Sejalan dengan Inpres No 3/2019, Menpora Apresiasi Disertasi Karya Ilmiah S3 Sulistiyono

Fabiola Febrinastri, Restu Fadilah

Selasa, 22 Juni 2021 | 17:36 WIB
Sejalan dengan Inpres No 3/2019, Menpora Apresiasi Disertasi Karya Ilmiah S3 Sulistiyono
Menppora, Zainuddin Amali. (Dok: Kemenpora)

Suara.com - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Zainudin Amali menjadi penguji pada Ujian Terbuka Promosi Doktor S3  Ilmu Keolahragaan Fakultas Keolahragaan Universitas Sebelas Maret (UNS) atas nama Sulistiyono melalui virtual, Selasa (22/6) dari Sitroom, Kemenpora.

Selain Menpora Amali, turut hadir Dewan Penguji antara lain Rektor Universitas Sebelas Maret (UNS) Prof Jamal Wiwoho, Rektor Universitas Negeri Surabaya (UNESA) Prof Dr Nurhasan dan Rektor Universirs Negeri Yogyakarta Prof Dr Sumaryanto.

Sulistiyono menyusun disertasi karya ilmiah S3-nya dengan judul Pengembangan Model Latihan Berbasis Games Experience Learning untuk Mengembangkan Keterampilan dan Karakter pada Siswa Sekolah Sepakbola Kelompok Umur 9 -12 tahun (Studi Pengembangan pada Sekolah Sepak bola di Kabupaten Sleman).

Dalam paparannya, Sulistiyono mengatakan bahwa sekolah sepak bola sebagai akar rumput yang membina pemain usia 7 sampai 15 tahun.

"Mengacu model pembinaan di negara maju dengan konsep Long Term Athlete Development (LTAD), pada usia 9-12 tahun, idealnya mereka masih berada pada level pengembangan tehnik dan karakter. Tetapi apa yang terjadi di Indonesia, lathan berorientasi  pada kemenangan tim ketika  bertanding dalam kompetisi, "ujarnya.

Menurutnya, di Indonesia model latihan lebih latihan bersifat  spesialisasi dini bahkan pengembangan karakter diabaikan oleh pelatih.

"Solusi  yang saya prediksi dapat menyelesaikan masalah, kami mengajukan penelitian dengan judul Model Latihan Berbasis Games Experience Learning untuk Mengembangkan Keterampilan dan Karakter pada Siswa Sekolah Sepakbola Kelompok Umur 9 -12 tahun," jelasnya.

Sebelum melakukan penelitian disertasi ia telah  melakukan studi literatur terkait dengan penelitian yang relevan, pengembangan skill maupun pengembangan karakter di dunia olahraga.

"Pengembangan dan karakter dalam latar belakang olahraga prestasi belum kami temukan. Memang ada tapi masih dalam dunia pendidikan jasmani. Rumusan masalah yang dipilih ada 6, tetapi ada masalah yang paling paling yaitu masalah ke 6 yaitu, bagaimana efektivitas model latihan ini dibandingkan dengan model latihan yang bersifat konvensional atau saat ini banyak dilakukan  di lapangan,"tambahnya.

baca juga

Ia melanjutkan,  kondisi yang terjadi di kabupaten Sleman, SDM pelatih 40 persen yang ada di lapangan belum memiliki lisensi pelatihan.  Pelatih berorientasi pada fisik, teknik dan taktik tetapi karakter belum menjadi perhatian khusus oleh mereka. Namun demikian, pelatih mengamggap bahwa olahraga dapat dijadikan media untuk mengembangkan karakte tapi diakui masih sering terjadi hal-hal yang tidak mengenakan di pertandingan sepakbola.

Berikutnya, masih katanya, para pelatih memberikan pendapat bahwa dari sekian banyak jenis karakter menurut mereka disiplin, kerja keras, kerja sama, jujur menghormati orang lain dan tanggung jawab menjadi karakter yang paling dianggap penting dari sekian karakter yang lainnya dalam mengembangkan pemain sepak bola.

Pada saat uji efektivitas, Sulistiyono mengunakan 2 kelompok dengan pendekatan ancova dan paired test maka  model yang dikembangkan dinyatakan lebih efektif  untuk mengembangkan skill dan karakter pada siswa usia 9 - 12 tahun. 

"Permainan menjadi hal yang  menyenangkan buat anak sehingga  mereka sangat enjoy  dalam menjalani model ini. Kesimpulan, model ini berpengaruh lebih signifikan dan efektif  dibandingkan latihan konvensional untuk mengembangkan skill dan karakter terhadap siswa SSB usia  9 - 12 tahun," tutupnya.

Menpora Amali pada kesempatan ini mengajukan sejumlah pertanyaan. Setelah mendengarkan paparan dan jawaban dari Sulistiyono, ia pun mengapresiasi  terhadap penelitian yang dilakukan oleh Sulistiyono.

"Dari hasil penielitian lembaga survey internasional bahwa 77 persen rakyat Indonesia sangat menyukai sepakbola tapi Indonesia sangat tertinggal dengan negara lain. Karena itu Bapak Presiden mengeluarkan Inpres nomor 3 tahun 2019 tentang percepatan persepakbolaan nasional. Dan ini kita bisa kolaborasikan," ujarnya.

Iapun setuju bahwa  para pelatih SSB banyak yang tidak berlisensi.

