Jokowi Sebut Deforestasi dan Kebakaran Hutan Turun 82 Persen, Greenpeace: Omong Kosong

Chandra Iswinarno, Ummi Hadyah Saleh

Selasa, 02 November 2021 | 16:52 WIB
Jokowi Sebut Deforestasi dan Kebakaran Hutan Turun 82 Persen, Greenpeace: Omong Kosong
Dua hektare lahan gambut di Kampung Bunsur, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak terbakar. Lokasi kebakaran lahan dan hutan tersebut berada di sekitar kebun sawit. [Manggala Agni/Istimewa]

Suara.com - Aktivis lingkungan Greenpeace Indonesia Iqbal Damanik menyebut pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokow) di KTT COP 26 yang mengklaim keberhasilan Indonesia seperti deforestasi dan penurunan kebakaran hutan di Indonesia adalah omong kosong.

Iqbal mengatakan, pihaknya mencatat deforestasi di Indonesia tetap tinggi dalam 10 tahun terakhir.

"Klaim -klaim Jokowi misalnya soal deforestasi. Kita mencatat bahwa dalam 10 tahun terakhir itu, sebenarnya deforestasi tetap tinggi ya di 2011-2019 prestasi mencapai angka 4,8 juta lebih besar dari pada 10 tahun sebelumnya di tahun 2003 sampai 2011 yaitu 2,45 juta," ujar Iqbal dalam konferensi pers tanggapan Pidato Presiden Joko Widodo pada KTT COP 26 pada Senin (2/11/2021).

Artinya, kata Iqbal, deforestasi di Indonesia juga tak bisa ditangani dengan dengan dengan baik.  

Bahkan, Iqbal menuturkan di dalam perencanaan yang low carbon di dalam Long-Term Strategy for Low Carbon and Climate Resilence (LTS-LCCR), masih ada kemungkinan yang terjadinya deforestasi sebesar 6 juta hektar. 

"Dan ini yang kita harapkan diomongkan oleh Jokowi pada COP 26 kemarin tidak diomongkan, bahwa Indonesia akan zero deforestasi, Indonesia tetap akan ada melakukan peralihan lahan hutan primer, dibuka menjadi perkebunan bahkan  pertambangan," katanya.

Tak hanya itu, Iqbal juga menilai pernyataan Jokowi lucu karena mengklaim penurunan kebakaran hutan sebesar 82 persen. 

Pasalnya kata Iqbal, penurunan kebakaran hutan dan lahan pada 2015 sampai 2016 lebih baik yakni mencapai 83 persen dibandingkan tahun 2020.

"Agak lucu, ketika Jokowi mengklaim bahwa 2021 atau dari 2020 terjadi penurunan klaim angka kebakaran hutan 82 persen. Nah, ini adalah 1 ficking dari dari data yang tidak lengkap, jika dibandingkan dengan apa yang terjadi  dari 2015 ke 2016 penurunan karhutla juga terjadi 83 persen, satu persen lebih baik dari pada tahun 2020," katanya.

baca juga

Iqbal menuturkan artinya pada tahun 2015, angka deforestasi juga tinggi. Bahkan, jika dibandingkan lagi, angka kebakaran hutan pada tahun 2020 hampir mencapai 300 ribu hektare.

Pada tahun 2017 kata Iqbal, Indonesia pernah menekan angka deforestasi sekitar 170.000 hektare.

"Artinya, apa di sini sebenarnya intervensi kebijakan terhadap kebakaran hutan itu tidak optimal, tapi betul-betul deforestasi turun pada saat musim basah atau Elnina tidak terjadi di Indonesia atau bisa kita katakan bahwa intervensi bahwa Indonesia tidak tidak melakukan apa-apa terhadap penjagaan hutan," kata Iqbal.

Lebih lanjut, Iqbal menyebut di tahun 2021 ini terdapat beberapa perusahaan yang sebelumnya terbakar 2015-2019, kemudian terbakar lagi tahun 2021. Iqbal menuturkan hal tersebut terjadi di beberapa titik seperti di Sumatera Selatan dan Kalimantan Barat.

Sehingga, ia menyebut keberhasilan yang diklaim Jokowi seluruhnya adalah omong kosong. 

"Di beberapa titik misalnya kita dapat lihat di Sumatera Selatan di Kalimantan barat, artinya kebakaran hutan tidak bisa diklaim oleh Jokowi sebagai sebagai keberhasilan. Boleh dikatakan, klaim-klaim Jokowi seluruhnya adalah omong kosong," katanya. 

