Pembunuhan Jurnalis DW di Bangladesh 10 Tahun Lalu Masih Menjadi Misteri

Siswanto, Deutsche Welle

Jum'at, 11 Februari 2022 | 12:27 WIB
Pembunuhan Jurnalis DW di Bangladesh 10 Tahun Lalu Masih Menjadi Misteri
DW

"Sepertinya pembunuhnya sangat kuat. Dan tidak ada yang mau mengidentifikasi mereka. Bahkan wartawan belum melakukan penyelidikan mendalam tentang itu," tambahnya.

Roman mengingat kembali, saat kejadian pembunuhan, hanya dua laptop dan telepon yang hilang, para pembunuh tidak mengambil barang berharga lainnya dari apartemen yang berada di tengah-tengah pemukiman padat.

Putra tunggal pasangan itu, sedang tidur di kamarnya saat tragedi itu terjadi.

"Para pembunuh membawa laptop dan ponsel Sarowar setelah pembunuhan. Secara misterius, mereka tidak mengambil ponsel Runi atau barang berharga lainnya dari apartemen," kata Roman.

"Sarowar menggunakan perangkat itu untuk pekerjaan jurnalistiknya," tambahnya.

Daniel Bastard, Kepala Organisasi Hak Asasi Reporters Without Borders (RSF) yang berbasis di Paris, yakin pemerintah negara mayoritas Muslim itu belum bertindak banyak untuk menyelesaikan kasus ini.

"Ada dua hipotesis yang tidak bertentangan: Di satu sisi, jelas ada kesalahan manajemen oleh kepolisian, kejaksaan, dan akhirnya, oleh pemerintah," katanya kepada DW.

"Di sisi lain, kecurigaan sangat tinggi mengenai motif di balik pembunuhan itu, dan hubungannya dengan pekerjaan investigasi kedua jurnalis itu, dimulai dengan [pekerjaan mereka] hingga pada korupsi tingkat tinggi," tambahnya.

Meningkatnya ketakutan di kalangan jurnalis

baca juga

Kebebasan pers di Bangladesh berubah secara signifikan selama dekade terakhir setelah pembunuhan pasangan itu.

Pekerja media menjadi takut karena pembunuhan tersebut masih belum terpecahkan, meskipun muncul protes menuntut keadilan bagi pasangan itu.

Sejumlah jurnalis membatasi pekerjaan investigasi mereka dan memilih swasensor selama beberapa tahun terakhir.

"Pihak berwenang harus memberikan penjelasan mengapa penyelidikan pembunuhan Sagar Sarowar dan Meherun Runi memakan waktu begitu lama dan tetap tidak memberikan hasil bahkan setelah lebih dari satu dekade," kata Smriti Singh, Wakil Direktur Regional Amnesty International untuk Asia Selatan, kepada DW.

"Kegagalan yang berulang untuk mengidentifikasi mereka yang bertanggung jawab tidak hanya mengikis kepercayaan orang-orang terhadap penegakan hukum dan sistem peradilan, tetapi juga menunjukkan kurangnya akuntabilitas pihak berwenang," kata Singh.

"Ketidakjelasan pengusutan kasus yang berkepanjangan, membuat rasa takut di kalangan jurnalis meningkat atas pekerjaan mereka, dan kurangnya perlindungan yang diberikan negara kepada jurnalis," tambah Singh.

Bastard menunjukan poin Bangladesh turun delapan posisi dalam Indeks Kebebasan Pers Dunia RSF sejak 2013, dari 144 menjadi 152.

"Tentu saja, ini bukan hanya karena pembunuhan 11 Februari 2012. Namun, impunitas yang berlangsung selama kasus ini tidak terungkap menjadi kecenderungan merosotnya tingkat kebebasan pers di Bangladesh," kata Bastard.

Jurnalis terus menuntut keadilan

Jurnalis lokal terus menuntut keadilan bagi rekan-rekan mereka. Farida Yasmin, Presiden Klub Pers Bangladesh, mengatakan apa yang dia lihat sebagai budaya impunitas atas kelalaian pihak berwenang untuk menemukan petunjuk bukti pembunuhan.

"Tidak hanya kasus pembunuhan pasangan itu, tetapi banyak insiden penyerangan lainnya terhadap jurnalis juga masih belum terpecahkan. Jurnalis sering tidak mendapatkan keadilan," katanya kepada DW.

"Selain polisi, jurnalis investigasi bisa saja menyelidiki pembunuhan itu, tetapi mereka juga tidak melakukannya," tambah Yasmin.

Setelah kepolisian gagal menyelesaikan kasus tersebut, pasukan elit kepolisian Batalyon Aksi Cepat (RAB) mengambil alih tugas untuk menyelidiki pembunuhan tersebut.

Namun, sudah lewat 85 hari untuk menghasilkan laporan investigasi di hadapan pengadilan di Dhaka.

Juru bicara organisasi Hukum dan Media mengatakan perlu lebih banyak waktu untuk menyelesaikan pembunuhan itu. "Kami telah menginterogasi sekitar 160 orang terkait pembunuhan itu dalam beberapa tahun terakhir.

Kami bahkan membawa delapan dari mereka untuk ditahan. Namun, motif di balik pembunuhan itu belum ditemukan," kata juru bicara itu kepada DW.

