AHY Tantang Moeldoko: Beranikah Anda Akui Tertipu Makelar Politik?

Agung Sandy Lesmana, Novian Ardiansyah

Senin, 29 Maret 2021 | 20:06 WIB
AHY Tantang Moeldoko: Beranikah Anda Akui Tertipu Makelar Politik?
Kolase foto Agus Harimurti Yudhoyono dan Moeldoko (Suara.com/Angga/ANTARA/Endi)

Suara.com - Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhyono merasa heran dengan sikap Kepala Staf Presiden Moeldoko yang menerima dan bersedia didaulat menjadi ketua umum Partai Demokrat lewat Kongres Luar Biasa (KLB) di Deli Serdang. Padahal, diakui AHY KLB itu tidak sah.

Bahkan menurut AHY, Moeldoko seharusnya mengakui bahwa dirinya telah tertipu oleh segerombolan mantan kader yang menginisiasi pelaksanaan KLB. Sementara di sisi lain, AHY menganggap gerombolan tersebut justru sedang melakukan perbuatan melawan hukum.

AHY lantas menyoroti Moeldoko dan kubunya yang ia nilai selalu menyampaikan pernyataan penuh kebohongan dan fitnah. Karena itu AHY menantang Moeldoko untuk berani mengakui bahwa dirinya sudah tertipu.

"Di sisi lain, jika KSP Moeldoko menyangkal kebohongan kebohongannya itu maka ia harus mengakui bahwa ia telah tertipu oleh para makelar politik. Pertanyaannya, beranikah KSP Moeldoko mengakui hal ini? Mengakui pernah ataupun tertipu oleh para makelar politik," kata AHY di kantor DPP Partai Demokrat, Senin (29/3/2021).

AHY sebelumnya mengatakan bahwa sikap dan pernyataan Moeldoko selalu berisi kebohongan. Kebohongan yang terus tercipta dikatakan AHY tidak terlepas dari kebohongan yang sejak awal disampaikan.

"Jangan sampai karena merasa terpojok oleh perbuatannya sendiri dan juga terperangkap atas kebohongan awal bahwa dia tidak terlibat dalam gerakan pendongkelan kepemimpinan Partai Demokrat yang sah, kemudian ke depan KSP Moeldoko dengan pengikut-pengikutnya memproduksi lagi kebohongan-kebohongan baru. Menjadi mesin yang memproduksi fitnah, hoaks dan adu domba," tutur AHY.

AHY menyayangkan sikap dan pernyataan Moeldoko yang ia nilai selalu penuh dengan kebohongan.

Padahal, AHY sempat menaruh harapan Moeldoko mengeluarkan pernyataan bernas, usai tidak muncul sejak dirinya didaulat sebagai Ketua Umum Partai Demokrat versi hasil kongres luar biasa (KLB) Deli Serdang.

"Kami pikir setelah lebih tiga minggu tak bersuara KSP Moeldoko akan mengeluarkan argumen yang bernas, ternyata cuma pernyataan bohong lagi dan bohong lagi. Bahkan seolah menghasut dengan pernyataan soal pertentangan ideologi," kata AHY.

baca juga

AHY mengatakan kebohongan kubu Moeldoko bukan lagi ha yang baru. Ia beruhar kebohongan Moeldoko sudah terjadi bahkan sejak awal, mencuatnya isu kudeta Partai Demokrat.

"Seluruh kader Partai Demokrat yakin bahwa KSP Moeldoko tak peduli etika dan nilai moral yang kita pedomani sebagai bangsa beradab. Apalagi nilai etika keperwiraan dan keprajuritan," kata AHY.

Sebelumnya, AHY memandang Moeldoko saat ini tengah mencari pembenaran atas kebohongan yang terus ia lakukan bersama kubu versi kongres luar biasa (KLB) Deli Serdang.

Pencarian pembenaran itu, kata AHY gencar dilakukan mulai dari konferensi pers kubu KLB di Hambalamg Bogor hingga terbaru, yakni pernyataan Moeldoko soal adanya pertarungan ideologis di Partai Demokrat.

"Kami berkesimpulan upaya KSP Moeldoko dan kubunya untuk membangun citra buruk Partai Demokrat bertujuan agar KSP Meoldoko mendapatkan pembenaran untuk tampil sebagai penyelamat. Ini adalah lagu lama dan mudah ditebak dan makin menunjukan KSP Moeldoko dan gerombolannya tidak punya alasan fundamental dan telah keluar dari akal sehat," tutur AHY.

AHY berujar bahwa kubu Moeldoko juga sedang berupaya mendegradasi Partai Demokrat dengan mengangkat isu kasus korupsi Wisma Atlet Hambalang. Padahal, menurut AHY isu itu dimunculkan dampak dari kubu Moeldoko yang tidak mampu menunjukak legalitas penyelenggaraan dan hasil KLB Deli Serdang.

