Sidak ke Bandara Ahmad Yani, Gubernur Ganjar Minta SOP Diperbaiki!

Fabiola Febrinastri, Restu Fadilah

Jum'at, 07 Mei 2021 | 05:26 WIB
Sidak ke Bandara Ahmad Yani, Gubernur Ganjar Minta SOP Diperbaiki!
Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo Sidak ke Bandara Internasional Ahmad Yani. (Dok: Pemprov Jateng)

Suara.com - Otoritas Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang, dikabarkan meloloskan salah satu penumpang yang terkonfirmasi positif Covid-19 terbang ke Bandara Iskandar Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah (Kalteng).

Insiden ini membuat Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ganjar Pranowo geram. Ganjar langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang, pada Kamis (6/5/2021).

Ganjar langsung menuju ke Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) yang ada di bandara. Tiga orang petugas yang tengah bertugas tampak terkejut melihat kedatangan Ganjar.

Kepada para petugas, Ganjar menanyakan kronologi penumpang yang positif Covid-19 tersebut.

"Itu kemarin yang kasus positif bagaimana, proses validasinya seperti apa. Kenapa sampai nggak ketahuan kalau dia positif, padahal kalau mau naik kan harus menunjukkan surat itu," tanya Ganjar.

Awalnya, para petugas tampak kebingungan menjawab pertanyaan tersebut. Singkat cerita, mereka pun bisa menjawabnya dengan tenang.

Hevny, salah satu petugas KKP menjelaskan, proses validasi sebenarnya sudah diketahui bahwa penumpang itu positif Covid-19. Dari pihak KKP sudah memberikan tanda dengan cara melingkari kartu positifnya itu.

Ganjar nampak tak puas dengan jawaban itu. Dia lantas menanyakan kembali kenapa setelah diketahui positif, penumpang tidak ditahan di tempat itu untuk dilakukan penanganan selanjutnya.

"Setelah ketahuan positif, kami beri tanda di surat keterangan kesehatannya. Setelah itu, kami sarankan penumpang isolasi mandiri pak," jawab Hevny.

baca juga

Ganjar langsung mengatakan bahwa SOP yang dilakukan salah. Seharusnya, saat ada penumpang ketahuan positif Covid-19, penumpang itu harus ditahan di tempat itu dan tidak boleh kemana-mana.

"Ini kan berarti dibiarkan. Ada SOP yang menurut saya keliru dan saya minta diperbaiki. Jangan sampai terulang lagi. Begitu ada penumpang yang positif, secara prosedur mesti auto cancel untuk proses berikutnya, ternyata ini tidak," kata Ganjar.

Proses yang terjadi, lanjut dia, masih manual, maka meski orang tersebut telah direkomendasikan oleh KKP untuk pulang, namun tidak diikuti dengan tindakan berikutnya.

"Sehingga dia dilepas, dan nekat melanjutkan perjalanan. Ternyata mungkin petugas berikutnya tidak teliti. Maka saya minta ini diperbaiki, petugas harus diberi penjelasan lebih detil agar ini tidak terulang," tegasnya.

Begitu ada calon penumpang yang positif, maka harus dihentikan. Sistem langsung dilaporkan dan tidak boleh terbang.

"Orangnya harus diurus, dikarantina. Bisa kerja sama dengan Pemkot atau Pemprov, kami sediakan tempat isolasi. Tapi tidak boleh lagi dilepas liar, pokoknya begitu ketahuan istilah saya langsung diikat, tidak boleh pergi," tegasnya lagi.

Pihak bandara dan KKP, lanjut Ganjar, harus segera melakukan evaluasi. Jangan sampai kejadian serupa terulang karena membahayakan.

"KKP harus berada di garda terdepan untuk melakukan checking kesehatan. Kalau negatif silahkan ke tahap selanjutnya, kalau positif pastikan tidak bisa kemana-mana," pungkasnya.

Sementara itu, GM Angkasa Pura 1, Hardi Ariyanto mengatakan, pihaknya saat ini sedang menggelar rapat terkait kejadian itu.

"Kami hari ini rapat untuk mengevaluasi kejadian itu. Kami siap memperbaiki SOP agar kasus serupa tidak kembali terjadi," ucapnya.