Sementara itu, Saleha Munir, ibunda Sagar Sarowar, mengaku kehilangan harapan untuk mendapatkan keadilan bagi putra dan menantunya. "Saya tidak tahu apa-apa tentang pembunuhan itu. Saya hanya ingin tahu kebenarannya, apa pun itu, sebelum kematian saya," katanya. (bh/ha)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tak Lagi Asal Jalan: Standar Keamanan Jip Bromo Akan Segera Diperketat

Tak Lagi Asal Jalan: Standar Keamanan Jip Bromo Akan Segera Diperketat

Your Say | Sabtu, 27 Juni 2026 | 10:53 WIB

Pemerintah Diminta Perhatikan Dampak Ekonomi dalam Pembuatan Aturan soal Industri Rokok

Pemerintah Diminta Perhatikan Dampak Ekonomi dalam Pembuatan Aturan soal Industri Rokok

Bisnis | Sabtu, 27 Juni 2026 | 10:47 WIB

Ucapan 'Adikku Sayang' Berujung Penganiayaan Caddy Golf, Pelaku Dibekuk di Lampung

Ucapan 'Adikku Sayang' Berujung Penganiayaan Caddy Golf, Pelaku Dibekuk di Lampung

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 10:29 WIB

Hadirkan Jirayut, Film Cek Khodam Padukan Unsur Mistis Lokal dan Komedi Khas Thailand

Hadirkan Jirayut, Film Cek Khodam Padukan Unsur Mistis Lokal dan Komedi Khas Thailand

Entertainment | Sabtu, 27 Juni 2026 | 10:21 WIB

Merdeka Gold Resources Ukir Sejarah, Saham EMAS Resmi Melantai di Bursa Hong Kong

Merdeka Gold Resources Ukir Sejarah, Saham EMAS Resmi Melantai di Bursa Hong Kong

Bisnis | Sabtu, 27 Juni 2026 | 10:18 WIB

Open House Sekolah Rakyat Surabaya, Orang Tua Terharu Lihat Perkembangan Siswa

Open House Sekolah Rakyat Surabaya, Orang Tua Terharu Lihat Perkembangan Siswa

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 10:14 WIB

3 HP Oppo A Series dengan Chipset Snapdragon Paling Worth It Harga Rp1 Jutaan

3 HP Oppo A Series dengan Chipset Snapdragon Paling Worth It Harga Rp1 Jutaan

Tekno | Sabtu, 27 Juni 2026 | 10:05 WIB

1 Tahun Sekolah Rakyat, Wamensos: Alhamdulillah Cukup Berhasil

1 Tahun Sekolah Rakyat, Wamensos: Alhamdulillah Cukup Berhasil

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 10:03 WIB

Bukan Sekadar Kunjungan Biasa, Jokowi Ungkap Alasan Hadiri Rakorda PSI di Lampung

Bukan Sekadar Kunjungan Biasa, Jokowi Ungkap Alasan Hadiri Rakorda PSI di Lampung

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:56 WIB

Dampak Mengerikan Gempa Venezuela, Korban Tewas Bertambah Jadi 589 Orang

Dampak Mengerikan Gempa Venezuela, Korban Tewas Bertambah Jadi 589 Orang

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:32 WIB

Terkini

Bukan Untuk Cetak Tentara, Kemhan Ungkap Misi Utama Latsarmil Calon Manajer Kopdes

Bukan Untuk Cetak Tentara, Kemhan Ungkap Misi Utama Latsarmil Calon Manajer Kopdes

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 15:40 WIB

Dinilai Punya Kepribadian Baik, Uya Kuya Bakal Pimpin PAN Jakarta

Dinilai Punya Kepribadian Baik, Uya Kuya Bakal Pimpin PAN Jakarta

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 15:00 WIB

Jawab Prabowo Soal Tidak Bisa Bikin Mobil Sendiri, UGM: Kuncinya di Keberpihakan Pemerintah

Jawab Prabowo Soal Tidak Bisa Bikin Mobil Sendiri, UGM: Kuncinya di Keberpihakan Pemerintah

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 14:28 WIB

Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan

Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 13:53 WIB

Mahfud MD Soroti Kemunduran Demokrasi, Sebut Politik Uang Gerus Penegakan Hukum

Mahfud MD Soroti Kemunduran Demokrasi, Sebut Politik Uang Gerus Penegakan Hukum

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 12:57 WIB

Panas Lagi! AS Luncurkan Serangan Balasan ke Iran Usai Insiden di Selat Hormuz

Panas Lagi! AS Luncurkan Serangan Balasan ke Iran Usai Insiden di Selat Hormuz

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 12:15 WIB

Jokowi Mulai Safari Politik, PAN Merasa Tak Terancam: Kami Tunggu PSI Lolos ke Senayan

Jokowi Mulai Safari Politik, PAN Merasa Tak Terancam: Kami Tunggu PSI Lolos ke Senayan

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 12:08 WIB

Batas Penghasilan MBR Rp8 Juta Tak Cukup, Pemerintah Harus Tekan Biaya Hidup

Batas Penghasilan MBR Rp8 Juta Tak Cukup, Pemerintah Harus Tekan Biaya Hidup

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 11:38 WIB

Ucapan 'Adikku Sayang' Berujung Penganiayaan Caddy Golf, Pelaku Dibekuk di Lampung

Ucapan 'Adikku Sayang' Berujung Penganiayaan Caddy Golf, Pelaku Dibekuk di Lampung

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 10:29 WIB

Open House Sekolah Rakyat Surabaya, Orang Tua Terharu Lihat Perkembangan Siswa

Open House Sekolah Rakyat Surabaya, Orang Tua Terharu Lihat Perkembangan Siswa

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 10:14 WIB

×