Pembangkangan Para Romo di Jerman, Berkati Kaum Homoseksual

Siswanto, BBC

Selasa, 25 Mei 2021 | 10:14 WIB
Pembangkangan Para Romo di Jerman, Berkati Kaum Homoseksual
BBC

Suara.com - Ketika suara lonceng gereja sayup-sayup menghilang berganti dengan suara organ, Romo Jan Korditschke berjalan menuju altar untuk memimpin misa. Ritual ibadah yang sangat biasa dilakukan dalam ibadah Minggu umat Katolik.

Tapi ada perasaan gugup di antara para jemaat. Sesuatu yang sangat tak biasa akan terjadi.

Romo Korditschke mengatakan bahwa setiap orang yang ingin mendapat pemberkatan harus berdiri.

Sebagian besar jemaat berdiri, termasuk sejumlah pasangan sesama jenis.

Saat harpa mulai dimainkan, pastor mulai bergerak mengelilingi aula gereja. Dengan tenang ia mengatakan kepada jemaat yang berdiri, apa yang ingin didoakan. Kemudian ia mengangkat kedua tangannya di atas kepala jemaat yang tertunduk dan mulai membisikkan kalimat doa.

Baca juga:

Banyak air mata umat tumpah saat Romo Korditschke berdoa. Sebab, bagi umat Katolik lesbian dan gay di sini, itulah pertama kalinya mereka merasa diterima secara penuh setelah seumur hidup beribadah ke gereja.

"Ini sangat memilukan, dan saya menyadari bagaimana terlukanya perasaan saya," kata Sangha, satu dari umat yang hadir. Ia bersama Frieda, pasangan lesbiannya selama 25 tahun.

"Selama 49 tahun, saya tak pernah mendapat penerimaan. Tapi akhirnya, orang-orang mulai mengatakan: Tak apa-apa kamu berada di sini."

baca juga

Vatikan membuat umat Katolik liberal terkejut

Matthias, yang terlahir sebagai Katolik dan diberkati bersama pasangannya, Thomas, mengaku tak pernah punya persoalan untuk pergi ke misa. Tapi pernyataan-pernyataan dari para pemuka Katolik telah membuatnya mempertimbangkan untuk meninggalkan gereja.

"Saya sering bertanya-tanya apakah saya bisa bertahan di gereja yang tak menginginkan saya. Tapi gereja 'sesungguhnya' ada di sini, berdiri di atas tanah ini, memulihkan keimanan saya lagi."

Baca juga:

Pada Maret lalu, Vatikan mengeluarkan pernyataan tegas yang menekankan bahwa pasangan sesama jenis "berdosa" seraya menggarisbawahi larangan bagi pastor untuk memberkati pasangan sejenis.

Pemberkatan kepada pasangan sesama jenis adalah sesuatu yang sangat individual, kadang-kadang dilakukan oleh pastor yang memiliki pemikiran liberal - tapi sampai saat ini jarang muncul ke publik.

Pernyataan terbuka dari Vatikan ini telah mengejutkan umat Katolik liberal di Jerman. Sebagai respons dari pernyataan itu, ribuan pastor, biarawati, dan jemaat paroki meluncurkan sebuah kampanye bernama Liebe gewinnt (Cinta menang), untuk menjelaskan secara terbuka bahwa LGBTQ diterima di gereja.

"Saya merasa marah, dan malu, karena menurut saya itu merupakan pernyataan yang menyakitkan," kata Romo Korditschke kepada saya.

Dia adalah satu dari 120 pastor di Jerman yang secara terbuka menentang larangan Vatikan.

'Bagaimana mungkin Anda tak memberkati orang yang sedang berduka?'

Selama kurun waktu satu minggu, para pastor mengadakan misa di gereja-gereja Katolik di seluruh Jerman yang melayani pemberkatan bagi mereka yang menginginkannya, termasuk pasangan yang disebut Vatikan sebagai 'pendosa', seperti orang-orang yang bercerai atau pasangan sesama jenis.

Ketika saya bertanya kepada Romo Korditschke, bagaimana dia membenarkan pembangkangan terhadap aturan Vatikan, dia menjawab dengan berlinang air mata.

Menurutnya, ada seorang jemaat yang meletakkan sekuntum mawar di kursi sebelahnya. Bunga itu ditujukan bagi kekasihnya yang telah meninggal beberapa bulan lalu.

Jemaat tersebut, menurut Romo Korditschke, telah menuturkan duka yang dialaminya, dan dia meminta agar pasangannya yang telah meninggal diberkati. Pemberkatan ini membantu sang jemaat meringankan duka setelah kehilangan orang yang ia cintai.


Pemberkatan bagi pasangan sesama jenis hanya bagian dari gerakan yang bergejolak di Jerman dari umat Katolik yang menginginkan perubahan.

Perempuan di atas mimbar

Organisasi akar rumput seperti Maria 2.0, juga meminta persamaan hak perempuan di Gereja.

Sehari setelah misa yang dipimpin Romo Korditschke di Berlin, kalangan perempuan berkhotbah di 12 gereja Katolik di Jerman - sesuatu yang sangat tidak disukai Vatikan.

"Gereja Katolik pernah menyampaikan bahwa Bumi itu datar, dan mengatakan kepada kita untuk meyakininya. Gereja harus mengubah posisinya. Atau Anda seharusnya yakin bahwa Adam dan Hawa adalah manusia sebenarnya," kata Ulrike Göken-Huismann, yang menyampaikan khotbah di gerejanya di Düsseldorf.

"Bukannya Gereja tak pernah mengubah ajarannya."


