Duta Piala Dunia 2022 Sebut Homoseksual dan LGBT Haram, Dikritik Pegiat HAM

Siswanto | BBC | Suara.com

Kamis, 10 November 2022 | 12:28 WIB
Duta Piala Dunia 2022 Sebut Homoseksual dan LGBT Haram, Dikritik Pegiat HAM
BBC

Suara.com - Duta Piala Dunia 2022 Qatar yang menyebut homoseksualitas tanda "kerusakan pikiran" adalah "berbahaya dan tidak bisa diterima", kata organisasi Human Rights Watch.

Mantan pemain timnas Qatar, Khalid Salman, mengatakan ke penyiar stasiun televisi asal Jerman, ZDF, bahwa orang-orang LGBTQ+ yang menghadiri turnamen tersebut harus "menerima aturan kami".

Di Qatar yang mayoritas penduduknya beragama Islam, homoseksual adalah hal yang ilegal lantaran dianggap tidak bermoral menurut hukum Syariat Islam.

Baca juga:

Dalam sebuah wawancara Khalid Salman berkata: "[Homoseksualitas] itu haram. Anda tahu apa artinya haram?"

Dan ketika ditanya mengapa hal itu haram, dia menambahkan: "Saya bukan seorang Muslim yang taat, tetapi mengapa itu haram? Karena merusak pikiran."

Wawancara itu merupakan bagian dari film dokumenter yang disiarkan pada Selasa (08/11), namun dihentikan dengan cepat oleh seorang staf resmi Piala Dunia yang mendampingi proses wawancara tersebut.

Rasha Younes, peneliti senior soal hak-hak LGBT di organisasi Human Rights Watch mengatakan:

"Ucapan Khalid Salman bahwa ketertarikan sesama jenis tanda kerusakan pikiran adalah berbahaya dan tidak bisa diterima.

"Kegagalan pemerintah Qatar untuk melawan informasi palsu seperti ini memiliki dampak signifikan pada kelompok LGBT di Qatar, mulai dari memicu diskriminasi dan kekerasan terhadap mereka.

"Bahkan bisa memaksa orang-orang melakukan praktik konversi seperti ruqyah yang didukung negara."

Belakangan muncul kekhawatiran soal bagaimana komunitas LGBTQ+ diperlakukan di Qatar.

Pasalnya hubungan sesama jenis dan tindakan yang disebut mempromosikan hubungan sesama jenis bakal dikriminalisasi sesuai dengan hukum yang berlaku seperti denda sampai hukuman mati.

Sebelumnya negara tuan rumah Piala Dunia 2022 telah menyatakan "semua orang dipersilakan" untuk mengunjungi negaranya menonton pertandingan. Qatar juga mengeklaim tidak akan ada yang didiskriminasi.

Namun, Kepala Eksekutif Piala Dunia 2022 Qatar, Nasser al Khater mengatakan, pemerintah tidak akan mengubah undang-undang soal homoseksualitas seraya meminta pengunjung "menghormati budaya kita".

Tak cuma soal LGBTQ yang menjadi sorotan, Qatar juga dikritik atas catatan terkait hak asasi manusia dan perlakuannya kepada pekerja migran.

Adapun FIFA baru-baru ini menulis surat ke negara-negara yang berlaga di Piala Dunia, meminta mereka untuk "fokus pada sepak bola" ketimbang membangun narasi yang kontroversi atas kompetisi ini.

Surat itu, yang ditanda tangani Presiden FIFA Gianni Infantino, dikritik oleh pegiat dari Human Rights Watch, Amnesty International dan komunitas LGBTQ+ di Inggris dan Wales.

Sementara 10 asosiasi sepak bola Eropa, termasuk Inggris dan Wales mengatakan "hak asasi manusia bersifat universal dan berlaku di mana saja."

Tapi Konfederasi Sepak Bola Amerika Selatan (CONMEBOL) berkata, sudah waktunya untuk menghentikan narasi-narasi yang kontroversi.

