Memalukan! Anwar Abbas Syok Dengar Gaji Fantastis Petinggi ACT: Perilaku Mereka Materialistis dan Hedon Sekali

Agung Sandy Lesmana, Ummi Hadyah Saleh

Senin, 04 Juli 2022 | 18:19 WIB
Memalukan! Anwar Abbas Syok Dengar Gaji Fantastis Petinggi ACT: Perilaku Mereka Materialistis dan Hedon Sekali
Memalukan! Anwar Abbas Syok Dengar Gaji Fantastis Petinggi ACT: Perilaku Mereka Materialistis dan Hedonis Sekali. (Suara.com/M. Yasir)

Suara.com - Wakil Ketua umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas ikut menanggapi perihal pengggelapan dana umat yang diduga dilakukanlembaga Aksi Cepat Tanggap (ACT). Menurutnya, jika dugaan itu benar, maka apa yang dilakukan ACT adalah tidakan tercela.

"Kalau benar ada tindak penyelewengan yang dilakukan oleh petinggi ACT terhadap dana yang mereka himpun dari masyarakat, maka hal ini jelas-jelas memalukan," ujar Anwar Abbas kepada Suara.com, Senin (4/7/2022).

Karena itu meminta pihak yang berkepentingan turun tangan, untuk menghitung besarnya kerugian yang telah terjadi dari penyelewengan dana umat tersebut.

"Meminta pihak yang berkepentingan agar menyelesaikan masalahnya sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku," tutur Anwar Abbas.

Dia menilai kasus dugaan penyelewengan dana umat ACT, juga mencoreng nama-nama lembaga penghimpun dana masyarakat

"Peristiwa ini selain memalukan juga benar-benar telah mencoreng nama dari lembaga-lembaga yang menghimpun dana masyarakat," ucap Anwar Abbas.

Tokoh Muhammadiyah itu mengaku terkejut terkait dugaan penyelewengan dana umat ACT.

Anwar Abbas juga kecewa dengan sikap dan perilaku para petinggi ACT yang materialistis dan hedonistis yang diduga menggunakan dana para donatur untuk kepentingan pribadi.

"Saya benar-benar sangat terkejut mendengar dan membaca bagaimana besarnya gaji mereka dan adanya fasilitas-fasilitas lain yang saya rasa sangat berkelebihan. Pokoknya saya sangat kecewa dengan sikap dan perilaku mereka yang menurut saya sangat materialistis dan hedonistis sekali itu," katanya.

baca juga
Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol. Dedi Prasetyo. ANTARA/Laily Rahmawaty/am.
Kepala Divisi Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo. ANTARA/Laily Rahmawaty/am.

Diusut Bareskrim

Bareskrim Polri langsung bergerak menyelidiki kasus dugaan penyalahgunaan dana bantuan umat oleh ACT.

Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo menyebut penyelidikan terkait kasus ini ditangani langsung oleh Bareskrim.

"Info dari Bareskrim masih proses penyelidikan dulu," kata Dedi kepada wartawan, Senin.

Gaji Petinggi ACT

Dugaan adanya penyalahgunaan dana bantuan ini sebelumnya diungkap oleh majalah Tempo.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Turun Tangan! Bareskrim Polri Mulai Usut Kasus Dugaan ACT Gelapkan Dana Umat

Turun Tangan! Bareskrim Polri Mulai Usut Kasus Dugaan ACT Gelapkan Dana Umat

News | Senin, 04 Juli 2022 | 17:47 WIB

Minta Polisi Usut Kasus Penggelapan Dana Umat, Legislator PKB: Jika Terbukti, Pimpinan ACT Harus Dipidana!

Minta Polisi Usut Kasus Penggelapan Dana Umat, Legislator PKB: Jika Terbukti, Pimpinan ACT Harus Dipidana!

News | Senin, 04 Juli 2022 | 16:28 WIB

Biar Jera! Pengurus ACT Harus Pidanakan Ahyudin Cs Kasus Penggelapan Dana Umat

Biar Jera! Pengurus ACT Harus Pidanakan Ahyudin Cs Kasus Penggelapan Dana Umat

News | Senin, 04 Juli 2022 | 16:19 WIB

ACT Jadi Trending Topic, Begini Sejarah dan Visi Misi Aksi Cepat Tanggap

ACT Jadi Trending Topic, Begini Sejarah dan Visi Misi Aksi Cepat Tanggap

News | Senin, 04 Juli 2022 | 15:39 WIB

Terkini

Sudah 13.850 Warga Pekanbaru Terserang ISPA selama Kabut Asap Karhutla

Sudah 13.850 Warga Pekanbaru Terserang ISPA selama Kabut Asap Karhutla

Riau | Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:19 WIB

Tembak Mati Senior di Markas Polisi, Kondisi Kejiwaan Bharada Andika Didalami Psikiater

Tembak Mati Senior di Markas Polisi, Kondisi Kejiwaan Bharada Andika Didalami Psikiater

News | Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:15 WIB

Membangun Bangsa vs Bank: Kritik atas Pembangunan yang Terobsesi Angka

Membangun Bangsa vs Bank: Kritik atas Pembangunan yang Terobsesi Angka

Your Say | Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:15 WIB

Rupiah Dibuka Menguat Imbas IHSG Juga Menghijau

Rupiah Dibuka Menguat Imbas IHSG Juga Menghijau

Bisnis | Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:12 WIB

Daftar Rute Alternatif Imbas Demo di Monas hingga DPR Hari Ini

Daftar Rute Alternatif Imbas Demo di Monas hingga DPR Hari Ini

News | Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:05 WIB

Kasus Teror BEM UI: Polisi Periksa Rekaman CCTV dan Uji Forensik Barang Pelaku yang Tertinggal

Kasus Teror BEM UI: Polisi Periksa Rekaman CCTV dan Uji Forensik Barang Pelaku yang Tertinggal

News | Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:01 WIB

Apa Arti Nama Thayaka, Anak Adopsi Ruben Onsu? Begini Asal-usulnya yang Bikin Haru

Apa Arti Nama Thayaka, Anak Adopsi Ruben Onsu? Begini Asal-usulnya yang Bikin Haru

Entertainment | Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:59 WIB

4 Rekomendasi Sariayu Face Serum untuk Berbagai Kebutuhan Kulit

4 Rekomendasi Sariayu Face Serum untuk Berbagai Kebutuhan Kulit

Lifestyle | Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:59 WIB

Meski Didenda Rp100 M, Emiten CUAN Klaim Kondisi Keuangan Tak Terganggu

Meski Didenda Rp100 M, Emiten CUAN Klaim Kondisi Keuangan Tak Terganggu

Bisnis | Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:58 WIB

Wanita di Samarinda Bakar Ruko Gara-gara Gaji Tak Naik, Kerugian Capai Rp1,5 M

Wanita di Samarinda Bakar Ruko Gara-gara Gaji Tak Naik, Kerugian Capai Rp1,5 M

Kaltim | Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:54 WIB

×