Komnas HAM Sebut Awalnya Situasi di Kanjuruhan Terkendali, Petaka Terjadi Karena Tembakan Gas Air Mata Polisi

Erick Tanjung, Yaumal Asri Adi Hutasuhut

Senin, 10 Oktober 2022 | 16:24 WIB
Komnas HAM Sebut Awalnya Situasi di Kanjuruhan Terkendali, Petaka Terjadi Karena Tembakan Gas Air Mata Polisi
Komisioner Komnas HAM Choirul Anam. [Suara.com/Yaumal Asri Adi Hutasuhut]

Suara.com - Komisioner Komnas HAM, Choirul Anam menyebut situasi pasca pertandingan Liga 1 Arema Malang Vs Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan sebenarnya terkendali.

Namun, berjung menjadi sebuah petaka setelah polisi menembakkan gas air mata. Setidaknya dilaporkan 131 orang meninggal dunia dalam peristiwa nahas itu.

"Kalau kita lihat dengan cermat, terkendali sebenarnya. Itu terkendali tapi semakin memanas ketika ada gas air mata, nah gas air mata inilah yang penyebab utama adanya kematian bagi sejumlah korban. itu yang pertama," kata Anam kepada wartawan, Senin (10/10/2022).

Gas air mata kemudian mengakibatkan kepanikan suporter. Mereka berlarian untuk menyelamatkan diri masing-masing menuju pintu keluar.

"Berdesak-desakan dengan mata yang sakit, dada yang sesak, susah nafas dan sebagainya. Sedangkan pintu yang terbuka juga pintu kecil, sehingga berhimpit-himpitan kayak gitu lah yang sepanjang hari ini yang menyebabkan kematian," ujar Anam.

Kemudian, kata Anam kouta kapasitas penonton dalam stasion dengan tiket yang jual tidak berimbang.

"Yang kedua, yang juga enggak kalah pentingnya memang manajemen terkait kuota. Manajemen terkait kuota yang ada di stadion itu. Itu juga yang menambah konteks dalam melihat peristiwa ini," katanya.

Temuan Komnas HAM

Berdasarkan hasil penyelidikan Komnas HAM, ditemukan kondisi jenazah korban yang meprihatinkan, yakni wajah yang membiru yang diduga akibat gas air mata.

baca juga

"Kondisi jenazahnya banyak yang mukanya biru, jadi muka biru ini banyak. Ini yang menunjukkan kemungkinan besar karena kekurangan oksigen, karena juga gas air mata," kata Anam.

Tak hanya itu di jenazah para korban meninggal yang mencapai 130 orang lebih, didapati mata yang memerah dan mulut mengeluarkan busa.

"Jadi teman-teman khusunya keluarga, Aremania, maupun relawan yang menangani jenazah memberikan informasi terkait hal teresbut. Wajahnya biru. Banyak yang wajahnya biru, mata merah, keluar busa dan sebagainya," ungkap Anam.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Fans Inter Milan dan Borussia Dortmund Bentangkan Spanduk RIP Kanjuruhan, Warganet: Awas Pak Da*ang Beraksi

Fans Inter Milan dan Borussia Dortmund Bentangkan Spanduk RIP Kanjuruhan, Warganet: Awas Pak Da*ang Beraksi

Kaltim | Senin, 10 Oktober 2022 | 16:22 WIB

Komnas HAM Dalami Penggunaan Gas Air Mata Kedaluwarsa Oleh Polisi

Komnas HAM Dalami Penggunaan Gas Air Mata Kedaluwarsa Oleh Polisi

Sulsel | Senin, 10 Oktober 2022 | 16:21 WIB

Beberapa Gas Air Mata Polisi di Tragedi Kanjuruhan Kedaluwarsa

Beberapa Gas Air Mata Polisi di Tragedi Kanjuruhan Kedaluwarsa

Bola | Senin, 10 Oktober 2022 | 16:18 WIB

Terkini

Kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek, Tanggung Jawab Jangan Berhenti di Masinis

Kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek, Tanggung Jawab Jangan Berhenti di Masinis

Bisnis | Rabu, 30 September 2026 | 19:41 WIB

9 Cara Mudah Atasi Mata Kedutan Sebelum Berubah Jadi Penyakit Serius

9 Cara Mudah Atasi Mata Kedutan Sebelum Berubah Jadi Penyakit Serius

Health | Rabu, 30 September 2026 | 19:35 WIB

Urutan Zodiak dari yang Paling Rapi dan Teratur sampai yang Paling Berantakan

Urutan Zodiak dari yang Paling Rapi dan Teratur sampai yang Paling Berantakan

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 19:35 WIB

Yanuar Arif Wibowo Kecewa soal CCTV Bangunan Mewah Lapas Cibinong: Kurang Ajar

Yanuar Arif Wibowo Kecewa soal CCTV Bangunan Mewah Lapas Cibinong: Kurang Ajar

Bogor | Rabu, 30 September 2026 | 19:30 WIB

The Love Hypothesis: Cinta Tumbuh Karena Sering Bersama

The Love Hypothesis: Cinta Tumbuh Karena Sering Bersama

Your Say | Rabu, 30 September 2026 | 19:30 WIB

Penunjuk Arah Warna-warni Bikin Cari Bus di Terminal Blok M Lebih Mudah

Penunjuk Arah Warna-warni Bikin Cari Bus di Terminal Blok M Lebih Mudah

Foto | Rabu, 30 September 2026 | 19:26 WIB

Bos PT Danau Winata Indah Ditetapkan Tersangka Korupsi Proyek Kondotel Rp100 Miliar

Bos PT Danau Winata Indah Ditetapkan Tersangka Korupsi Proyek Kondotel Rp100 Miliar

News | Rabu, 30 September 2026 | 19:25 WIB

Menakar Teknologi Manufaktur YIMM di Tengah Ekspor 3 Juta Unit Motor Yamaha

Menakar Teknologi Manufaktur YIMM di Tengah Ekspor 3 Juta Unit Motor Yamaha

Otomotif | Rabu, 30 September 2026 | 19:20 WIB

Dampak Super El Nino Mulai Dirasakan Industri di RI

Dampak Super El Nino Mulai Dirasakan Industri di RI

Bisnis | Rabu, 30 September 2026 | 19:19 WIB

Singgung Jabatan Komisaris, Denny Indrayana Sorot Peran Eks Ketua KPU Muluskan Pencalonan Gibran

Singgung Jabatan Komisaris, Denny Indrayana Sorot Peran Eks Ketua KPU Muluskan Pencalonan Gibran

News | Rabu, 30 September 2026 | 19:15 WIB

×