Saat ini, lanjut dia, adalah moment yang pas untuk melakukan evaluasi. Sebab, kondisi bandara masih sepi karena tidak ada penerbangan sampai tanggal 17 Mei 2021 nanti.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ganjar Pranowo Minta Polisi Usut Kasus Alat Rapid Test Antigen Tak Berizin

Ganjar Pranowo Minta Polisi Usut Kasus Alat Rapid Test Antigen Tak Berizin

News | Jum'at, 07 Mei 2021 | 02:50 WIB

Duh! Penumpang Positif Covid-19, Terbang dari Semarang ke Pangkalan Bun

Duh! Penumpang Positif Covid-19, Terbang dari Semarang ke Pangkalan Bun

Jawa Tengah | Kamis, 06 Mei 2021 | 13:23 WIB

Polisi Bongkar Alat Rapid Test Antigen Tak Berizin di Jateng

Polisi Bongkar Alat Rapid Test Antigen Tak Berizin di Jateng

Jawa Tengah | Rabu, 05 Mei 2021 | 21:09 WIB

Pengetatan Larangan Mudik, Ganjar Siagakan Petugas di Tingkat RT/RW

Pengetatan Larangan Mudik, Ganjar Siagakan Petugas di Tingkat RT/RW

News | Rabu, 05 Mei 2021 | 12:37 WIB

Gibran Copot Lurah Pungli: Ditentang Politisi PDIP, Didukung Ganjar

Gibran Copot Lurah Pungli: Ditentang Politisi PDIP, Didukung Ganjar

Surakarta | Rabu, 05 Mei 2021 | 12:24 WIB

Mudik Lebaran Dilarang, Polda Jateng Tambah Pos Penyekatan

Mudik Lebaran Dilarang, Polda Jateng Tambah Pos Penyekatan

Jawa Tengah | Selasa, 04 Mei 2021 | 21:00 WIB

Terkini

Samsung Galaxy A18 Hadir di Indonesia, Bawa AI Gemini yang Bikin Aktivitas Lebih Praktis

Samsung Galaxy A18 Hadir di Indonesia, Bawa AI Gemini yang Bikin Aktivitas Lebih Praktis

Tekno | Rabu, 14 Oktober 2026 | 08:24 WIB

Negara Ditaksir Rugi Rp600 Miliar Akibat Tambang Emas Ilegal Sangihe

Negara Ditaksir Rugi Rp600 Miliar Akibat Tambang Emas Ilegal Sangihe

Bisnis | Rabu, 14 Oktober 2026 | 08:24 WIB

Berkedok Distributor, 3 Toko Miras di Surabaya Disegel Usai Nekat Jual Eceran ke Warga

Berkedok Distributor, 3 Toko Miras di Surabaya Disegel Usai Nekat Jual Eceran ke Warga

Jatim | Rabu, 14 Oktober 2026 | 08:23 WIB

Huntap Belum Rampung, Aceh Minta PLN Lanjutkan Pasokan Listrik untuk Korban Banjir

Huntap Belum Rampung, Aceh Minta PLN Lanjutkan Pasokan Listrik untuk Korban Banjir

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 08:20 WIB

Kabut Asap Kepung Makassar, Masker Gratis Mulai Dibagikan ke Sekolah-sekolah

Kabut Asap Kepung Makassar, Masker Gratis Mulai Dibagikan ke Sekolah-sekolah

Sulsel | Rabu, 14 Oktober 2026 | 08:17 WIB

Warna Pakaian Pembawa Hoki Menurut Feng Shui, Intip Outfit Wanita Terbaik untuk 12 Shio

Warna Pakaian Pembawa Hoki Menurut Feng Shui, Intip Outfit Wanita Terbaik untuk 12 Shio

Lifestyle | Rabu, 14 Oktober 2026 | 08:17 WIB

Konflik Arab Saudi-Houthi Memanas, Harga Minyak Dunia Kembali Melonjak

Konflik Arab Saudi-Houthi Memanas, Harga Minyak Dunia Kembali Melonjak

Bisnis | Rabu, 14 Oktober 2026 | 08:15 WIB

Akhiri Teror Puluhan Tahun, Benteng Gajah 138 Km Way Kambas Siap Diresmikan Prabowo

Akhiri Teror Puluhan Tahun, Benteng Gajah 138 Km Way Kambas Siap Diresmikan Prabowo

Lampung | Rabu, 14 Oktober 2026 | 08:14 WIB

AI Bisa Deteksi Anomali Mesin dan Analisis Cara Kerja Karyawan, Ini Solusi NEC Indonesia

AI Bisa Deteksi Anomali Mesin dan Analisis Cara Kerja Karyawan, Ini Solusi NEC Indonesia

Tekno | Rabu, 14 Oktober 2026 | 08:05 WIB

Perkawinan Anak di Daerah Tembus 12 Persen, Remaja Perempuan Harus Dilibatkan saat Buat Kebijakan

Perkawinan Anak di Daerah Tembus 12 Persen, Remaja Perempuan Harus Dilibatkan saat Buat Kebijakan

Lifestyle | Rabu, 14 Oktober 2026 | 08:04 WIB

×