Keputusan Larangan Ekspor Minyak Sawit Mentah RI Membuat Dunia Kelabakan

Siswanto, ABC

Selasa, 26 April 2022 | 11:14 WIB
Keputusan Larangan Ekspor Minyak Sawit Mentah RI Membuat Dunia Kelabakan
Tandan kelapa sawit, salah satu hasil perkebunan di Kaltim. [ANTARA]

Suara.com - Keputusan Indonesia menghentikan ekspor minyak kelapa sawit mulai 28 April akan berpengaruh besar bagi harga minyak nabati di seluruh dunia yang sudah mengalami kekurangan karena faktor cuaca dan juga invasi Rusia ke Ukraina.

Laporan kantor berita Reuters mengutip kalangan industri minyak nabati menyebutkan larangan ekspor akan berpengaruh terhadap harga minyak lain seperti sawit, minyak kedelai, minyak bunga matahari dan minyak nabati lainnya.

Harga makanan di Asia dan Afrika diperkirakan ikut naik karena banyak produksi makanan yang menggunakan minyak nabati dalam proses produksinya.

"Keputusan Indonesia tidak saja mempengaruhi ketersediaan minyak sawit namun juga minyak sayur di seluruh dunia," kata James Fry, direktur lembaga konsultasi komoditi LMC Internasional kepada Reuters.

Pekan lalu Presiden RI Joko Widodo mengumumkan Indonesia akan menghentikan ekspor bahan dasar minyak sawit mentah (CPO) dan minyak goreng karena tingginya harga minyak di dalam negeri.

Larangan itu akan mulai berlaku tanggal 28 April sampai batas waktu yang belum ditentukan.

"Saya akan terus memantau dan mengevaluasi kebijakan ini agar ketersediaan minyak goreng (dalam negeri) melimpah dengan harga terjangkau," kata Presiden Jokowi.

Minyak sawit mentah digunakan untuk membuat kue, untuk minyak goreng bahkan juga untuk bahan kosmetik dan bahan pembersih sekarang ini meliputi 60 persen dari pengapalan minyak nabati global.

Indonesia dan Malaysia adalah dua negara pengekspor minyak sawit terbesar di dunia, menguasai 85 persen produksi minyak sawit.

baca juga

Faktor cuaca dan perang Ukraina

Menurut James Fry, sekarang ini selain minyak sawit, ketersediaan minyak nabati lainnya secara global juga terganggu karena masalah cuaca dan invasi Rusia ke Ukraina.

"Ekspor minyak nabati sedang bermasalah: minyak kedelai karena musim kering di Amerika Serikat, minyak canola karena masalah panen di Kanada, dan minyak bunga matahari karena perang di Ukraina," katanya.

Harga minyak goreng sudah naik lebih dari 50 persen dalam enam bulan terakhir karena faktor lainnya seperti kekurangan tenaga kerja di Malaysia, musim kemarau di Argentina dan Kanada yang memengaruhi produksi minyak kedelai dan canola.

Semula para pembeli berharap di musim panas ini panen minyak bunga matahari akan berlimpah dari salah satu produsen utama yaitu Ukraina namun sekarang pasokan dari Kyiv terganggu karena invasi Rusia.

Menurut Atul Chaturvedi, ketua asosiasi lembaga perdagangan India, mereka semula berharap bahwa pasokan minyak sawit dari Indonesia bisa menutupi kekurangan produksi minyak nabati lainnya.

Sekarang para importir di India, Bangladesh, dan Pakistan berusaha meningkatkan pembelian minyak sawit dari Malaysia, namun menurut Chatturvedi, Malaysia sebagai produsen minyak sawit kedua terbesar di dunia tidak akan bisa menutupi kurangnya pasok minyak nabati itu akibat larangan ekspor dari Indonesia.

Indonesia saat ini memasok sekitar 50 persen dari kebutuhan minyak sawit India, sedangkan ekspor Indonesia ke Pakistan dan Bangladesh mencapai sekitar 80 persen dari kebutuhan di sana.

"Tidak seorang pun bisa menutupi hilangnya minyak sawit asal Indonesia. Setiap negara akan menderita," kata Rasheed JanMohd, Kepala Asosiasi Pengilang Minyak Nabati Pakistan (PEORA).

Menurut seorang pedagang di ibu kota Bangladesh Dhaka, karena larangan ekspor Indonesia baru mulai berlaku 28 April, maka negara-negara pembeli masih akan memiliki pasokan minyak sawit mentah sampai pertengahan bulan Mei.

"Para pengilang minyak tidak menduga hal ini akan terjadi. Sekarang mereka tidak bisa menunggu selama beberapa minggu. Mereka harus melakukan pembelian agar pabrik pengilangan mereka tetap bekerja," katanya.

Ditambahkannya, kekurangan minyak nabati akan mulai terasa di pasar di mulai pertengahan bulan  Mei.

Menurutnya para pengilang minyak di Asia Selatan akan mengeluarkan produk mereka secara bertahap karena mereka tahu pasokan akan terbatas.

Di India, negara importir minyak nabati terbesar di dunia, harga minyak sawit sudah naik 5 persen dalam beberapa hari terakhir karena kalangan industri sudah memperhitungkan kemungkinan kurangnya pasok beberapa bulan ke depan.

Harga juga naik di Bangladesh dan Pakistan.

