PR Berat PKB Usai Berkoalisi dengan PKS: Hapus Stigma Beda Akidah

Stefanus Aranditio, Novian Ardiansyah

Jum'at, 10 Juni 2022 | 10:23 WIB
PR Berat PKB Usai Berkoalisi dengan PKS: Hapus Stigma Beda Akidah
Ketua DPP PKB, Jazilul Fawaid. [Suara.com/Dian Rosmala]

Suara.com - Partai Kebangkitan Bangsa masih harus menyelesaikan pekerjaan rumah menyusul keputusan mereka berkolaborasi dengan membentuk koalisi dengan Partai Keadilan Sejahtera.

Pekerjaan rumah itu ialah bagaimana bisa menyetop stigma yang selama ini kerap menyebut tidak ada kecocokan antara PKB dan PKS.

"Tentu memang yang harus kita akui bahwa PKB dan PKS ini sering menjadi framing yang kurang baik di masyarakat. Seakan-akan kami tidak bisa bertemu," kata Wakil Ketua Umum PKB Jazilul Fawaid, Kamis (9/6/2022).

"Padahal kami sama-sama mengusung politik untuk kesejahteraan, lahir reformasi, dulu poros tengah," tutur Jazilul.

Jazilul mengatakan PKB harus menjelaskan ketidakbenaran stigma di atas kepada para konstituen pada khususnya dan publik pada umumnya.

"Kami sebenarnya terus terang masih harus menjelaskan kepada PKB, kepada konstituen kami di bawah atas kesalahpahaman bahwa ini beda akidah. Seakan-akan PKS beda akidah dengan PKB," jelasnya.

Hal itu yang benar-benar harus diluruskan oleh PKB untuk melancarkan kolaborasi yang mulai dibangun dengan PKS.

Perihal akidah, Jazilul menegaskan bahwa tidak ada persoalan akidah sebagaimana stigma yang selama ini terpelihara.

"Yang akidah itu juga menjadi bagian yang selalu juga disampaikan atau dilakukan oleh PKB. Jadi itu juga tantangan lah. Kami juga tahu itu bukan perkara mudah buat saya, buat PKB untuk bersama-sama. Demikian juga dengan PKS," ujarnya.

baca juga

Kurang Satu Partai

Sekretaris Jenderal PKS Aboe Bakar Al Habsyi optimis kolaborasi antara PKS dan PKB dengan membentuk koalisi akan menjadi daya tarik tersendiri, bukan saja untuk partai lain, tapi juga kandidat calon presiden.

Ia yakin kehadiran kolaborasi PKB dan PKS ini akan lebih menyemarakan kontestasi Pilpres karena tidak hanya ada dua pasangan. Mengingat koalisi PKB dan PKS disebut-sebut menjadi jalan ketiga di antara koalisi yang telah maupun yang akan ada.

"Kalau PKB dan PKS bergerak bersama dengan kelebihan PKS dan PKB, ini akan menjadi perhatian semua capres," kata Aboe di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (9/6/2022).

Walau optimis menjadi daya tarik bagi capres, diakui Aboe bahwa ada ganjalan untuk bisa mengusung capres. PKB dan PKS masih membutuhkan dukungan dari satu partai untuk bergabung.

Hal itu lantaran perolehan gabungan suara atau kursi PKB dan PKS di parlemen belum cukup atau belum mencapai ambang batas 20 persen untuk bisa mengusung capres lewat koalisi.

Karena itu diharapkan Aboe kehadiran kolaborasi PKB dan PKS dapat menjadi magnet bagi partai politik lainnya untuk bergabung dan mematangkan koalisi di jalan ketiga.

"Kita berharap pertemuan gabungan ini akan jadi magnet yang keras, magnet yang baik untuk para partai-partai yang lain yang bergabung. Kalau 50 (kursi) sama 58 (kursi), tinggal 7, artinya tinggal 1 partai," kata Aboe.

"Ya kita lihat lah semoga berjalan panjang umurnya dan bisa bertahan," sambungnya.

Sebelumnya, Waketum PKB Jazilul Fawaid Jazilul memandang kolaborasi PKB dan PKS sebagai jalan ketiga di tengah-tengah kemunculan koalisi dan proses pembentukan koalisi yang kini berjalan di antara partai-partai.

"Kalau ini bukan poros tengah disebutnya, ini jalan ketiga. Kalau jalan ketiga ini menjadi lompatan, ini tentu yang disebut dengan magnet baru," kata Jazilul.

Diketahui pembentukan koalisi itu merupakan pembicaraan lebih lanjut usai dari Milad ke-20 PKS.

Aboe mengatakan mulanya komunikasi kedua partai itu terjalin lewat kehadiran Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar atau Cak Imin di acara Milad ke-20 PKS.

Dalam pembicaraan lebih lanjut, Aboe mengatakan ada kecocokan antara PKS dan PKB yang ia nilai memiliki akar rumput yang serupa.

