Makin Menggila, Kini Harga Tabung Oksigen 1000 Liter Tembus Rp 2 Juta

Chandra Iswinarno, Yaumal Asri Adi Hutasuhut

Rabu, 30 Juni 2021 | 18:13 WIB
Makin Menggila, Kini Harga Tabung Oksigen 1000 Liter Tembus Rp 2 Juta
Warga sedang mengantre membeli oksigen di salah satu depot yang berada di Jakarta pada Rabu (30/6/2021). [Suara.com/Yaumal]

Suara.com - Di tengah lonjakan angka Kasus Covid-19 di DKI Jakarta, warga mulai mengeluhkan mahalnya harga tabung oksigen yang kian melambung tinggi. Jika sebelumnya, harga tabung oksigen ukuran 1.000 liter hanya berkisar Rp 500 ribu hingga Rp 800 ribu-an, saat ini harganya tembus Rp 2 jutaan.

Faktor kelangkaan dan naiknya pemintaan kebutuhan oksigen untuk Pasien Covid-19 yang tiap harinya kian bertambah disebut menjadi salah satu faktornya. Akibatnya, kelangkaan tabung beserta isinya sudah mulai terjadi.

Seorang warga,Faris mengaku mau tidak mau harus mengeluarkan uang lebih untuk kebutuhan ibunya yang saat ini terpapar Covid-19. Dia pun membeli tabung oksigen 1.000 liter seharga Rp 2 juta.

“Tabungnya mahal sekarang, normalnya Rp 800 ribu, Rp 2 juta saya beli kemarin. Ada kenaikan lebih dari dua kali lipat sekarang,” katanya saat ditemui Suara.com di salah satu depot pengisian oksigen di kawasan Manggarai, Jakarta Selatan, Rabu (30/6/2021).

Dia mengungkapkan, kondisi ibunya termasuk parah sehingga membutuhkan oksigen. Dalam sehari, dia mengaku membutuhkan dua tabung oksigen ukuran 1000 liter.

“Ini nih (tabung 1000 liter) cepat kok habisnya, palingan 3-4 jam habis, jadi sehari dua kali isi,” jelasnya. 

Ibunya sendiri terpapar Covid-19 sejak sekitar tiga hari yang lalu. Kendati terbilang parah, Faris mengatakan ibunya menjalani isolasi mandiri di rumahnya kawasan Tebet, namun tetap dengan pengawasan dokter.

Melambungnya harga tabung oksigen ukuran 1000 liter juga turut diungkapkan warga Jakarta lainny, Wida. Dia mengaku saat ini harganya bisa sampai di atas Rp 2 jutaan. Padahal sebelumnya, dia membeli hanya Rp 500 ribu.

“Dulu saya beli ini (tabung 1000 liter) murah sekali, ini 500, saya beli sampai dua. Sekarang berkali-kali lipat, harganya sampai dua juta lebih,” jelasnya. 

baca juga

Di samping harga tabung yang mengalami kenaikan, harga oksigen pun turut melambung.  Wida mengatakan, jika sebelumnya, per 1.000 liter harganya berkisar Rp 7.000 hingga Rp 10.000, kini antara Rp 15.000 sampai Rp 18.000. Itu pun saat ini juga langka di pasaran. 

Wida sendiri mengaku kebutuhan oksigen yang dia beli hanya untuk kebutuhan menjaga kesehatan diri dan keluarganya. Sejak awal-awal Covid-19 dia telah rutin membeli oksigen. 

“Karena ini bagus untuk pernafasan dan meningkatkan cairan tubuh,” ujarnya. 

Diketahui, angka penularan Covid-19 di DKI Jakarta mengalami peningkatan yang signifikan dan bahkan tertinggi secara nasional.  

Pada Selasa (29/6/2021) kemarin, terjadi pertambahan kasus aktif sebanyak 7.379 orang, sehingga secara akumulasi kasus aktif mencapai 65.923 kasus.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Polda Metro Jaya Klaim Stok Tabung Oksigen di Jakarta Masih Tercukupi

Polda Metro Jaya Klaim Stok Tabung Oksigen di Jakarta Masih Tercukupi

Jakarta | Rabu, 30 Juni 2021 | 17:28 WIB

Pemilik Depot: Awal Pandemi Masker dan Hand Sanitizer yang Mahal, Kini Oksigen

Pemilik Depot: Awal Pandemi Masker dan Hand Sanitizer yang Mahal, Kini Oksigen

Jakarta | Rabu, 30 Juni 2021 | 15:46 WIB

Harga Tabung Oksigen di Tangsel Capai Rp 3 Juta

Harga Tabung Oksigen di Tangsel Capai Rp 3 Juta

Jakarta | Rabu, 30 Juni 2021 | 15:05 WIB

Terkini

Mahasiswa Geruduk DPRD Batam: Protes Data Center, Blackout hingga Karhutla

Mahasiswa Geruduk DPRD Batam: Protes Data Center, Blackout hingga Karhutla

Riau | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 08:52 WIB

Orang Dalam Berkhianat! Eks Satpam Dalangi Pencurian Kabel Rp480 Juta di Lampung Tengah

Orang Dalam Berkhianat! Eks Satpam Dalangi Pencurian Kabel Rp480 Juta di Lampung Tengah

Lampung | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 08:45 WIB

ICCN Sampaikan 10 Manifesto Suara Ekraf Indonesia Lewat Pertunjukan Teatrikal di WCCE 2026

ICCN Sampaikan 10 Manifesto Suara Ekraf Indonesia Lewat Pertunjukan Teatrikal di WCCE 2026

Lifestyle | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 08:30 WIB

Perhatikan Urutan Skincare, Ini 7 Cara Mencegah agar Sunscreen Tidak Pilling

Perhatikan Urutan Skincare, Ini 7 Cara Mencegah agar Sunscreen Tidak Pilling

Lifestyle | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 08:20 WIB

SGER Lunasi Obligasi Senilai Rp273,64 Miliar

SGER Lunasi Obligasi Senilai Rp273,64 Miliar

Bisnis | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 08:05 WIB

Belajar Atur Waktu Layar Anak Lewat Buku Cerita Gara-Gara Game Online

Belajar Atur Waktu Layar Anak Lewat Buku Cerita Gara-Gara Game Online

Your Say | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 08:04 WIB

Kali Bekasi Kembali Menghitam dan Berbusa

Kali Bekasi Kembali Menghitam dan Berbusa

Foto | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 08:00 WIB

Tak Sekadar Syarat Keberangkatan, Mengapa Pemeriksaan Kesehatan Calon Pekerja Migran Penting?

Tak Sekadar Syarat Keberangkatan, Mengapa Pemeriksaan Kesehatan Calon Pekerja Migran Penting?

Health | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 07:57 WIB

BMKG: Ada Potensi Hujan di Sumatra dan Kalimantan Hari Ini

BMKG: Ada Potensi Hujan di Sumatra dan Kalimantan Hari Ini

News | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 07:56 WIB

Riset: Adaptasi Hunian terhadap Panas Perkotaan Tentukan Masa Depan Kota di Asia Tenggara

Riset: Adaptasi Hunian terhadap Panas Perkotaan Tentukan Masa Depan Kota di Asia Tenggara

News | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 07:51 WIB

×