alexametrics

Viral Santri Tutup Kuping, Gus Jazil PKB: Bukan Masalah, Mungkin Selera Musiknya Berbeda

Agung Sandy Lesmana | Novian Ardiansyah
Viral Santri Tutup Kuping, Gus Jazil PKB: Bukan Masalah, Mungkin Selera Musiknya Berbeda
Viral Santri Tutup Kuping, Gus Jazil PKB: Bukan Masalah, Mungkin Selera Musiknya Berbeda. Santri yang menutup telinga saat mendengar musik [instagram]

"...Mungkin lagunya kurang cocok untuk telinga para santri."

Suara.com - Wakil Ketua MPR dari Fraksi PKB Jazilul Fawaid mengatakan sikap menutup telinga yang dilakukan para santri ketika mendengar musik dalam kegiatan vaksinasi, bukan menjadi suatu masalah.

Gus Jazil sapaan akrabnya menilai bahwa persoalan menutup telinga yang dilakukan para santri kemungkinan hanya soal selera musik yang berbeda.

"Itu bukan masalah, soal selera musik saja. Tiap orang selera musiknya juga berbeda. Mungkin lagunya kurang cocok untuk telinga para santri," kata Gus Jazil kepada wartawan, Rabu (15/9/2021).

Lebih lanjut menurut Gus Jazil seharusnya petugas vaksinasi dapat memahami tindakan menutup telinga para santri. Caranya, kata dia ialah dengan mematikan musik maupun menggantinya dengan suara yang memang akrab didengar para santri.

Baca Juga: Viral Santri Enggan Dengar Musik, Yenny Wahid Jelaskan soal Penghafal Quran

"Petugas mestinya memahami itu, kenapa tidak dimatikan saja atau diganti lagu atau bunyi yang akrab di telinga para santri," kata Gus Jazil.

Reaksi Putri Gus Dur

Video mengenai puluhan santri yang menutup kuping saat mendengar musik di lokasi vaksinasi terus mendapat sorotan. Salah satunya dari putri Gus Dur yakni Yenny Wahid.

Seperti diketahui sebuah video yang memperlihatkan puluhan santri menutup kuping saat mendengar musik di lokasi vaksinasi viral di media sosial.

Video itu menjadi perdebatan, ada yang menyayangkan kenapa yang dibahas justru soal sikap santrinya bukan kegiatan vaksinnya. Sedangkan yang lain menyorot soal sikap santri tersebut yang dinilai lebay.

Baca Juga: TEGAS! Sujiwo Tejo Soal Santri Tak Mau Dengar Musik: Kubela yang Tak Mau Mendengar Musik

Selain dari para politisi dan MUI, tanggapan mengenai video santri yang menutup kuping itu belakangan juga datang dari Yenny Wahid.

Direktur Wahid Institute tersebut memberikan dua catatan di balik polemik sikap para santri tersebut yang dituding radikal.

"1. Saya senang para gurunya mengatur agar mereka divaksinasi. Dengan divaksin, mereka bukan saja melindungi dirinya tetapi juga orang-orang disekelilingnya dari ancaman covid 19," tulisnya.

"2. Menghafal Quran bukan pekerjaan yang mudah. kawan baik saya, Gus Fatir dari pesantren @ponpespi_alkenaniyah belajar menghafal AlQuran sejak usia 5 th. Beliau mengatakan bahwa memang dibutuhkan suasana tenang dan hening agar lebih bisa berkonsentrasi dalam upaya menghafal Quran. Jadi kalau anak-anak ini oleh gurunya diprioritaskan untuk fokus pada penghafalan Quran dan diminta untuk tidak mendengar musik, itu bukanlah indikator bahwa mereka radikal," tambahnya.

Lebih lanjut, putri sulung Gus Dur tersebut meminta semua pihak untuk bersikap bijaksana dalam menanggapi suatu fenomena atau peristiwa.

Ia mengingatkan jangan mudah untuk memberi label pada seseorang itu radikal atau kafir.

"Yuk kita lebih proporsional dalam menilai orang lain. Janganlah kita dengan gampang memberi cap seseorang itu radikal, seseorang itu kafir dll. Menyematkan label pada orang lain hanya akan membuat masyarakat terbelah. Mari kita belajar untuk lebih saling mengerti satu sama lain, dan itu bisa dimulai dengan memahami dan menerima bahwa nilai yang kita anut tidak perlu sama untuk bisa tetap bersatu sebagai bangsa Indonesia. Buat adik-adik ma'had tahfidz, semangat terus ya dalam upaya menghafal Al Quran. Semoga Allah SWT memberikan barokah berlimpah untuk kalian semua," tukasnya.