Kalangan pemuka gereja di Jerman terbagi: keuskupan liberal yang mendukung sejumlah reformasi, sedangkan pemimpin Gereja konservatif menyokong garis keras Vatikan.

Namun, jajak pendapat menunjukkan umat Katolik di Jerman cenderung lebih liberal.

Sebuah survei yang dilakukan oleh beberapa universitas di Berlin dan Münster menunjukkan 70% umat Katolik Jerman mendukung pemberkatan bagi pasangan sesama jenis; 80% tak mempersoalkan pasangan yang hidup di luar pernikahan; dan 85% meyakini para pastor semestinya bisa menikah.

Setelah pasangan sesama jenis mendapat pemberkatan di Berlin, sekitar 100 orang berkumpul di luar gereja, untuk minum anggur bersoda di bawah matahari sebagai bentuk perayaan.

Tapi di gerbang gereja, sekitar 10 pengunjuk rasa mengusung poster bertuliskan "Tuhan tak memberkati dosa".

Tak ada rasa permusuhan di antara dua kelompok. Kedua kelompok adalah bagian penting Gereja Katolik yang berbeda pendapat.

Itu tidak apa-apa, kata Romo Korditschke sambil tersenyum.


Apa yang dikatakan Paus Fransiskus tentang homoseksualitas?

Oktober 2020: Paus Fransiskus mengatakan kepada pembuat film dokumenter bahwa pasangan sesama jenis semestinya diizinkan untuk menjadi "pasangan sipil". "Orang-orang homoseksual... adalah anak-anak Tuhan dan memiliki hak untuk berkeluarga. Tak ada yang harus diusir, atau dibuat sengsara karenanya."

Oktober 2014: Uskup di sinode Gereja menolak proposal untuk menerima lebih jauh kelompok gay yang mendapat dukungan dari Paus.

Juli 2013: Dalam sebuah penerbangan, Paus mengatakan kepada para jurnalis bahwa kelompok gay tak semestinya dimarjinalisasi, tapi diintegrasikan kepada masyarakat. Pendeta gay harus dimaafkan, dan dosa mereka dihapuskan, katanya.

2013: Dalam buku On Heaven and Earth, Paus mengatakan bahwa menyamakan hubungan sesama jenis dengan pernikahan heteroseksual secara hukum akan menjadi "sebuah kemunduran antropologis".

2010: Saat menjadi Uskup Agung Buenos Aires, dia menentang pernikahan sesama jenis, tapi secara hukum mendukung sejumlah perlindungan bagi pasangan sesama jenis.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menguak Dunia LGBT, Ulasan Buku Membongkar Rahasia Jaringan Cinta Terlarang

Menguak Dunia LGBT, Ulasan Buku Membongkar Rahasia Jaringan Cinta Terlarang

Your Say | Rabu, 26 Oktober 2022 | 13:43 WIB

Terkini

Dedi Mulyadi Kunci Gerbang SMA-SMK Negeri di Jabar saat KBM, Ini Alasannya

Dedi Mulyadi Kunci Gerbang SMA-SMK Negeri di Jabar saat KBM, Ini Alasannya

Jabar | Minggu, 25 Oktober 2026 | 07:00 WIB

Desas-desus Hubungan Terlarang Pejabat di Sulsel Viral, Mengapa Warganet Mudah Percaya Isu Medsos

Desas-desus Hubungan Terlarang Pejabat di Sulsel Viral, Mengapa Warganet Mudah Percaya Isu Medsos

Sulsel | Minggu, 25 Oktober 2026 | 06:45 WIB

Kemnaker Buka Pelatihan Vokasi untuk Korban PHK 20242026, Ini Syarat dan Cara Daftarnya

Kemnaker Buka Pelatihan Vokasi untuk Korban PHK 20242026, Ini Syarat dan Cara Daftarnya

Bisnis | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:45 WIB

Jenazah Perempuan Tanpa Identitas Ditemukan di Pantai Nyang-Nyang Bali, Diduga WNA

Jenazah Perempuan Tanpa Identitas Ditemukan di Pantai Nyang-Nyang Bali, Diduga WNA

Bali | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:58 WIB

Persis Solo Tertahan di Manahan, Bermain Imbang Kontra RANS Nusantara FC

Persis Solo Tertahan di Manahan, Bermain Imbang Kontra RANS Nusantara FC

Surakarta | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:44 WIB

Bus Colt Diesel Mundur Tak Terkendali, Tabrak Tembok dan Atap Bengkel di Babakan Madang

Bus Colt Diesel Mundur Tak Terkendali, Tabrak Tembok dan Atap Bengkel di Babakan Madang

Bogor | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:37 WIB

Ajang Olahraga Buka Peluang Ekonomi bagi UMKM, Gubernur Dorong Pasar Malam

Ajang Olahraga Buka Peluang Ekonomi bagi UMKM, Gubernur Dorong Pasar Malam

Bisnis | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:30 WIB

Kader PSI Kabupaten Bogor Desak Jokowi Masuk Jajaran Pengurus DPP

Kader PSI Kabupaten Bogor Desak Jokowi Masuk Jajaran Pengurus DPP

Jabar | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:29 WIB

Tak Cuma Manis dan Creamy, Ini yang Bikin Kopi Susu Gula Aren Kian Digemari

Tak Cuma Manis dan Creamy, Ini yang Bikin Kopi Susu Gula Aren Kian Digemari

Lifestyle | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:55 WIB

Kapal Asal Malaysia Bawa 1,16 Ton Ketamin, Dasco Tegaskan Jaga Generasi Muda

Kapal Asal Malaysia Bawa 1,16 Ton Ketamin, Dasco Tegaskan Jaga Generasi Muda

News | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:51 WIB

×