Peringatan Bagi Pengusaha, Luhut: Penuhi Hak Pekerja Saat PPKM Darurat

Erick Tanjung

Selasa, 13 Juli 2021 | 18:49 WIB
Peringatan Bagi Pengusaha, Luhut: Penuhi Hak Pekerja Saat PPKM Darurat
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan (Suara.com/Dwi Bowo Raharjo)

Suara.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan mengingatkan pengusaha untuk tidak melupakan hak-hak pekerja di tengah pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat atau PPKM Darurat.

Koordinator PPKM Darurat Jawa-Bali itu memahami pembatasan memberatkan pengusaha. Namun, ia meminta pengertian pengusaha untuk bisa menjalani kebijakan tersebut.

"Semua ini perlu pengorbanan dari kita semua. Dari para pengusaha, saya minta agar bisa mengatur tenaga kerja terutama yang terkena aturan 50 persen maksimal staf, sementara yang harus 100 persen Work From Home (WFH) tolong diperhatikan hak-hak para pekerja. Saya paham, betapa beratnya bagi para pengusaha tapi ini masalah kita ramai-ramai semua," kata Luhut dalam acara Deklarasi Gotong Royong yang dipantau virtual dari Jakarta, Selasa (13/7/2021).

Luhut menegaskan pengusaha untuk tidak melupakan hak-hak pekerja. Ia pun berjanji pemerintah akan membantu pihak-pihak yang terdampak negatif dari kebijakan PPKM darurat.

"Saya juga minta supaya kita semua jangan melupakan hak-hak pekerja kita dan saya berjanji akan mengoptimalkan sumber daya pemerintah untuk membantu pihak-pihak yang terdampak negatif dari PPKM darurat ini," ujarnya.

Luhut mengungkapkan telah mengatur pembicaraan dengan Menteri Keuangan dan Menko Perekonomian untuk bisa meringankan beban pihak-pihak yang terdampak PPKM darurat.

"Saya sudah atur pembicaraan dengan Ibu Menteri Keuangan dan Menko Perekonomian, soal bagaimana kita coba meringankan ini. Tentu kita akan cari masukan. Saya sudah bicara juga dengan beberapa teman-teman pengusaha, Kadin misalnya, untuk mengatasi ini," katanya.

Di sisi lain, Luhut menegaskan bahwa pemerintah akan konsisten terhadap implementasi PPKM darurat. Target pemerintah yakni dalam tiga minggu sudah harus ada penurunan (flattening) kasus Covid-19 mulai awal Agustus nanti.

"Kami konsisten terhadap implementasi PPKM darurat ini, dan selama 3 minggu kita harus melihat kasus ini mulai flattening dan menurun mulai awal Agustus dan kita mulai relaksasi jika tren kasus ini terus menurun dan BOR (Bed Occupancy Rate) tentu juga akan membaik," tuturnya.

baca juga

Oleh karena itu, Wakil Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC PEN) itu meminta para pekerja dan pengusaha untuk bersama-sama bergotong royong menaati kebijakan PPKM darurat, terutama mematuhi protokol kesehatan.

"Kunci yang utama menurut saya bukan obat, bukan vaksin, tapi protokol kesehatan dan kita harus paralel, untuk bisa mengontrol ke depan mengenai Covid ini," katanya. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mal PGC Ditutup, Tukang Servis HP Ngelapak di Jalan hingga Kucing-kucingan dengan Polisi

Mal PGC Ditutup, Tukang Servis HP Ngelapak di Jalan hingga Kucing-kucingan dengan Polisi

News | Selasa, 13 Juli 2021 | 18:29 WIB

Gelar Hajatan saat PPKM Darurat, Nasib Kades Temuguruh Banyuwangi Masih Didalami Polisi

Gelar Hajatan saat PPKM Darurat, Nasib Kades Temuguruh Banyuwangi Masih Didalami Polisi

Malang | Selasa, 13 Juli 2021 | 18:21 WIB

Pemerintah Buka Opsi Perpanjangan PPKM Darurat

Pemerintah Buka Opsi Perpanjangan PPKM Darurat

Foto | Selasa, 13 Juli 2021 | 18:39 WIB

Terkini

Review Once We Were Us: Saat Masa Depan Membawa Cinta ke Arah yang Berbeda

Review Once We Were Us: Saat Masa Depan Membawa Cinta ke Arah yang Berbeda

Your Say | Rabu, 21 Oktober 2026 | 12:00 WIB

5 Rekomendasi HP Murah Baterai 6000 mAh Fast Charging, Awet Seharian dan Cepat Terisi

5 Rekomendasi HP Murah Baterai 6000 mAh Fast Charging, Awet Seharian dan Cepat Terisi

Tekno | Rabu, 21 Oktober 2026 | 11:56 WIB

Shin Tae-yong Geleng-geleng Poin Persija Terancam Disunat Imbas Kericuhan Suporter

Shin Tae-yong Geleng-geleng Poin Persija Terancam Disunat Imbas Kericuhan Suporter

Bola | Rabu, 21 Oktober 2026 | 11:55 WIB

Arti Mimpi Melihat Buaya di Air Keruh Menurut Islam dan Primbon, Waspada Musuh dalam Selimut?

Arti Mimpi Melihat Buaya di Air Keruh Menurut Islam dan Primbon, Waspada Musuh dalam Selimut?

Lifestyle | Rabu, 21 Oktober 2026 | 11:55 WIB

Urgensi Tata Kelola Energi: Mengurai Akar Masalah Kelangkaan BBM yang Lumpuhkan Bali

Urgensi Tata Kelola Energi: Mengurai Akar Masalah Kelangkaan BBM yang Lumpuhkan Bali

Your Say | Rabu, 21 Oktober 2026 | 11:53 WIB

Sindikat Suntik Gas Melon Pasuruan-Surabaya Digulung Polisi: 8 Orang Ditangkap

Sindikat Suntik Gas Melon Pasuruan-Surabaya Digulung Polisi: 8 Orang Ditangkap

Jatim | Rabu, 21 Oktober 2026 | 11:52 WIB

Xiaomi 18 Pro Max Disebut Lebih Mahal dari iPhone 18 Pro Max, Ini Bocoran Harganya

Xiaomi 18 Pro Max Disebut Lebih Mahal dari iPhone 18 Pro Max, Ini Bocoran Harganya

Tekno | Rabu, 21 Oktober 2026 | 11:52 WIB

Nordberg Medical, Biotech Inovatif Asal Swedia Membawa Terobosan Proses Bioteknologi ke Indonesia

Nordberg Medical, Biotech Inovatif Asal Swedia Membawa Terobosan Proses Bioteknologi ke Indonesia

Lifestyle | Rabu, 21 Oktober 2026 | 11:52 WIB

Minat Perawatan Kecantikan Kolagen Meningkat, Mengapa Pemahaman Perempuan Masih Rendah?

Minat Perawatan Kecantikan Kolagen Meningkat, Mengapa Pemahaman Perempuan Masih Rendah?

Lifestyle | Rabu, 21 Oktober 2026 | 11:49 WIB

WCCE 2026 Digelar, RI Incar Kerja Sama Bisnis Ekonomi Kreatif dengan 65 Negara

WCCE 2026 Digelar, RI Incar Kerja Sama Bisnis Ekonomi Kreatif dengan 65 Negara

Bisnis | Rabu, 21 Oktober 2026 | 11:47 WIB

×