Imam Besar Masjid Istiqlal Ungkap Nyatanya Penyebaran Narasi Intoleran Terjadi di Mimbar-Mimbar Keagamaan

Ria Rizki Nirmala Sari

Senin, 04 Juli 2022 | 15:53 WIB
Imam Besar Masjid Istiqlal Ungkap Nyatanya Penyebaran Narasi Intoleran Terjadi di Mimbar-Mimbar Keagamaan
Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar MA (ANTARA/HO-BNPT)

Suara.com - Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta KH Nasaruddin Umar mengungkap nyatanya praktik radikalisme, intoleransi, dan kebencian kerap terjadi di mimbar keagamaan. Menurutnya praktik-praktik tersebut harus diakui supaya masyarakat bisa lebih waspada.

"Pertama, saya ingin berikan pernyataan bahwa itu ada, susah untuk mengatakan bahwa itu tidak ada. Persoalannya adalah bagaimana mengatasi agar ini tidak terus menerus terjadi," kata Nasaruddin dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Senin (4/7/2022).

Nasarudin menyebut kalau kelompok radikal kerap memutarbalikkan narasi yang menggiring opini masyarakat, seakan-akan pemerintah telah melakukan praktik Islamofobia.

"Islamofobia kan itu kelompok yang tidak mau islam dan muslim berkembang, tidak ada itu di Indonesia. Bahkan kita punya Kementerian Agama dan lembaga lainnya yang mengatur dan mendukung jalannya kehidupan beragama di Indonesia. Masa ini Islamofobia, saya kira tidak tepat," kata mantan wakil menteri agama itu.

Untuk mengatasi hal tersebut, lanjutnya, perlu upaya maksimal dan tepat, karena maraknya generasi muda penerus bangsa yang jatuh dalam jeratan narasi ideologi radikal dan terorisme sangat berbahaya bagi keberlangsungan bangsa dan eksistensi Pancasila sebagai pedoman bangsa.

"Kita perlu dekati, sebagai seorang bapak dan mereka adalah anak kita, rangkul mereka beri perhatian supaya energi mereka yang besar tersalurkan, agar tidak digunakan untuk memecah belah bangsa. Energi mereka itu jangan digunakan untuk menyerang orang, tapi untuk merangkul orang," jelasnya dalam keterangan dari Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).

Ia menilai penanganan korban dan pelaku narasi radikal dan intoleran di ruang agama harus dilihat sebagai faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi kerentanan.

"Mungkin mereka melakukan hal itu karena faktor pengetahuan keagamaannya dan faktor historis lainnya," sebutnya.

Lebih lanjut, Nasaruddin menilai kalau pemerintah wajib untuk mempertahankan keutuhan NKRI. Terlebih selama ini imbauan serta temuan aparat terkait radikalisme dan upaya penanganan yang tidak tepat sering dikatakan sebagai Islamofobia.

baca juga

"Oleh karenanya, saya kira penting bagi seseorang untuk memiliki pemahaman agama yang komprehensif, memperkuat akidah agar tidak mudah terpancing dan terprovokasi," katanya.

Ia menilai upaya pemerintah selama ini patut diapresiasi, apalagi belakangan ini masyarakat dapat menikmati kehidupan yang aman dan damai dari tindak pidana terorisme.

"Selama ini kita bertahun-tahun menikmati kehidupan yang aman damai, itu kan karena ada sistem yang bekerja, bukan hal yang terjadi begitu saja," tuturnya.

Nasaruddin berharap seluruh tokoh agama dan masyarakat dapat membekali umat dan pengikutnya agar tidak mudah terpengaruh paham radikal dan terorisme serta mengedepankan ilmu agama yang komprehensif.

"Jangan sampai karena persoalan subjektif kita lantas marah-marah, membenci. Jadi harus kedepankan objektivitas, itu kan cara Nabi." (ANTARA)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mesut Ozil Datang ke Indonesia, Media Jerman: Dia Foto Bersama Politisi dari Negara yang Tidak Menjunjung HAM

Mesut Ozil Datang ke Indonesia, Media Jerman: Dia Foto Bersama Politisi dari Negara yang Tidak Menjunjung HAM

