Mengenal Rudal S-300 yang Nyasar ke Polandia: Dikembangkan Uni Soviet, Ditembakkan Ukraina?

Agatha Vidya Nariswari

Kamis, 17 November 2022 | 19:22 WIB
Mengenal Rudal S-300 yang Nyasar ke Polandia: Dikembangkan Uni Soviet, Ditembakkan Ukraina?
Ilustrasi Rudal (Pixabay)

Suara.com - Rudal S-300 milik Ukraina jatuh di Przewodow, Lublin Voivodeship, yang merupakan perbatasan Polandia dan Ukraina pada Selasa (15/11/2022). Tercatat ada dua korban meninggal akibat jatuhnya rudal S-300 ini.

Rusia sempat disalahkan atas jatuhnya rudal ini karena S-300 merupakan buatan mereka. Rudal S-300 dibuat untuk menembak jatuh pesawat, drone dan rudal jelajah dan balistik yang masuk ke teritori suatu negara. Yuk simak penjelasannya berikut ini.

Mengenal Rudal S-300

Menyadur Reuters, S-300 awalnya dikembangkan oleh Uni Soviet dan pertama kali dioperasikan pada akhir 1970-an setelah satu dekade pengembangan. Beberapa versi misil digunakan S-300 dengan kemampuan teknis dan jangkauan yang berbeda. 

Menurut Pusat Studi Strategis dan Internasional (CSIS), kisaran maksimum rudal standar adalah 150 km (93 mil) dan hulu ledak berbobot 133-143 kg (293-315 lb). Namun belum diketahui secara jelas versi mana yang mungkin digunakan dalam insiden di Przewodow, wilayah Polandia yang berbatasan dengan Ukraina.

Rudal dari sitem S-300 ini dimaksudkan untuk menembak jatuh pesawat, drone, serta rudal jelajah dan rudal balistik yang masuk. S-300 dilengkapi dengan sistem panduan untuk mengunci target secara otomatis, bahkan beberapa rudal individu dapat ditembakkan secara bersamaan ke berbagai sasaran.

Siapa yang Gunakan S-300?

Rudal S-300 merupakan senjata tua era Soviet yang masih digunakan oleh Ukraina dan Rusia yang saat ini berperang. Jens Stoltenberg yang merupakan sekretaris Jenderal NATO mengatakan rudal itu kemungkinan digunakan sebagai rudal pertahanan udara Ukraina.

Namun menurut Stoltenberg, Rusia memikul tanggung jawab utama atas insiden tersebut karena telah menginvasi Ukraina yang memicu perang hingga kini berlangsung selama 9 bulan.

baca juga

Senjata ini digunakan oleh Rusia dan Ukraina serta 18 negara lain termasuk anggota NATO yakni Yunani, Slovakia dan Bulgaria. Menurut data, Rusia selama ini diduga menggunakan rudal dari sistem S-300 tak sesuai fungsinya karena digunakan untuk menyerang sasaran darat selama perangnya di Ukraina. 

Hal tersebut mengindikasikan pasokan rudal Moskow kemungkinan mulai menipis. Pasalnya Moskow telah menjual S-300 ke Venezuela, China, Iran dan Mesir dan negara-negara lainnya. Rusia telah mengerahkan S-300 di Suriah dan  menempatkannya di Semenanjung Crimea, wilayah yang diserobot Moskow dari Ukraina pada tahun 2014.

Di sisi lain, Amerika Serikat kukuh mengatakan rudal S-300 adalah karena serangan dari Rusia. Pasalnya AS tidak memiliki informasi baru yang menunjukkan bahwa rudal S-300 tersebut dari Ukraina.

AS tetap yakin bahwa Rusia yang harus disalahkan. Di sisi lain, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky terus menegaskan bahwa negaranya tidak berada di balik insiden fatal tersebut.