"Kubu KSP Meldoko tidak mampu menunjukan legalitas penyelenggaraan KLB, yang nyata-nyata perbuatan melawan hukum. Kedua ada upaya KSP Moeldoko untuk mendiskreditkan Partai Demokrat dengan isu pertentangan ideologi menuju Pemilu 2024," ujar AHY.

"Kami semua bertanya, pertentangan ideologi seperti apa yang KSP Moeldoko maksudkan?" kata dia. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

AHY Sindir Moeldoko: Tiga Minggu Diam, Saat Bersuara Ternyata Bohong

AHY Sindir Moeldoko: Tiga Minggu Diam, Saat Bersuara Ternyata Bohong

News | Senin, 29 Maret 2021 | 19:54 WIB

Tak Bisa Tunjukkan Legalitas KLB, AHY: Moeldoko Kini Sibuk Cari Pembenaran

Tak Bisa Tunjukkan Legalitas KLB, AHY: Moeldoko Kini Sibuk Cari Pembenaran

News | Senin, 29 Maret 2021 | 19:18 WIB

Gegara Ngoceh Ideologi, Hinca Tantang Moeldoko Nyanyi Mars Partai Demokrat

Gegara Ngoceh Ideologi, Hinca Tantang Moeldoko Nyanyi Mars Partai Demokrat

News | Senin, 29 Maret 2021 | 13:38 WIB

Moeldoko Sebut Arah Demokrasi di Dalam Tubuh Demokrat Telah Bergeser

Moeldoko Sebut Arah Demokrasi di Dalam Tubuh Demokrat Telah Bergeser

Bekaci | Senin, 29 Maret 2021 | 09:24 WIB

Terkini

Bahaya AI Companion: Ketika Teman Virtual Menggantikan Empati

Bahaya AI Companion: Ketika Teman Virtual Menggantikan Empati

Your Say | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 12:20 WIB

Pasokan Gas Jadi Kunci Produksi Pupuk PIM, ESDM Bahas Sumber Tambahan

Pasokan Gas Jadi Kunci Produksi Pupuk PIM, ESDM Bahas Sumber Tambahan

Bisnis | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 12:15 WIB

Kontroversi Suharyanto Eks Kepala BNPB, Terbaru Terseret Isu Sang Adik Kena OTT KPK

Kontroversi Suharyanto Eks Kepala BNPB, Terbaru Terseret Isu Sang Adik Kena OTT KPK

News | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 12:15 WIB

Lampung Kebut Kawasan Industri Katibung Jadi Pusat Kilang Minyak & Hilirisasi

Lampung Kebut Kawasan Industri Katibung Jadi Pusat Kilang Minyak & Hilirisasi

Lampung | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 12:05 WIB

Ketidakmampuan Pemerintah Tangani Karhutla Makin Ancam Arus Investasi Asing

Ketidakmampuan Pemerintah Tangani Karhutla Makin Ancam Arus Investasi Asing

News | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 12:00 WIB

Ingatkan Pemkot Tak Sporadis Bongkar Pasar Shopping, Hadi Kurniadi: Jangan Korbankan Nasib UMKM

Ingatkan Pemkot Tak Sporadis Bongkar Pasar Shopping, Hadi Kurniadi: Jangan Korbankan Nasib UMKM

Lampung | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 11:52 WIB

Atasi Kulit Kusam dengan Budget Hemat, Ini 5 Brightening Cleanser 30 Ribuan

Atasi Kulit Kusam dengan Budget Hemat, Ini 5 Brightening Cleanser 30 Ribuan

Your Say | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 11:50 WIB

Hasil Survei Terbaru SMRC Soal Capres: Prabowo Hanya Raih 9,8 Persen, Kalah Telak Dari Dedi Mulyadi

Hasil Survei Terbaru SMRC Soal Capres: Prabowo Hanya Raih 9,8 Persen, Kalah Telak Dari Dedi Mulyadi

News | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 11:41 WIB

Siapa Bima Setiawan? Adik Eks Kepala BNPB yang Tilap Dana Bantuan untuk Borong Saham

Siapa Bima Setiawan? Adik Eks Kepala BNPB yang Tilap Dana Bantuan untuk Borong Saham

News | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 11:41 WIB

Perbedaan Flek Hitam Akibat Matahari Vs Bekas Jerawat pada Usia 30 Tahun: Warna Hingga Tekstur

Perbedaan Flek Hitam Akibat Matahari Vs Bekas Jerawat pada Usia 30 Tahun: Warna Hingga Tekstur

Lifestyle | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 11:35 WIB

×