Reuters/AP

Artikel ini diproduksi oleh Sastra Wijaya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bikin Ruang Lebih Berkarakter, Ini Cara Memilih Warna Keramik Motif Mozaik

Bikin Ruang Lebih Berkarakter, Ini Cara Memilih Warna Keramik Motif Mozaik

Lifestyle | Jum'at, 25 September 2026 | 09:02 WIB

Bitcoin Dijual Massal Investor,  JPMorgan Ungkap Titik Kritis

Bitcoin Dijual Massal Investor, JPMorgan Ungkap Titik Kritis

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 08:50 WIB

Kebakaran Gudang HT di Setiabudi: Hampir 100 Damkar Dikerahkan, Kerugian Capai Rp1 Miliar!

Kebakaran Gudang HT di Setiabudi: Hampir 100 Damkar Dikerahkan, Kerugian Capai Rp1 Miliar!

News | Jum'at, 25 September 2026 | 08:35 WIB

Stok Pangan Ada, Harga Masih Tinggi: DPR Soroti Cabai Tembus Rp95 Ribu

Stok Pangan Ada, Harga Masih Tinggi: DPR Soroti Cabai Tembus Rp95 Ribu

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 08:30 WIB

Pembayaran Digital Makin Tinggi, Anak Muda Minta Uang THR Lewat QRIS

Pembayaran Digital Makin Tinggi, Anak Muda Minta Uang THR Lewat QRIS

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 08:21 WIB

Detik-Detik Brigadir WHS Tewas dalam Tugas: Motor Masuk Kolong Truk saat Antar Berkas Perkara

Detik-Detik Brigadir WHS Tewas dalam Tugas: Motor Masuk Kolong Truk saat Antar Berkas Perkara

News | Jum'at, 25 September 2026 | 08:16 WIB

Sosok Wisnu Hani Putranto, Kalapas Cibinong yang Disorot Akibat Adanya Fasilitas Mewah di Lapas

Sosok Wisnu Hani Putranto, Kalapas Cibinong yang Disorot Akibat Adanya Fasilitas Mewah di Lapas

News | Jum'at, 25 September 2026 | 08:10 WIB

Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini: Cerah Berawan hingga Hujan Ringan

Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini: Cerah Berawan hingga Hujan Ringan

News | Jum'at, 25 September 2026 | 07:59 WIB

Cara Membuat Kue Bolu dengan Magic Com, Hasil Lembut Matang Merata Anti Gagal

Cara Membuat Kue Bolu dengan Magic Com, Hasil Lembut Matang Merata Anti Gagal

Lifestyle | Jum'at, 25 September 2026 | 07:54 WIB

Uang Kertas Bertanda Tangan Menkeu Purbaya Masih Terus Dicetak

Uang Kertas Bertanda Tangan Menkeu Purbaya Masih Terus Dicetak

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 07:49 WIB

Terkini

Nonton Pestapora 2026 Makin Praktis, Ada Cashback 20 Persen Pakai QRIS BRImo

Nonton Pestapora 2026 Makin Praktis, Ada Cashback 20 Persen Pakai QRIS BRImo

Jabar | Jum'at, 25 September 2026 | 17:00 WIB

Tak Semudah Hompimpa: Nostalgia yang Berujung Nyesek di Playlist Galau

Tak Semudah Hompimpa: Nostalgia yang Berujung Nyesek di Playlist Galau

Your Say | Jum'at, 25 September 2026 | 17:00 WIB

Siapa Juru Gedor Timnas Indonesia vs Singapura Malam Ini, Luke Vickery atau Mitchell Baker?

Siapa Juru Gedor Timnas Indonesia vs Singapura Malam Ini, Luke Vickery atau Mitchell Baker?

Bola | Jum'at, 25 September 2026 | 17:00 WIB

Bek Veteran Singapura Sudah Tak Sabar Jegal Pemain Timnas Indonesia di SUGBK Malam Ini

Bek Veteran Singapura Sudah Tak Sabar Jegal Pemain Timnas Indonesia di SUGBK Malam Ini

Bola | Jum'at, 25 September 2026 | 16:58 WIB

Pestapora 2026 Hadirkan Ragam Keseruan, Ada Promo dan Hadiah dari BRI

Pestapora 2026 Hadirkan Ragam Keseruan, Ada Promo dan Hadiah dari BRI

Jakarta | Jum'at, 25 September 2026 | 16:57 WIB

Ke Pestapora 2026? Ada Cashback 20 Persen dari QRIS BRImo

Ke Pestapora 2026? Ada Cashback 20 Persen dari QRIS BRImo

Lampung | Jum'at, 25 September 2026 | 16:55 WIB

Samsung Galaxy A08 Resmi di Indonesia, Baterai 6.000 mAh, Fitur AI dan Update 6 Tahun

Samsung Galaxy A08 Resmi di Indonesia, Baterai 6.000 mAh, Fitur AI dan Update 6 Tahun

Sumut | Jum'at, 25 September 2026 | 16:53 WIB

Pestapora 2026 Makin Meriah Bareng BRImo, Ada Cashback hingga Aktivitas Berhadiah

Pestapora 2026 Makin Meriah Bareng BRImo, Ada Cashback hingga Aktivitas Berhadiah

Sumsel | Jum'at, 25 September 2026 | 16:52 WIB

Buntut Gugatan Denny Indrayana Cs, Relawan Gibran Ajukan Surat Keberatan ke MK

Buntut Gugatan Denny Indrayana Cs, Relawan Gibran Ajukan Surat Keberatan ke MK

News | Jum'at, 25 September 2026 | 16:49 WIB

Gandeng Kepolisian, Transjakarta Buru Terduga Pelaku Pelecehan Seksual di Mikrotrans JAK 31

Gandeng Kepolisian, Transjakarta Buru Terduga Pelaku Pelecehan Seksual di Mikrotrans JAK 31

News | Jum'at, 25 September 2026 | 16:44 WIB

×