Polri Klaim Gas Air Mata Tak Mematikan, TGIPF Ungkap Hal Ini

Dany Garjito, Dita Alvinasari

Rabu, 12 Oktober 2022 | 12:59 WIB
Polri Klaim Gas Air Mata Tak Mematikan, TGIPF Ungkap Hal Ini
Potret polisi tembakkan gas air mata saat Tragedi Kanjuruhan, Malang. (Twitter/@idextratime)

Suara.com - Tragedi Kanjuruhan yang terjadi pada Sabtu (1/10/22) lalu masih menyisakan buntut panjang. Penembakkan gas air mata yang dilakukan oleh aparat dituding menjadi faktor utama yang menyebabkan tragedi berdarah di Stadion Kanjuruhan.

Meskipun gas air mata dituding menjadi akar masalah dari insiden tersebut, pihak dari kepolisian membantahnya.

Kadiv Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo mengklaim bahwa gas air mata tidak mematikan. Hal tersebut diungkapkan oleh Dedi kepada wartawan saat konferensi pers di Gedung TNCC Mabes Polri pada Senin (10/10/22) lalu.

Menanggapi hal tersebut, salah satu anggota TGIPF, Rhenald Kasali, mengungkapkan bahwa pihaknya sedang melakukan investigasi terhadap gas air mata yang digunakan aparat saat Tragedi Kanjuruhan.

Saat menjadi salah satu narasumber dalam acara Apa Kabar Indonesia Pagi yang tayang di kanal YouTube tvOneNews, Rhenald mengungkapkan bahwa selongsong gas air mata sedang diuji di laboratorium untuk mengetahui kebenaran apakah kandungan gas tersebut berbahaya atau tidak.

"Jadi kami melihat CCTV, kami mengambil selongsong gas itu, kami bawa. Kami bicara dengan sejumlah pihak. Kami lihat dan sekarang selongsongnya sedang diuji di laborotorium," kata Rhenald seperti dikutip Suara.com pada Rabu (12/10/22).

Ia lantas mengklaim bahwa hal yang menjadi penyebab tragedi kemanusiaan tersebut bukan hanya karena gas air mata saja, tapi karena adanya ketidakprofesionalan semua pihak yang terlihat.

"Tetapi kami melihat ini adalah interaksi dari sejumlah hal. Yang pertama itu tentu saja adanya ketidakprofesionalan semua pihak. Ketidakprofesionalan panitia pelaksana, sponsornya, PT LIB, PSSI, aparatnya. Semua tidak profesional. Jadi kalau dilihat gas air mata itu tidak berdiri sendiri," lanjut Rhenald.

Lebih lanjut, Rhenald mengungkapkan bahwa gas air mata memang bertujuan untuk memecah massa. Tapi, terkait penembakkan gas air mata di Kanjuruhan semakin ricuh karena pintu stadion yang terbatas.

baca juga

"Gas air mata itu memang tujuannya adalah untuk memencarkan mass. Kalau di tempat terbuka dan setelah itu orang harus lari. Tapi kalau lari dia tidak ada tempat persembunyian dan kemudian terpojok di situ. Kemudian gas yang dihirup menjadi sangat banyak, kita tidak perlu ribut lagi lihat saja fakta-fakta yang ada," kata Rhenald.

Pada dialog ini, ia menjelaskan bahwa kejadian ini telah terjadi sebelumnya. Tapi di insiden sebelumnya, pihak terkait hanya melakukan pembiaran.

Di akhir pernyataannya, ia kembali menegaskan bahwa selongsong gas air mata sedang diuji di laboratorium.