Kontributor : Trias Rohmadoni

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mimpi Buruk Putin, Rusia Masuk Jurang Resesi Akibat Perang Ukraina

Mimpi Buruk Putin, Rusia Masuk Jurang Resesi Akibat Perang Ukraina

Sulsel | Kamis, 17 November 2022 | 18:28 WIB

Cerita WNI di Polandia Saat Misil Jatuh di Kota Przewodow

Cerita WNI di Polandia Saat Misil Jatuh di Kota Przewodow

Bali | Kamis, 17 November 2022 | 17:06 WIB

Presiden Prancis: KTT G20 Kirim Pesan Jelas Untuk Hentikan Perang Rusia - Ukraina

Presiden Prancis: KTT G20 Kirim Pesan Jelas Untuk Hentikan Perang Rusia - Ukraina

Sulsel | Kamis, 17 November 2022 | 16:50 WIB

Poin Penting Isi Deklarasi G20, Bahasan Konflik Rusia-Ukraina Paling Pelik

Poin Penting Isi Deklarasi G20, Bahasan Konflik Rusia-Ukraina Paling Pelik

News | Kamis, 17 November 2022 | 14:28 WIB

Cemaskan China! Amerika Serikat, Jepang dan Korea Selatan Berbagi Intelijen

Cemaskan China! Amerika Serikat, Jepang dan Korea Selatan Berbagi Intelijen

Serang | Kamis, 17 November 2022 | 13:52 WIB

Terkini

Kelakuan Keluarga George Soros Borong Tanah di New York Picu Amarah Warga: Mereka Rakus!

Kelakuan Keluarga George Soros Borong Tanah di New York Picu Amarah Warga: Mereka Rakus!

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 03:28 WIB

Gelombang Panas di Eropa Tewaskan 1300 Orang, Pejabat Prancis Salahkan Warga AS dan Pengguna AC

Gelombang Panas di Eropa Tewaskan 1300 Orang, Pejabat Prancis Salahkan Warga AS dan Pengguna AC

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 03:05 WIB

Terjebak di Bawah Bangunan Runtuh Gempa Venezuela, Pria Ini 8 Hari Melawan Maut

Terjebak di Bawah Bangunan Runtuh Gempa Venezuela, Pria Ini 8 Hari Melawan Maut

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 02:30 WIB

Bom Meledak di Jantung Damaskus, Korban Bergelimpangan di Lokasi

Bom Meledak di Jantung Damaskus, Korban Bergelimpangan di Lokasi

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 22:41 WIB

Pilot Tabrak Gedung Tertinggi Beijing Diduga Bunuh Diri, Tinggalkan Catatan Harian Mengejutkan

Pilot Tabrak Gedung Tertinggi Beijing Diduga Bunuh Diri, Tinggalkan Catatan Harian Mengejutkan

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 22:41 WIB

Kualitas Udara di TPA Jatiwaringin Capai Level Berbahaya, 64 Warga Dievakuasi

Kualitas Udara di TPA Jatiwaringin Capai Level Berbahaya, 64 Warga Dievakuasi

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 22:07 WIB

KPK Perluas Kasus Pemerasan Izin Tinggal WNA Silmy Karim, Kini Bidik Imigrasi Depok

KPK Perluas Kasus Pemerasan Izin Tinggal WNA Silmy Karim, Kini Bidik Imigrasi Depok

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 21:34 WIB

Satu Polisi Gugur dan 2 Hilang saat Gerebek Bandar Narkoba di Kalteng

Satu Polisi Gugur dan 2 Hilang saat Gerebek Bandar Narkoba di Kalteng

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 21:02 WIB

Flyover Latumenten Capai 55,2 Persen, Ditargetkan Pangkas Kemacetan hingga 40 Persen

Flyover Latumenten Capai 55,2 Persen, Ditargetkan Pangkas Kemacetan hingga 40 Persen

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:45 WIB

Kelola Sampah Organik ala Warga Meruya Selatan Hingga Jadi Bernilai Ekonomi

Kelola Sampah Organik ala Warga Meruya Selatan Hingga Jadi Bernilai Ekonomi

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:05 WIB

×