Bahan Pokok Makin Mahal Imbas Kenaikkan BBM, Pedagang Pasar: Dagangan Sepi, Pembeli Pada Kabur

Erick Tanjung, Mohammad Fadil Djailani

Selasa, 06 September 2022 | 00:21 WIB
Bahan Pokok Makin Mahal Imbas Kenaikkan BBM, Pedagang Pasar: Dagangan Sepi, Pembeli Pada Kabur
Pedagang di pasar tradisional, Jakarta. (Suara.com/Fadil]

Suara.com - Sudah jatuh tertimpa tangga pula, peribahasa itu cukup pas menganalogikan keadaan para pedagang pasar tradisional saat ini.

Betapa tidak, divtengah upaya untuk meningkatkan pendapatan imbas daya beli masyarakat yang masih rendah, para pedagang pasar kini dihadapkan dengan kondisi yang makin lesu akibat kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).

Fajar, salah satu pedagang di Pasar Minggu, Jakarta Selatan mengatakan bahwa ia tak bisa berbuat banyak dengan kondisi yang serba sulit sekarang ini. Ia hanya bisa pasrah atas keadaan.

"Ya bagaimana lagi, kondisinya seperti saat ini, dagangan sepi, pembeli pada kabur," kata Fajar saat ditemui di lapak dagangannya, Senin (5/9/2022).

Diakui Fajar, bahwa saat ini kondisi para pedagang pasar memang sedang lesu-lesunya, ditambah lagi dengan kenaikan harga BBM saat ini, dimana dia memperkirakan omset bisa turun drastis.

"Bisa, sangat bisa. Ini saja belum laku semua. Kalau sudah malam begini biasanya sudah hampir habis. Kini sudah 2 sampai 3 hari dagangan belum laku, yang ada nanti dibuang busuk semua," ujarnya.

Fajar yang berjualan aneka kebutuhan dapur ini, seperti bawang merah, cabai, dan aneka sayur lainnya hanya bisa meratapi nasibnya sebagai orang kecil.

"Yah namanya hidup mas, kita juga orang kecil engga bisa berbuat banyak," keluhnya.

Dirinya pun berharap bahwa pemerintah untuk peduli dengan para nasib pedagang pasar saat ini, dirinya berharap ada upaya khusus dari pemerintah yang bisa menjadi solusi terbaik bagi pedagang pasar.

baca juga

"Yah, kita pengen bahwa dagang kita habis, engga ambil banyak deh, yang penting habis saja. Ini kan sudah masih banyak, pembeli engga ada karena mahal jadi kita serba susah ini," tuturnya.

Dari pantauan Suara.com, Senin (5/9) harga cabai di Pasar Minggu, Jakarta Selatan misalkan rata-rata mengalami kenaikan sebesar Rp5 ribu per kilogram.

Untuk harga merah cabai merah keriting kini harganya dijual Rp80 ribu per kilogram atau naik sebesar Rp5 Ribu dari harga sebelumnya dikisaran Rp75 ribu per kilogram.

Begitu juga dengan harga jual cabai merah besar harga juga mengalami kenaikan yang hampir sama, sebesar Rp5 ribu per kilogram menjadi Rp80 ribu per kilogram.

Untuk cabai rawit merah juga mengalami kenaikan sebesar Rp5 ribu dari sebelumnya Rp55 ribu per kilogram kini harganya menjadi Rp60 ribu per kilogram.

Sementara untuk harga cabai merah terpantau harganya relatif stabil dikisaran Rp50 ribu per kilogram, sementara untuk bawang merah harganya juga stabil di Rp40.000 kilogram.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Daftar Harga Bahan Pokok yang Ikut Melejit Imbas BBM Naik, Cabai Keriting 1 Kg Tembus Rp79 Ribu

Daftar Harga Bahan Pokok yang Ikut Melejit Imbas BBM Naik, Cabai Keriting 1 Kg Tembus Rp79 Ribu

Bisnis | Senin, 05 September 2022 | 18:36 WIB

Imbas Kenaikan Harga BBM, Beberapa Komoditas di Denpasar Langsung Naik

Imbas Kenaikan Harga BBM, Beberapa Komoditas di Denpasar Langsung Naik

Bandungbarat | Senin, 05 September 2022 | 16:31 WIB

BBM Naik saat Harga Bahan Pokok di Pekanbaru Masih Tinggi

BBM Naik saat Harga Bahan Pokok di Pekanbaru Masih Tinggi

Riau | Minggu, 04 September 2022 | 17:36 WIB

Terkini

Open House Sekolah Rakyat Palembang: Gus Ipul Minta Penjangkauan Siswa Dilakukan Secara Jujur

Open House Sekolah Rakyat Palembang: Gus Ipul Minta Penjangkauan Siswa Dilakukan Secara Jujur

News | Minggu, 28 Juni 2026 | 19:10 WIB

Berat Badan 120 Kg dan Gejala Stroke, Razman Nasution Ditempatkan di Blok E Lapas Cipinang

Berat Badan 120 Kg dan Gejala Stroke, Razman Nasution Ditempatkan di Blok E Lapas Cipinang

News | Minggu, 28 Juni 2026 | 18:25 WIB

Janji Prabowo Terbuka Terima Usulan: Jangankan Profesor, Dari Anak Desa Pun Saya Tindaklanjuti

Janji Prabowo Terbuka Terima Usulan: Jangankan Profesor, Dari Anak Desa Pun Saya Tindaklanjuti

News | Minggu, 28 Juni 2026 | 17:40 WIB

183 Warga Pinggir Rel Senen Direlokasi, KAI Ratakan Puluhan Bangunan Liar

183 Warga Pinggir Rel Senen Direlokasi, KAI Ratakan Puluhan Bangunan Liar

News | Minggu, 28 Juni 2026 | 17:30 WIB

Ditanya Bro Ron Masih Kuat atau Tidak di Lampung, Jawaban Singkat Jokowi Bikin Heran

Ditanya Bro Ron Masih Kuat atau Tidak di Lampung, Jawaban Singkat Jokowi Bikin Heran

News | Minggu, 28 Juni 2026 | 17:21 WIB

Prabowo Tambah Anggaran Riset Jadi Rp4 Triliun

Prabowo Tambah Anggaran Riset Jadi Rp4 Triliun

News | Minggu, 28 Juni 2026 | 17:18 WIB

Penampakan Bangunan Hancur di Bahrain dan Kuwait Usai Dihajar Rudal Iran

Penampakan Bangunan Hancur di Bahrain dan Kuwait Usai Dihajar Rudal Iran

News | Minggu, 28 Juni 2026 | 17:08 WIB

Fakta Terkuak! Cawe-cawe George Soros di Pemilu: Keluarkan Rp1,6 T Untuk Partai Ini

Fakta Terkuak! Cawe-cawe George Soros di Pemilu: Keluarkan Rp1,6 T Untuk Partai Ini

News | Minggu, 28 Juni 2026 | 17:00 WIB

Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh

Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh

News | Minggu, 28 Juni 2026 | 16:50 WIB

Mengapa Anak-Anak di Pesisir Menjadi Kelompok yang Paling Menanggung Dampak Krisis Iklim?

Mengapa Anak-Anak di Pesisir Menjadi Kelompok yang Paling Menanggung Dampak Krisis Iklim?

News | Minggu, 28 Juni 2026 | 16:47 WIB

×