"PKS membuka peluang, siapa bertemu siapa, siapa dengan siapa. Kami ingin berperan moga-moga ada yang bertemu jodoh. Ternyata Cak Imin menanggapi dan besoknya langsung kita berdialog, buat PKS welcome, apalagi bersama PKB," kata Aboe

Jazilul mengamini perkataan Aboe ihwal awal pembicaraan dua partai hingga akhirnya memutuskan berkolaborasi untuk Pilpres 2024.

"Pucuk dicinta ulam pun tiba, 20 tahun Milad PKS, ketua umum kami diberikan kesempatan untuk menyampaikan, ternyata di situ ada kata yang sama yang menurut saya ini fakta memang, semuanya kan harus berubah, PKB berubah PKS berubah, semua berubah," tutur Jazilul.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

PKB Incar Panglima Andika Perkasa dan Eks Kapolri Tito Karnavian Jadi Cawapres Dampingi Cak Imin

PKB Incar Panglima Andika Perkasa dan Eks Kapolri Tito Karnavian Jadi Cawapres Dampingi Cak Imin

News | Jum'at, 10 Juni 2022 | 10:11 WIB

Ketua Dewan Syuro DPP PKB KH Dimyati RoisMeninggal Dunia, Cak Imin: Para kader Harus Salat Gaib dan Tahlilan

Ketua Dewan Syuro DPP PKB KH Dimyati RoisMeninggal Dunia, Cak Imin: Para kader Harus Salat Gaib dan Tahlilan

Jawa Tengah | Jum'at, 10 Juni 2022 | 09:38 WIB

Innalillahi Ketua Dewan Syuro PKB Dimyati Rois Meninggal Dunia

Innalillahi Ketua Dewan Syuro PKB Dimyati Rois Meninggal Dunia

News | Jum'at, 10 Juni 2022 | 09:35 WIB

Berita Duka, Ketua Dewan Syuro DPP PKB KH Dimyati Rois Meninggal Dunia di Semarang

Berita Duka, Ketua Dewan Syuro DPP PKB KH Dimyati Rois Meninggal Dunia di Semarang

Malang | Jum'at, 10 Juni 2022 | 09:31 WIB

Kabar Duka, Tokoh NU KH Dimyati Rois Meninggal Dunia

Kabar Duka, Tokoh NU KH Dimyati Rois Meninggal Dunia

Jawa Tengah | Jum'at, 10 Juni 2022 | 09:30 WIB

Terkini

Amnesty: Dandhy Tak Wajib Hadiri Undangan Klarifikasi Polisi soal Film Pesta Babi

Amnesty: Dandhy Tak Wajib Hadiri Undangan Klarifikasi Polisi soal Film Pesta Babi

News | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 20:31 WIB

Mengenal Permakultur: Gaya Hidup Bertani yang Bekerja Bersama Alam

Mengenal Permakultur: Gaya Hidup Bertani yang Bekerja Bersama Alam

Your Say | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 20:30 WIB

Cara Migrasi Kartu SIM Fisik ke eSIM di HP Android: Panduan Praktis Telkomsel, Indosat, dan XL

Cara Migrasi Kartu SIM Fisik ke eSIM di HP Android: Panduan Praktis Telkomsel, Indosat, dan XL

Tekno | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 20:29 WIB

Malaysia Kirim 1,6 Ton Narkoba ke Indonesia, Dasco Apresiasi Operasi Kapolri Suyudi

Malaysia Kirim 1,6 Ton Narkoba ke Indonesia, Dasco Apresiasi Operasi Kapolri Suyudi

News | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 20:27 WIB

Jelang Laga Panas di Pakansari: Polres Bogor Pertemukan Suporter Garudayaksa, Persib hingga Jakmania

Jelang Laga Panas di Pakansari: Polres Bogor Pertemukan Suporter Garudayaksa, Persib hingga Jakmania

Bogor | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 20:25 WIB

Viral Video Pria Diduga Pamer Alat Kelamin di Warung Nasi Gunung Putri Bogor

Viral Video Pria Diduga Pamer Alat Kelamin di Warung Nasi Gunung Putri Bogor

Jabar | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 20:15 WIB

HUAWEI FreeBuds Neo Andalkan ANC hingga 55 dB, Baterai Tahan 40 Jam

HUAWEI FreeBuds Neo Andalkan ANC hingga 55 dB, Baterai Tahan 40 Jam

Tekno | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 20:15 WIB

6 Rekomendasi HP Murah Minim Iklan dan Bloatware, Bebas Notifikasi Mengganggu Mulai 1 Jutaan

6 Rekomendasi HP Murah Minim Iklan dan Bloatware, Bebas Notifikasi Mengganggu Mulai 1 Jutaan

Tekno | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 20:11 WIB

Budisatrio Apresiasi Prestasi Siswa Sekolah Rakyat di Olimpiade Bahasa Asing BBNKT 2026

Budisatrio Apresiasi Prestasi Siswa Sekolah Rakyat di Olimpiade Bahasa Asing BBNKT 2026

News | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 20:10 WIB

Ungkap Alasan Bedah Rumah di Kampung Ambon, Kapolda: Berantas Narkoba Tak Cukup Pakai Hukum

Ungkap Alasan Bedah Rumah di Kampung Ambon, Kapolda: Berantas Narkoba Tak Cukup Pakai Hukum

News | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 20:09 WIB

×