"Saya pernah di satu kunjungan  kerja menemukan ada satu SSB yang melatih sesuai yang ia dapatkan oleh para pelatihnya dulu. Bisa dibayangkan usia 9-12 diberi porsi latihan senior. Tentu banyak hal yang tidak masuk di mereka, " ucapnya.

Karena ini sejalan dengan Inpres nomor 3 tahun 2019 tentang percepatan persepakbolaan nasional. Ia pun menjelaskan Inpres tersebut.

"Sekarang ini kita punya Inpres  nomor 3 tahun 2019 tentang percepatan pembangunan sepakbola  nasional. Tugas Kemenpora menyusun dan menetapkan petunjuk, pedoman teknis pada kementrian dan lembaga terkait terhadap sepakbola kita," katanya.

Secara khusus, Kemenpora mendapatkan beberapa tugas.

"Pertama, kami melakukan pengembangan kurikulum, pengembangan bakat pemain sepakbola. Kemudian melakukan pembinaan usia dini dan muda secara berjenjang. Penyelenggaraan kompetisi kelompok usia, fasilitasi tenaga ahli, instruktur, wasit  dan pelatih. Bimbingan teknis pada centra olahraga sepakbola,"  ucapnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Markis Kido Gagal Dimakamkan di TMP Kalibata, Begini Penjelasan Menpora

Markis Kido Gagal Dimakamkan di TMP Kalibata, Begini Penjelasan Menpora

Sport | Selasa, 15 Juni 2021 | 16:35 WIB

Markis Kido Wafat, Menpora Amali: Selamat Jalan Pahlawan Bulutangkis Indonesia

Markis Kido Wafat, Menpora Amali: Selamat Jalan Pahlawan Bulutangkis Indonesia

News | Selasa, 15 Juni 2021 | 14:54 WIB

Ketum Perpani: Menpora Amali Bawa Banyak Perubahan di Bidang Olahraga

Ketum Perpani: Menpora Amali Bawa Banyak Perubahan di Bidang Olahraga

Sport | Senin, 14 Juni 2021 | 20:31 WIB

Menpora Lepas Atlet Panahan Kejuaraan Dunia Hyundai Archery World Cup 2021

Menpora Lepas Atlet Panahan Kejuaraan Dunia Hyundai Archery World Cup 2021

Sport | Senin, 14 Juni 2021 | 20:24 WIB

Raffi Ahmad: Kolaborasi Sepak Bola dan Sportainment Berpeluang Semakin Berkembang

Raffi Ahmad: Kolaborasi Sepak Bola dan Sportainment Berpeluang Semakin Berkembang

Surakarta | Minggu, 13 Juni 2021 | 14:02 WIB

Intip 8 Gaya Aliya Rajasa Dampingi Ibas Yudhoyono Sidang S3, Family Goals!

Intip 8 Gaya Aliya Rajasa Dampingi Ibas Yudhoyono Sidang S3, Family Goals!

Entertainment | Minggu, 13 Juni 2021 | 11:50 WIB

Terkini

Ucapan 'Adikku Sayang' Berujung Penganiayaan Caddy Golf, Pelaku Dibekuk di Lampung

Ucapan 'Adikku Sayang' Berujung Penganiayaan Caddy Golf, Pelaku Dibekuk di Lampung

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 10:29 WIB

Open House Sekolah Rakyat Surabaya, Orang Tua Terharu Lihat Perkembangan Siswa

Open House Sekolah Rakyat Surabaya, Orang Tua Terharu Lihat Perkembangan Siswa

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 10:14 WIB

1 Tahun Sekolah Rakyat, Wamensos: Alhamdulillah Cukup Berhasil

1 Tahun Sekolah Rakyat, Wamensos: Alhamdulillah Cukup Berhasil

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 10:03 WIB

Bukan Sekadar Kunjungan Biasa, Jokowi Ungkap Alasan Hadiri Rakorda PSI di Lampung

Bukan Sekadar Kunjungan Biasa, Jokowi Ungkap Alasan Hadiri Rakorda PSI di Lampung

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:56 WIB

Penandaan APBD 2027: Langkah Strategis Kemendagri Perkuat Ketahanan Pangan Nasional

Penandaan APBD 2027: Langkah Strategis Kemendagri Perkuat Ketahanan Pangan Nasional

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:47 WIB

Mendagri: Parade Tenun Belu Jaga Warisan Budaya dan Gerakkan Ekonomi Daerah

Mendagri: Parade Tenun Belu Jaga Warisan Budaya dan Gerakkan Ekonomi Daerah

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:43 WIB

Dampak Mengerikan Gempa Venezuela, Korban Tewas Bertambah Jadi 589 Orang

Dampak Mengerikan Gempa Venezuela, Korban Tewas Bertambah Jadi 589 Orang

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:32 WIB

Bocoran Jokowi untuk Pemilu 2029: Ungkap Alasan PSI Layak Lolos ke Parlemen

Bocoran Jokowi untuk Pemilu 2029: Ungkap Alasan PSI Layak Lolos ke Parlemen

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:19 WIB

Dittipideksus Bareskrim dan Kortastipidkor Sinkronkan Penyidikan Kasus PT TSL

Dittipideksus Bareskrim dan Kortastipidkor Sinkronkan Penyidikan Kasus PT TSL

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 08:31 WIB

Gus Ipul Apresiasi Jawa Timur, Provinsi Dengan Sekolah Rakyat Terbanyak

Gus Ipul Apresiasi Jawa Timur, Provinsi Dengan Sekolah Rakyat Terbanyak

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 07:47 WIB

×