Kelompok kampanye LGBTQ+, All Out, meminta FIFA untuk "mengakhiri kebisuan dan kemunafikan" mereka menyusul ucapan Khalid Salman.

Dalam aksi protes di luar museum FIFA di Zurich, juru bicara dari All Out, mengatakan:

"Ini terjadi beberapa hari setelah All Out dan komunitas lain memberikan kesaksian dari kelompok LGBTQ+ di Qatar terkait penculikan, penahanan paksa, penyiksaan dan praktik konversi yang berlangsung dalam beberapa pekan terakhir.

"Namun presiden FIFA Gianni Infantino masih menyebut bahwa semua orang akan disambut di Piala Dunia.

"Dengan dua minggu tersisa sebelum dimulai pertandingan, inilah saatnya bagi FIFA untuk berhenti berpaling dan mengambil tanggung jawab.

"Sudah waktunya bagi FIFA untuk mengakhiri kebisuan dan kemunafikan. Saatnya hak asasi manusia didahulukan dari keserakahan. Dunia sedang memperhatikan."

Baca juga:

Organisasi Human Rights Watch baru-baru ini merilis sebuah laporan yang menyebutkan bahwa pasukan keamanan Qatar terus menangkap warga gay, lesbian, dan transgender.

Terkadang memaksa mereka untuk menjalani terapi konversi.

Pemerintah Qatar mengatakan laporan itu berisi tuduhan palsu.

Direktur Komunikasi dan urusan eksternal di organisasi hak-hak LGBTQ+, Stonewall, Robbie de Santos berkata hak asasi manusia "diabaikan dan tidak dihargai".

Berbicara kepada BBC World Service's Sport Today, dia menambahkan:

"Mengejutkan dan mengecewakan pihak berwenang Qatar telah memberikan jaminan kepada PBB dan badan multilateral lainnya soal menghormati hak asasi manusia selama turnamen Piala Dunia dan berkomitmen untuk kemajuan sosial. Tapi apa yang kita saksikan adalah komitmen itu tidak dijalankan.

"Itulah mengapa sangat penting bagi kita semua untuk mendengarkan, mengikuti pertandingan, juga mengetahui bahwa sepak bola benar-benar permainan semua orang. Bahwa kita semua bebas berbicara."

BBC Sport sudah menghubungi FIFA dan panitia penyelenggara Piala Dunia untuk memberikan tanggapan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sepak Terjang Jurgen Klinsmann, Pelatih Baru Timnas Korea Selatan

Sepak Terjang Jurgen Klinsmann, Pelatih Baru Timnas Korea Selatan

Bola | Selasa, 28 Februari 2023 | 18:10 WIB

Mimi Peri Ternyata Ada di Kamar Messi saat Bintang Argentina Tidur Keloni Piala Dunia

Mimi Peri Ternyata Ada di Kamar Messi saat Bintang Argentina Tidur Keloni Piala Dunia

Entertainment | Kamis, 22 Desember 2022 | 22:45 WIB

Fernando Santos Mundur, Jose Mourinho Bakal Calon Pelatih Baru Timnas Portugal 2023?

Fernando Santos Mundur, Jose Mourinho Bakal Calon Pelatih Baru Timnas Portugal 2023?

Your Say | Kamis, 22 Desember 2022 | 11:56 WIB

Lautan Manusia di Buenos Aires Rayakan Trofi Juara Piala Dunia 2022

Lautan Manusia di Buenos Aires Rayakan Trofi Juara Piala Dunia 2022

Foto | Rabu, 21 Desember 2022 | 09:00 WIB

7 Momen Deepika Padukone Buka Trofi Piala Dunia, Didampingi Mantan Kiper Timnas Spanyol Iker Casilas

7 Momen Deepika Padukone Buka Trofi Piala Dunia, Didampingi Mantan Kiper Timnas Spanyol Iker Casilas

Entertainment | Selasa, 20 Desember 2022 | 06:30 WIB

Jerinx SID Sindir Keriuhan Piala Dunia: Masih Ingat Kanjuruhan?

