alexametrics

Meriung di Istana, Jokowi Bahas 5 Topik Ini di Depan Bos-bos Parpol Koalisi

Agung Sandy Lesmana | Bagaskara Isdiansyah
Meriung di Istana, Jokowi Bahas 5 Topik Ini di Depan Bos-bos Parpol Koalisi
Meriung di Istana, Jokowi Bahas 5 Topik Ini di Depan Bos-bos Parpol Koalisi. Presiden Jokowi

"...Pertemuan dilakukan dengan penuh keakraban namun dengan penuh fokus dengan lima topik pembicaraan."

Suara.com - Sekretaris Jenderal DPP Partai Nasdem, Johnny G Plate membeberkan isi pertemuan antara petinggi partai politik koalisi pemerintah dengan Presiden Joko Widodo di Istana, Jakarta, Rabu (25/8/2021). Menurutnya ada 5 topik yang menjadi pembahasan dalam pertemuan tersebut. 

"Pertemuan dibuka oleh bapak presiden, diawali pengantar bapak Pesiden (Jokowi) yang menyampaikan fokus-fokus pembicaraan. Pertemuan dilakukan dengan penuh keakraban namun dengan penuh fokus dengan lima topik pembicaraan," kata Johnny dalam konferensi pers usai pertemuan di Jakarta, Rabu (25/8/2021). 

Pembahasan pertama, kata Johnny, terkait perkembangan dan evaluasi pegangan covid-19. Dalam soal ini pembahasan dimulai dari tantangan hingga bagaimana pencapaian dalam usaha mengakhiri pandemi. 

Kedua, terkait dengan perekonomian nasional, pencapaian makro ekonomi nasional dan tantangan makro ekonomi nasional. 

Baca Juga: Ikut Diundang ke Istana, Nasdem Sebut PAN Sahabat Baru Koalisi Parpol Jokowi - Ma'ruf

"Melalui kerja keras keras di tahun 2021 terlihat tanda-tanda penanganan ekpnomi kita, yang kuartal 1 kontranski 0,7% kuartal 2 tumbuh 7,7 persen, harapannya pertumbuhan bisa dipertahankan di kuartal 3 dan kuartal 4," tuturnya. 

Topik bahasan yang ketiga yakni terkait dengan startegi ekonomi dan bisnis negara. Johnny mengatakan, Jokowi dalam pertemuan tersebut meminta koalisi bisa kompak mendukung kebijakan ekonomi berbasis produksi dan produktif.

Kemudian yang keempat, terkait dengan ketatanegaraan. Menurutnya, otonomi daerah dan sistem pemerintah sebagai dampak dari covid dibutuhkan kecepatan-kecepatan pengambilan keputusan, tantangan-tantangan dari kebijakan-kebijakan sistem pemerintahan dan otonomi daerah yang saat ini di masa pandemi. 

"Kelima terkait Ibu Kota Negara, kita menyadari kita masih dalam tahap pandemi covid-19 tantangan ekonomi yang besar. Kita tetap perlu memikirkan ibu kota negara baru dengan memperhatikan ibu kota negara saat ini Jakarta dengan tantangan dan problematika yang sangat kompleks dan berbagai masukan," tuturnya. 

"Perpindahan ibu kota negara tidak akan berlangsung hari ini, yang dilakukan pertama kesiapan legislasi yang memadai, pembangunan ibu kota negara yang cocok yang dilakukan bersama-sama dengan partai koalisi," sambungnya. 

Baca Juga: Diam-diam Ketum PAN Ikut Pertemuan Petinggi Parpol Pendukung Jokowi di Istana

Lebih lanjut, Johnny mengatakan Jokowi memberikan pengantar dalam pertemuan tersebut kemudian ditanggapi oleh Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri dan diakhiri oleh Ketua Umum DPP Partai Nasdem Surya Paloh. 

Komentar