Sebelumnya, Jokowi menyebut dengan potensi alam yang begitu besar, Indonesia terus memberikan konstribusinya dalam penanganan perubahan iklim. Bahkan, kata Jokowi, kebakaran hutan di Indonesia turun 82 persen di tahun 2020.

"Dengan potensi alam yang begitu besar, Indonesia terus berkontribusi dalam penanganan perubahan iklim. Laju deforestasi turun signifikan, terendah dalam 20 tahun terakhir. Kebakaran hutan turun 82 persen pada 2020," kata Jokowi dalam KTT Pemimpin Dunia tentang Perubahan Iklim atau COP26 di Scottish Event Campus, Glasgow, Skotlandia, Senin (1/11/2021).

Tak hanya itu, Indonesia diklaim Jokowi juga telah memulai rehabilitasi hutan mangrove seluas 600.000 hektare sampai 2024, terluas di dunia. Jokowi juga mengatakan Indonesia telah merehabilitasi 3 juta lahan kritis antara 2010-2019. 

"Sektor yang semula menyumbang 60 persen emisi Indonesia, akan mencapai carbon net sink selambatnya tahun 2030," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Di KTT COP26, Jokowi Sebut Kebakaran Hutan Indonesia Turun 82 Persen Di Tahun 2020

Di KTT COP26, Jokowi Sebut Kebakaran Hutan Indonesia Turun 82 Persen Di Tahun 2020

News | Selasa, 02 November 2021 | 09:06 WIB

Peladang Minta DPRD Kalbar Diminta Hentikan Pembahasan Raperda Pengendalian Karhutla

Peladang Minta DPRD Kalbar Diminta Hentikan Pembahasan Raperda Pengendalian Karhutla

Kalbar | Senin, 01 November 2021 | 19:41 WIB

Waspada La Nina, KLHK Tetap Antisipasi Kebakaran Hutan dan Lahan

Waspada La Nina, KLHK Tetap Antisipasi Kebakaran Hutan dan Lahan

Kalbar | Jum'at, 29 Oktober 2021 | 14:41 WIB

Terkini

5 Peserta SPPI Tewas, TB Hasanuddin Desak Latihan Militer Calon Manajer Koperasi Dihentikan

5 Peserta SPPI Tewas, TB Hasanuddin Desak Latihan Militer Calon Manajer Koperasi Dihentikan

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 16:42 WIB

Warga Keluhkan Dentuman Kembang Api di Prambanan, Kades Sebut Acara Pre-Wedding Sespri Prabowo

Warga Keluhkan Dentuman Kembang Api di Prambanan, Kades Sebut Acara Pre-Wedding Sespri Prabowo

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 16:32 WIB

5 Peserta SPPI Tewas, Kemhan Evaluasi Total Program Latsarmil

5 Peserta SPPI Tewas, Kemhan Evaluasi Total Program Latsarmil

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 16:25 WIB

Bukan Untuk Cetak Tentara, Kemhan Ungkap Misi Utama Latsarmil Calon Manajer Kopdes

Bukan Untuk Cetak Tentara, Kemhan Ungkap Misi Utama Latsarmil Calon Manajer Kopdes

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 15:40 WIB

Dinilai Punya Kepribadian Baik, Uya Kuya Bakal Pimpin PAN Jakarta

Dinilai Punya Kepribadian Baik, Uya Kuya Bakal Pimpin PAN Jakarta

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 15:00 WIB

Jawab Prabowo Soal Tidak Bisa Bikin Mobil Sendiri, UGM: Kuncinya di Keberpihakan Pemerintah

Jawab Prabowo Soal Tidak Bisa Bikin Mobil Sendiri, UGM: Kuncinya di Keberpihakan Pemerintah

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 14:28 WIB

Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan

Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 13:53 WIB

Mahfud MD Soroti Kemunduran Demokrasi, Sebut Politik Uang Gerus Penegakan Hukum

Mahfud MD Soroti Kemunduran Demokrasi, Sebut Politik Uang Gerus Penegakan Hukum

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 12:57 WIB

Panas Lagi! AS Luncurkan Serangan Balasan ke Iran Usai Insiden di Selat Hormuz

Panas Lagi! AS Luncurkan Serangan Balasan ke Iran Usai Insiden di Selat Hormuz

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 12:15 WIB

Jokowi Mulai Safari Politik, PAN Merasa Tak Terancam: Kami Tunggu PSI Lolos ke Senayan

Jokowi Mulai Safari Politik, PAN Merasa Tak Terancam: Kami Tunggu PSI Lolos ke Senayan

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 12:08 WIB

×