Jerinx SID Sindir Keriuhan Piala Dunia: Masih Ingat Kanjuruhan?

Entertainment | Senin, 19 Desember 2022 | 22:49 WIB

Dukung Argentina Juara Piala Dunia 2022, Rafathar Terbukti Bukan Anak Pembawa Sial

Dukung Argentina Juara Piala Dunia 2022, Rafathar Terbukti Bukan Anak Pembawa Sial

Entertainment | Senin, 19 Desember 2022 | 21:35 WIB

Kemeriahan Closing Ceremony Piala Dunia 2022 Qatar

Kemeriahan Closing Ceremony Piala Dunia 2022 Qatar

Foto | Senin, 19 Desember 2022 | 08:00 WIB

Euforia Ribuan Suporter di Buenos Aires Usai Argentina Juara Piala Dunia 2022

Euforia Ribuan Suporter di Buenos Aires Usai Argentina Juara Piala Dunia 2022

Foto | Senin, 19 Desember 2022 | 09:00 WIB

Muram Durja Mbappe Usai Gagal Bawa Prancis Juara

Muram Durja Mbappe Usai Gagal Bawa Prancis Juara

Foto | Senin, 19 Desember 2022 | 07:00 WIB

Terkini

Dua 'Pesawat Super' Milik AS Hancur, Kekuatan Militer Iran Kejutkan Dunia

Dua 'Pesawat Super' Milik AS Hancur, Kekuatan Militer Iran Kejutkan Dunia

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:47 WIB

Aparat Israel Halangi Pemimpin Gereja Masuk Makam Kudus di Misa Minggu Palma

Aparat Israel Halangi Pemimpin Gereja Masuk Makam Kudus di Misa Minggu Palma

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:13 WIB

Pesawat AWACS E-3 Milik AS Hancur Kena Serangan Iran di Arab Saudi

Pesawat AWACS E-3 Milik AS Hancur Kena Serangan Iran di Arab Saudi

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 20:19 WIB

Realisasi Bantuan Jaminan Hidup Terus Meningkat, Jadi Penunjang Hidup Penyintas

Realisasi Bantuan Jaminan Hidup Terus Meningkat, Jadi Penunjang Hidup Penyintas

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 18:33 WIB

Prabowo dan Takaichi Bakal Teken Kesepakatan Baru? Bocoran Topik Krusial dari Tokyo

Prabowo dan Takaichi Bakal Teken Kesepakatan Baru? Bocoran Topik Krusial dari Tokyo

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 18:23 WIB

PP TUNAS Mulai Berlaku, Kemenag Perkuat Literasi Digital di Pesantren dan Madrasah

PP TUNAS Mulai Berlaku, Kemenag Perkuat Literasi Digital di Pesantren dan Madrasah

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 18:05 WIB

Kejar Target April 2026, Pemerintah Tambah Lokasi Sekolah Rakyat di Bogor

Kejar Target April 2026, Pemerintah Tambah Lokasi Sekolah Rakyat di Bogor

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 17:35 WIB

Idrus Marham: Kebijakan Prabowo Sudah Baik, Tapi Harus Dijelaskan kepada Rakat

Idrus Marham: Kebijakan Prabowo Sudah Baik, Tapi Harus Dijelaskan kepada Rakat

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 16:24 WIB

Gelar Lebaran Bersama Rakyat di Monas, Pemerintah Bagikan 100 Ribu Kupon Belanja

Gelar Lebaran Bersama Rakyat di Monas, Pemerintah Bagikan 100 Ribu Kupon Belanja

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 16:15 WIB

Satgas Damai Cartenz Ringkus Dua Anggota Jaringan Senjata dan Amunisi Ilegal di Jayapura

Satgas Damai Cartenz Ringkus Dua Anggota Jaringan Senjata dan Amunisi Ilegal di Jayapura

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 16:04 WIB