Aksi Polisi Sujud Massal Minta Maaf Terkait Tragedi Kanjuruhan, Akademisi: Lebay dan Tidak Perlu

Chandra Iswinarno

Selasa, 11 Oktober 2022 | 20:30 WIB
Aksi Polisi Sujud Massal Minta Maaf Terkait Tragedi Kanjuruhan, Akademisi: Lebay dan Tidak Perlu
Kapolresta Malang Kota Kombes Budi Hermanto bersama jajaran lain bersujud ditengah-tengah apel pagi di Halaman Mapolresta Malang Kota, Senin (10/10/2022). (Foto: Humas Polresta Malang Kota/TIMES Indonesia)

Suara.com - Aksi polisi di Markas Polres Kota Malang yang melakukan sujud massal meminta maaf terkait Tragedi Kanjuruhan dinilai sebagai aksi lebay. Sebab yang dibutuhkan masyarakat saat ini adalah pengusutan tuntas kasus yang menyebabkan 132 nyawa melayang.

Pernyataan tersebut disampaikan Pakar Manajemen Isu dan Krisis Universitas Brawijaya (UB) Maulana Pia Wulandari. 

Bahkan, ia menilai aksi sujud yang dipimpin langsung Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Budi Hermanto dengan narasi meminta maaf kepada Aremania korban Tragedi Kanjuruhan seharusnya tidak perlu.

"Menurut saya itu berlebihan dan tidak perlu, kalau kata anak-anak sekarang itu lebay," ujarnya seperti dikutip SuaraMalang.id pada Selasa (11/10/2022).

Lebih lanjut, ia mengemukakan, peristiwa kelam yang menewaskan 132 korban jiwa tersebut bukan level lokal. Lantaran saat ini, Tragedi Kanjuruhan menjadi perhatian dunia internasional.

"Jadi kalau yang meminta maaf kapolres kok tidak layak ya. Bukan pula kewenangannya, kalau kita berbicara bahasa organisasi, harusnya kapolri (sebagai pucuk pimpinan institusi) yang meminta maaf ke publik," jelasnya.

Ia melanjutkan, jika berbicara konteks cara berkomunikasi, setiap organisasi, lembaga atau institusi punya cara tertentu untuk meminta maaf kepada publik.

Pun ia merujuk kepada strategy crisis corporate apologia, yakni organisasi yang melakukan kesalahan kepada publik dan meminta maaf, maka tujuan mereka adalah mengakui kesalahan dan bertujuan untuk mengurangi sanksi sosial.

"Sehingga kalau sampai bersujud, tidak pantas dilakukan karena Polri itu lembaga hukum," ujarnya.

baca juga

Selain berlebihan, Pia juga memandang aksi tersebut sangat janggal. Lantaran tidak ada keluarga korban yang hadir.

"Janggal, meminta maaf ke siapa, karena di situ tidak ada keluarga korban yang dihadirkan," katanya.

Sekali lagi, Pia menegaskan, saat ini publik membutuhkan kejelasan proses hukum pengusutan Tragedi Kanjuruhan.

"Itu tidak dibutuhkan masyarakat saat ini, sebenarnya yang paling dibutuhkan masyarakat adalah kejelasan kasus agar diusut tuntas," katanya.

132 Korban Meninggal

Sebelumnya, korban meninggal dunia dalam Tragedi Kanjuruhan bertambah satu. Dengan demikian hingga saat ini jumlah korban meninggal dalam Tragedi Kanjuruhan menjadi 132 jiwa.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Minta Usut Tuntas, Ketua Panpel Arema Desak Polisi Autopsi Korban Tragedi Kanjuruhan

Minta Usut Tuntas, Ketua Panpel Arema Desak Polisi Autopsi Korban Tragedi Kanjuruhan

Malang | Selasa, 11 Oktober 2022 | 20:13 WIB

Polresta Malang Gelar Sujud Massal atas Tragedi Kanjuruhan, Warganet Penasaran Tak sejak Awal Permintaan Maaf Dilakukan

Polresta Malang Gelar Sujud Massal atas Tragedi Kanjuruhan, Warganet Penasaran Tak sejak Awal Permintaan Maaf Dilakukan

Jogja | Selasa, 11 Oktober 2022 | 20:05 WIB

"Nggak Ada Pengaruhnya" Respons Keluarga Korban Tragedi Kanjuruhan Atas Aksi Sujud Massal Polresta Malang

"Nggak Ada Pengaruhnya" Respons Keluarga Korban Tragedi Kanjuruhan Atas Aksi Sujud Massal Polresta Malang

News | Selasa, 11 Oktober 2022 | 14:29 WIB

Terkini

Ciri-ciri Flek Hitam akibat Okronosis dan Apakah Bisa Disembuhkan?

Ciri-ciri Flek Hitam akibat Okronosis dan Apakah Bisa Disembuhkan?

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 09:20 WIB

Mengenal Karakter Golongan Darah O: Benarkah Paling Pede dan Mudah Bergaul?

Mengenal Karakter Golongan Darah O: Benarkah Paling Pede dan Mudah Bergaul?

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 09:19 WIB

Transaksi Saham Makin Ramai, Tapi IHSG Malah Ambruk Pekan Ini

Transaksi Saham Makin Ramai, Tapi IHSG Malah Ambruk Pekan Ini

Bisnis | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 09:15 WIB

The Lost Horizon

The Lost Horizon

Your Say | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 09:15 WIB

Perlindungan Gig Worker Jangan Sampai Matikan Fleksibilitas

Perlindungan Gig Worker Jangan Sampai Matikan Fleksibilitas

Bisnis | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 09:09 WIB

Self Reward dan Budaya Boros yang Diam-diam Dinormalisasi Gen Z

Self Reward dan Budaya Boros yang Diam-diam Dinormalisasi Gen Z

Your Say | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:50 WIB

Kualitas Udara Sekitar TPA Jatibarang Tak Memenuhi Syarat, SO Tembus 258,26 g/m

Kualitas Udara Sekitar TPA Jatibarang Tak Memenuhi Syarat, SO Tembus 258,26 g/m

Jawa Tengah | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:31 WIB

DPO Kasus Pemalsuan Sertifikat Pamar Lubis Ditangkap Buser Polda Metro Jaya

DPO Kasus Pemalsuan Sertifikat Pamar Lubis Ditangkap Buser Polda Metro Jaya

Kalbar | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:19 WIB

13 Kode Redeem FF Hari Ini 3 Oktober 2026: Klaim Skin SG2 dan Hadiah Naruto Sekarang!

13 Kode Redeem FF Hari Ini 3 Oktober 2026: Klaim Skin SG2 dan Hadiah Naruto Sekarang!

Tekno | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:15 WIB

Ngaku Bawa MBG, Dua Pikap di Tulang Bawang Ternyata Selundupkan Rokok Ilegal Senilai Rp1,2 Miliar

Ngaku Bawa MBG, Dua Pikap di Tulang Bawang Ternyata Selundupkan Rokok Ilegal Senilai Rp1,2 Miliar

Lampung | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:10 WIB

×