsel, Cocok di Musim Pancaroba Ini

Sumsel | Rabu, 21 Oktober 2020 | 17:22 WIB

Terkini

15 Contoh Teks Doa HUT Ke-81 RI pada 17 Agustus 2026 yang Penuh Makna

15 Contoh Teks Doa HUT Ke-81 RI pada 17 Agustus 2026 yang Penuh Makna

Lifestyle | Minggu, 16 Agustus 2026 | 19:36 WIB

Hari Jadi Ke-81 Jateng: Akses Pendidikan Kian Luas dan Gratis, Harapan Tak Lagi Terkikis

Hari Jadi Ke-81 Jateng: Akses Pendidikan Kian Luas dan Gratis, Harapan Tak Lagi Terkikis

Jawa Tengah | Minggu, 16 Agustus 2026 | 19:34 WIB

Dianggap Mitos hingga Diakui Pahlawan Nasional: Siapakah Ratu Kalinyamat?

Dianggap Mitos hingga Diakui Pahlawan Nasional: Siapakah Ratu Kalinyamat?

Your Say | Minggu, 16 Agustus 2026 | 19:25 WIB

Daftar Harga HP itel Agustus 2026 Lengkap untuk Pemilih Gadget Murah

Daftar Harga HP itel Agustus 2026 Lengkap untuk Pemilih Gadget Murah

Tekno | Minggu, 16 Agustus 2026 | 19:25 WIB

Tahan Beli, Harga Emas Batangan Bisa Tembus Rp2,8 Juta/Gram Pekan Depan

Tahan Beli, Harga Emas Batangan Bisa Tembus Rp2,8 Juta/Gram Pekan Depan

Bisnis | Minggu, 16 Agustus 2026 | 19:17 WIB

Lewat Cara Ini Biaya Pembangunan Rumah Justru Lebih Murah

Lewat Cara Ini Biaya Pembangunan Rumah Justru Lebih Murah

Bisnis | Minggu, 16 Agustus 2026 | 19:13 WIB

Imbas Gempa NTT, Dua Lokasi Wisata di Manggarai Ditutup

Imbas Gempa NTT, Dua Lokasi Wisata di Manggarai Ditutup

Bali | Minggu, 16 Agustus 2026 | 19:11 WIB

Guncang Lamongan Sound Fest 2026, SPL Audio Panen Transaksi hingga Terima Penghargaan Bupati

Guncang Lamongan Sound Fest 2026, SPL Audio Panen Transaksi hingga Terima Penghargaan Bupati

Jatim | Minggu, 16 Agustus 2026 | 19:10 WIB

4 Rekomendasi Tanaman Hias Pembawa Keberuntungan Menurut Prinsip Feng Shui, Mudah Dirawat

4 Rekomendasi Tanaman Hias Pembawa Keberuntungan Menurut Prinsip Feng Shui, Mudah Dirawat

Lifestyle | Minggu, 16 Agustus 2026 | 19:10 WIB

Asal-usul Lomba Bidar di Palembang, Tradisi Sungai Musi yang Berawal dari Kisah Cinta

Asal-usul Lomba Bidar di Palembang, Tradisi Sungai Musi yang Berawal dari Kisah Cinta

Sumsel | Minggu, 16 Agustus 2026 | 18:59 WIB

×