Masuki Musim Hujan, Menkes Ingatkan Bahaya Demam Berdarah dan Tetap Taat Prokes

Fabiola Febrinastri, Iman Firmansyah

Senin, 21 Februari 2022 | 09:24 WIB
Masuki Musim Hujan, Menkes Ingatkan Bahaya Demam Berdarah dan Tetap Taat Prokes
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. (Dok: YouTube/ Sekretariat Kabinet RI)

Suara.com - Di masa pandemi, masyarakat diharapkan untuk tetap waspada terhadap ancaman penyakit lain, apalagi di akhir tahun dan awal tahun hadir juga musim penghujan dan pancaroba, sehingga kita perlu meningkatkan kewaspadaan. Pasalnya, pergantian musim tersebut datang bersamaan dengan penyakit yang mengintai kesehatan kita dan keluarga.

Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin meminta masyarakat untuk mencegah bahaya berbagai penyakit di musim hujan, seperti flu dan demam berdarah, yang ditambah dengan pandemi dengan terus menjaga protokol kesehatan.

Menurutnya, meskipun sedang musim hujan dan banyak penyakit mengintai, masyarakat tetap bisa beraktivitas dengan normal asalkan patuh pada protokol kesehatan dan menjaga daya tahan tubuh dengan tidak memaksakan bepergian jika cuaca sedang hujan.

“Kalau sekarang lagi musim hujan dan kita lagi musim flu, maka jangan keluar hujan-hujan. Kalau terpaksa harus keluar hujan-hujanan, pakai payung atau jas hujan,” ujarnya, dalam konferensi pers virtual, beberapa waktu lalu.

Ia pun mengingatkan tentang bahaya demam berdarah yang sering muncul saat musim penghujan. Ia minta agar masyarakat tidak selalu pergi ke tempat terbuka, seperti taman dan jangan lupa untuk membersihkan rumah dengan semprotan anti nyamuk.

Selain dengan mewaspadai penyakit lain di musim hujan, Menkes juga terus mengimbau masyarakat, agar tidak melupakan langkah-langkah penting dalam menghindari Virus Covid-19, yaitu melengkapi vaksinasi I dan II, serta ditambah satu dosis booster.

“Tetap prokes, masker tetap dipakai, vaksin dilengkapi. Kalau sudah dijalani, tetaplah hidup normal, boleh kerja, boleh ke mal. Tapi jangan lupa, sekarang Covid-19 masih mengintai, pakai masker dan vaksinasinya dikejar," pungkas Menkes.

Pilih Bahan Alami Pengusir Nyamuk
Sementara itu, sebagai langkah pencegahan demam berdarah di musim hujan, selain menerapkan kebersihan di rumah dengan pencegahan utama melalui 3 M, yakni menguras, menutup dan mendaur ulang, masyarakat disarankan menggunakan produk-produk pengusir nyamuk. Agar keluarga dan anak-anak tetap aman terjaga, sebaiknya pilih produk dengan bahan alami.

Beberapa produk yang bisa dipilih adalah dari Enesis Group. Soffel dari Enesis Group bisa dioleskan ke tubuh. Produk lain yang ditawarkan adalah dengan menyemprotkan semprotan anti nyamuk, yaitu dengan Force Magic.

baca juga
Pencegahan terhadap demam berdarah. (Dok: Enesis)
Pencegahan terhadap demam berdarah. (Dok: Enesis)

Soffell Alamia dari Enesis tidak membuat kulit lengket, tidak kering. Lotion anti nyamuk ini terbuat dari 100% daun alami. Aroma wanginya tidak disukai nyamuk, sehingga nyamuk tidak mau menghampiri. Produk ini aman digunakan seluruh keluarga, termasuk anak-anak.

Ada dua pilihan Soffell Alamia, yaitu Soffell Alamia Geranium dan Soffell Alamia Yuzu Tea Tree. Cukup oleskan Soffell di pagi dan sore hari untuk mencegah gigitan nyamuk demam berdarah. Soffell juga bisa digunakan dengan cara menyemprotkan langsung ke tubuh untuk perlindungan dari gigitan nyamuk.

Produk lain yang bisa digunakan untuk mengusir nyamuk demam berdarah adalah
Forcemagic. Forcemagic merupakan obat nyamuk aerosol 2 in 1, yang terbuat dari bunga krisan, sehingga aromanya menyegarkan dan tak membuat sesak napas. Obat nyamuk aerosol Forcemagic aman digunakan dan tidak akan menempel di bantal ketika disemprotkan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Waspada! Kasus DBD di Pekanbaru Meningkat, Satu Warga Meninggal

Waspada! Kasus DBD di Pekanbaru Meningkat, Satu Warga Meninggal

Riau | Minggu, 20 Februari 2022 | 21:20 WIB

7 Tanaman Pengusir Nyamuk, Cegah Penyakit dan Tampilannya Bikin Ruangan Jadi Lebih Cantik

7 Tanaman Pengusir Nyamuk, Cegah Penyakit dan Tampilannya Bikin Ruangan Jadi Lebih Cantik

Lifestyle | Sabtu, 19 Februari 2022 | 21:41 WIB

4 Cara yang Wajib dilakukan Mencegah Demam Berdarah

4 Cara yang Wajib dilakukan Mencegah Demam Berdarah

Your Say | Jum'at, 18 Februari 2022 | 16:06 WIB

Menkes: Warga yang Belum Vaksin Covid-19 Dosis Kedua di Atas 6 Bulan Harus Diulang Vaksinasinya

Menkes: Warga yang Belum Vaksin Covid-19 Dosis Kedua di Atas 6 Bulan Harus Diulang Vaksinasinya

News | Senin, 14 Februari 2022 | 18:40 WIB

Kasus Demam Berdarah di Pandeglang Melonjak, Sejak Januari Sudah Ada 70 Kasus

Kasus Demam Berdarah di Pandeglang Melonjak, Sejak Januari Sudah Ada 70 Kasus

Banten | Senin, 14 Februari 2022 | 14:59 WIB

Musim Penghujan Waspada Jamur Hitam, Bisa Menyebabkan Sejumlah Masalah Kesehatan

Musim Penghujan Waspada Jamur Hitam, Bisa Menyebabkan Sejumlah Masalah Kesehatan

Health | Kamis, 10 Februari 2022 | 08:28 WIB

Terkini

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Jawa Tengah | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:50 WIB

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:49 WIB

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:21 WIB

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:11 WIB

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:04 WIB

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

×