Bekaci | Rabu, 01 Juni 2022 | 22:03 WIB

Mesut Ozil Jadi Pengunjung Pertama Terowongan Silaturahmi Masjid Istiqlal

Mesut Ozil Jadi Pengunjung Pertama Terowongan Silaturahmi Masjid Istiqlal

Bola | Selasa, 31 Mei 2022 | 16:15 WIB

Pekan Sibuk Mesut Ozil: Salat Jumat di Istiqlal, Hadir di Final UCL, hingga Nonton F1 di Monaco

Pekan Sibuk Mesut Ozil: Salat Jumat di Istiqlal, Hadir di Final UCL, hingga Nonton F1 di Monaco

Bola | Selasa, 31 Mei 2022 | 11:35 WIB

5 Aksi Mesut Ozil di Indonesia, Sarapan Tahu Tempe dan Makan Rendang Tuai Decak Kagum

5 Aksi Mesut Ozil di Indonesia, Sarapan Tahu Tempe dan Makan Rendang Tuai Decak Kagum

News | Minggu, 29 Mei 2022 | 12:34 WIB

Viral Ditanya Warga +62 Ronaldo atau Messi, Begini Tatapan Mata Mesut Ozil

Viral Ditanya Warga +62 Ronaldo atau Messi, Begini Tatapan Mata Mesut Ozil

Jakarta | Sabtu, 28 Mei 2022 | 15:21 WIB

Terkini

2 Wanita Thailand Divonis 7 Tahun Penjara Selundupkan 'Dodol Narkoba' di Bali

2 Wanita Thailand Divonis 7 Tahun Penjara Selundupkan 'Dodol Narkoba' di Bali

News | Jum'at, 25 September 2026 | 14:26 WIB

BEI Kaji Pembagian Dividen dalam Skema Demutualisasi, Besarannya Belum Ditentukan

BEI Kaji Pembagian Dividen dalam Skema Demutualisasi, Besarannya Belum Ditentukan

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 14:25 WIB

8 Harga Bedak Two Way Cake di Bawah Rp100 Ribu, Ada Wardah hingga OMG

8 Harga Bedak Two Way Cake di Bawah Rp100 Ribu, Ada Wardah hingga OMG

Lifestyle | Jum'at, 25 September 2026 | 14:24 WIB

Beton dari Zeolit dan Biochar Bambu Diklaim Lebih Kuat Sekaligus Menyerap CO2: Kok Bisa?

Beton dari Zeolit dan Biochar Bambu Diklaim Lebih Kuat Sekaligus Menyerap CO2: Kok Bisa?

News | Jum'at, 25 September 2026 | 14:22 WIB

Ngamuk di Kantor Lurah Karena Bantuan Rp900 Ribu Hilang, Wanita di Makassar Malah Ngaku Bandar Sabu

Ngamuk di Kantor Lurah Karena Bantuan Rp900 Ribu Hilang, Wanita di Makassar Malah Ngaku Bandar Sabu

Sulsel | Jum'at, 25 September 2026 | 14:20 WIB

Cerita Silfester Matutina, 5 Hari Menjabat Komisaris Pelindo Lalu Dipecat

Cerita Silfester Matutina, 5 Hari Menjabat Komisaris Pelindo Lalu Dipecat

News | Jum'at, 25 September 2026 | 14:20 WIB

Harga dan Spesifikasi OBSBOT Meet Flip, Diklaim Jadi Webcam 4K Terkecil

Harga dan Spesifikasi OBSBOT Meet Flip, Diklaim Jadi Webcam 4K Terkecil

Tekno | Jum'at, 25 September 2026 | 14:19 WIB

Bukan Cuma Dengar Musik, Snapdragon Sound Elite Gen 2 Bawa AI ke Earbuds

Bukan Cuma Dengar Musik, Snapdragon Sound Elite Gen 2 Bawa AI ke Earbuds

Tekno | Jum'at, 25 September 2026 | 14:16 WIB

Soal Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong, DPR Akan Panggil Ombudsman dan Ditjen PAS

Soal Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong, DPR Akan Panggil Ombudsman dan Ditjen PAS

News | Jum'at, 25 September 2026 | 14:12 WIB

Isu Aliran Rp480 Miliar di Muktamar NU, Gus Ipul Ancam Polisikan 3 Orang

Isu Aliran Rp480 Miliar di Muktamar NU, Gus Ipul Ancam Polisikan 3 Orang

Sulsel | Jum'at, 25 September 2026 | 14:08 WIB

×