PBB: Dua Juta Anak di Tanduk Afrika Terancam Kelaparan

Siswanto | Suara.com

Rabu, 27 April 2022 | 10:33 WIB
PBB: Dua Juta Anak di Tanduk Afrika Terancam Kelaparan
Seorang anak menangis di Klinik Kesehatan Giarra, Ethiopia, dalam foto tidak bertanggal. ANTARA/REUTERS/PA Images/Julien Behal/aa

Suara.com - Kepala badan bantuan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Martin Griffiths pada Selasa (26/4) mengungkapkan bahwa hampir dua juta anak terancam kelaparan hingga kehilangan nyawa saat Tanduk Afrika menghadapi salah satu kemarau terparah dalam puluhan tahun.

Sebagian wilayah Kenya, Ethiopia, dan Somalia mengalami kondisi paling kering dalam lebih dari 40 tahun dan sejumlah lembaga bantuan sedang berupaya agar kelaparan satu dekade lalu, yang menewaskan ratusan ribu orang, tidak terulang lagi.

Dalam konferensi para donor yang digelar tertutup di Jenewa, Griffiths mengatakan organisasi yang dipimpinnya hanya memiliki sedikit dana yang bisa dikeluarkan untuk mengatasi kemarau.

Akan tetapi, pada acara serupa para donor menjanjikan hampir seluruh anggaran senilai 1,4 miliar dolar AS (sekitar Rp20,2 triliun), katanya lewat Twitter.

"Jangan hilangkan rasa urgensi untuk berbuat," katanya.

Sebelumnya, ia mengakui bahwa konflik Ukraina berpotensi mengalihkan perhatian dan keuangan dunia.

Uni Eropa, yang juga menjadi tuan rumah dalam acara tersebut, mengumumkan bantuan 633 juta euro (sekitar Rp9,7 triliun) untuk meningkatkan ketahanan pangan di kawasan tersebut dan Kanada mengumumkan pendanaan sebesar 73 juta dolar AS (sekitar Rp1 triliun), menurut pernyataan yang dikirim ke Reuters.

Musim hujan keempat yang tak kunjung datang di kawasan tersebut kini memunculkan peningkatan kemungkinan yang dikatakan Griffiths akan menjadi "salah satu keadaan darurat iklim terparah dalam sejarah mereka."

Sudah lebih dari 15 juta orang di kawasan itu mengalami tingkat kelaparan yang parah dan para peternak kehilangan sekitar tiga juta hewan akibat kekeringan, katanya dalam acara yang sama.

Panel Antarpemerintah tentang Perubahan Iklim (IPCC) PBB mengatakan gelombang panas, kemarau, dan curah hujan yang ekstrem akan menjadi lebih sering terjadi dalam beberapa dekade mendatang sebab temperatur terus meningkat.

Sumber: Reuters/Antara

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terkini

Akhir Pelarian Penyiram Air Keras di Bekasi: Pelaku Ditangkap, Polisi Gelar Ekspose Besok

Akhir Pelarian Penyiram Air Keras di Bekasi: Pelaku Ditangkap, Polisi Gelar Ekspose Besok

News | Kamis, 02 April 2026 | 16:59 WIB

Krisis BBM, PM Australia Minta Pekerja ke Kantor Naik Transportasi Umum

Krisis BBM, PM Australia Minta Pekerja ke Kantor Naik Transportasi Umum

News | Kamis, 02 April 2026 | 16:59 WIB

Komisi III DPR Soroti Kasus Amsal Sitepu: Dugaan Intimidasi Jaksa hingga Penahanan Dipertanyakan

Komisi III DPR Soroti Kasus Amsal Sitepu: Dugaan Intimidasi Jaksa hingga Penahanan Dipertanyakan

News | Kamis, 02 April 2026 | 16:53 WIB

Pengamat Nilai WFH ASN Tiap Jumat Dorong Efisiensi Energi hingga Ubah Budaya Kerja

Pengamat Nilai WFH ASN Tiap Jumat Dorong Efisiensi Energi hingga Ubah Budaya Kerja

News | Kamis, 02 April 2026 | 16:52 WIB

Ibu Korban Peluru Nyasar Ungkap Klausul Tuntutan kepada Marinir

Ibu Korban Peluru Nyasar Ungkap Klausul Tuntutan kepada Marinir

News | Kamis, 02 April 2026 | 16:52 WIB

Respons Komentar Trump, China Salahkan Serangan AS dan Israel sebagai Akar Masalah di Selat Hormuz

Respons Komentar Trump, China Salahkan Serangan AS dan Israel sebagai Akar Masalah di Selat Hormuz

News | Kamis, 02 April 2026 | 16:50 WIB

Trump Ancam Bom Pembangkit Listrik Iran Hingga ke Zaman Batu Jika Negosiasi Gagal Total Pekan Ini

Trump Ancam Bom Pembangkit Listrik Iran Hingga ke Zaman Batu Jika Negosiasi Gagal Total Pekan Ini

News | Kamis, 02 April 2026 | 16:48 WIB

Tingkatkan Sistem Tanggap Bencana, Pemerintah Terus Perbarui Peringatan Dini Gempa 4 Tahun Terakhir

Tingkatkan Sistem Tanggap Bencana, Pemerintah Terus Perbarui Peringatan Dini Gempa 4 Tahun Terakhir

News | Kamis, 02 April 2026 | 16:46 WIB

Debat Panas di DPR: Amsal Sitepu Sebut Brownies Alat Tekan, Jaksa Berdalih 'Rasa Kemanusiaan'

Debat Panas di DPR: Amsal Sitepu Sebut Brownies Alat Tekan, Jaksa Berdalih 'Rasa Kemanusiaan'

News | Kamis, 02 April 2026 | 16:44 WIB

Momen Haru Amsal Sitepu Berdiri dan Membungkuk di DPR: Terima Kasih Pak, Saya Sudah Bebas

Momen Haru Amsal Sitepu Berdiri dan Membungkuk di DPR: Terima Kasih Pak, Saya Sudah Bebas

News | Kamis, 02 April 2026 | 16:42 WIB