"Kami melihat ada gas air matanya itu ada 9 jenis. Berasal dari beberapa negara dan itu kami sudah ambil, sudah bawa ke laboratorium dan tentu saja kita juga memperhatikan kadaluarsanya," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

PSSI Dan PT LIB Saling Lempar Tanggung Jawab Soal Tragedi Kanjuruhan, Mahfud MD: Bukti Sepak Bola Indonesia Kacau

PSSI Dan PT LIB Saling Lempar Tanggung Jawab Soal Tragedi Kanjuruhan, Mahfud MD: Bukti Sepak Bola Indonesia Kacau

News | Rabu, 12 Oktober 2022 | 12:43 WIB

TGIPF akan Bertemu  FIFA Pekan Depan

TGIPF akan Bertemu FIFA Pekan Depan

Bola | Rabu, 12 Oktober 2022 | 12:32 WIB

TGIPF Tragedi Kanjuruhan Menilai Para Pihak Saling Lempar Tanggung Jawab

TGIPF Tragedi Kanjuruhan Menilai Para Pihak Saling Lempar Tanggung Jawab

Lampung | Rabu, 12 Oktober 2022 | 12:32 WIB

TGIPF Temukan Sejumlah Pihak Lempar Tanggung Jawab Terkait Tragedi Kanjuruhan

TGIPF Temukan Sejumlah Pihak Lempar Tanggung Jawab Terkait Tragedi Kanjuruhan

Riau | Rabu, 12 Oktober 2022 | 12:31 WIB

Media Asing Jagokan Kaesang Pangarep Gantikan Iwan Bule sebagai Ketum PSSI: Ia Punya Kelebihan

Media Asing Jagokan Kaesang Pangarep Gantikan Iwan Bule sebagai Ketum PSSI: Ia Punya Kelebihan

Blitz | Rabu, 12 Oktober 2022 | 12:18 WIB

TGIPF Temukan Tren Saling Lempar Tanggung Jawab Tragedi Kanjuruhan

TGIPF Temukan Tren Saling Lempar Tanggung Jawab Tragedi Kanjuruhan

Malang | Rabu, 12 Oktober 2022 | 12:19 WIB

Terkini

Kepercayaan Rakyat ke Polri Meroket, Rudianto Lallo: Modal Besar Tingkatkan Pelayanan

Kepercayaan Rakyat ke Polri Meroket, Rudianto Lallo: Modal Besar Tingkatkan Pelayanan

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 20:53 WIB

Kepercayaan Publik ke Polri Tembus 82,4 Persen, Sari Yuliati: Hasil Kerja Nyata dan Konsistensi

Kepercayaan Publik ke Polri Tembus 82,4 Persen, Sari Yuliati: Hasil Kerja Nyata dan Konsistensi

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 20:38 WIB

Pilih Uya Kuya Pimpin PAN Jakarta, Zulhas: Artis Itu Kreatif dan Kerjanya Produktif

Pilih Uya Kuya Pimpin PAN Jakarta, Zulhas: Artis Itu Kreatif dan Kerjanya Produktif

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 19:47 WIB

HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno

HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 19:41 WIB

Malam Minggu Spesial di Bundaran HI: Warga Rayakan HUT Jakarta ke-499 Sambil Nonton Konser

Malam Minggu Spesial di Bundaran HI: Warga Rayakan HUT Jakarta ke-499 Sambil Nonton Konser

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 19:20 WIB

Soroti Ketimpangan Distribusi MBG, Garuda Institute Dorong BGN Perkuat Akurasi Sasaran

Soroti Ketimpangan Distribusi MBG, Garuda Institute Dorong BGN Perkuat Akurasi Sasaran

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 19:16 WIB

Taruna Akmil Masuk Sekolah Rakyat, Amnesty Khawatir Siswa Jadi Korban Militerisasi Pendidikan

Taruna Akmil Masuk Sekolah Rakyat, Amnesty Khawatir Siswa Jadi Korban Militerisasi Pendidikan

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 19:08 WIB

Resmi! Zulhas Lantik Uya Kuya Pimpin PAN Jakarta Gantikan Eko Patrio

Resmi! Zulhas Lantik Uya Kuya Pimpin PAN Jakarta Gantikan Eko Patrio

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 18:18 WIB

GMNI Desak Pemerintah Hentikan Total Program Kopdes Merah Putih: Jangan Boroskan APBN

GMNI Desak Pemerintah Hentikan Total Program Kopdes Merah Putih: Jangan Boroskan APBN

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 17:45 WIB

Kemenhan Akui 32 Peserta Hamil Sempat Ikut Latsarmil SPPI, Akhirnya Dipulangkan

Kemenhan Akui 32 Peserta Hamil Sempat Ikut Latsarmil SPPI, Akhirnya Dipulangkan

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 17:40 WIB

×