Kalau Jokowi Maju Nyapres Lagi Bakal Keok, Masih Nekat Pengin Dorong Tiga Periode?

Chandra Iswinarno, Novian Ardiansyah

Kamis, 05 Januari 2023 | 17:06 WIB
Kalau Jokowi Maju Nyapres Lagi Bakal Keok, Masih Nekat Pengin Dorong Tiga Periode?
Jokowi tak lagi pakai masker di Pasar Tanah Abang, Senin (2/1/2023). (Suara.com/Ria)

Suara.com - Presiden Jokowi diprediksi tidak akan terpilih apabila nekat mencalonkan diri kembali menjadi presiden untuk ketiga kalinya pada 2024. Satu penyebabnya, elektabilitas Jokowi keok dibanding kandidat lain.

Berdasarkan hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), Elektabilitas Jokowi pada tren elektabilitas top of mind alami penurunan dari Mei 2021 ke Desember 2022.

Pada survei top of mind Mei 2021, elektabilitas Jokowi 27,6 persen, namun elektabilitas itu kian merosot. Terakhir pada survei Desember 2022 elektabilitas Jokowi cuma 15,5 persen.

"Nah dalam survei-survei berikutnya itu. konsisten menurun dan survei terakhir hanya 15 persen," kata pendiri SMRC, Saiful Mujani dikutip dari YouTube SMRC TV, Kamis (5/1/2023).

Padahal dikatakan Saiful Mujani, dalam acara Bedah politik bersama Saiful Mujani bertema 'Peluang Jokowi Kalau jadi Capres Lagi', elektabilitas sang presiden harusnya bisa lebih dari itu. Mengingat tingkat kepuasan terhadap kepemimpinan Jokowi cukup tinggi mencapai sekitar 70 persen, ditambah Jokowi sudah dua kali menjabat sebagai petahana.

"Tadi ada kepuasan yang sangat tinggi 70 persen. Harusnya kalau itu punya makna elektoral 70 persen itu, mestinya Pak Jokowi dapat 50 persen lah setidaknya, kira kira kaya gitu. Kenyataannya kan tidak," kata Saiful.

Bahkan dalam survei top of mind itu, elektabilitas Jokowi sebagai capres jauh di bawah elektabilitas Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

"Ganjar Pranowo yang paling tinggi, itu lebih tinggi dari Pak Jokowi sendiri. Pak Jokowi ini seimbang dengan Anies dan seimbang dengan Pak Prabowo," kata Saiful.

Saiful menganalisis, tren penurunan elektabilitas Jokowi itu menurun karena orang menganggap Jokowi tidak akan maju kembali.

baca juga

Apalagi sikap demikian merupakan pelanggaran konstitusi jika benar dilakukan mengingat adanya pembatasan masa jabatan presiden hanya dua periode.

"Karena mungkin masyarakat sudah terbentuk pikirannya bahwa Pak Jokowi itu nggak akan maju. Di mana aturannya kan dua kali," kata Saiful.

Bukan cuma itu, Saiful menilai fokus masyarakat saat ini bukan ke Jokowi, melainkan ke kandidat-kandidat lainnya.

"Jadi sudah cukup dan pikirannya sudah berpikir kepada tokoh lain. Muncul lah Ganjar, muncul lah Anies, misalnya muncul lah Prabowo," kata Saiful.

Saiful merujuk hasil-hasil survei sebelumnya di mana mayoritas publik enggan Jokowi kembali menjadi presiden untuk ketiga kalinya. Bahkan menurut analisi Saiful, publik yang ingin belum tentu memilih Jokowi pada 2024.

"Minoritas sekitar 30 persen yang menginginkan Pak Jokowi maju lagi. Nah apakah yang 30 persen ini akan memilih Pak Jokowi? Itu belum tentu juga, nah ini hasilnya," kata Saiful.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tak Mau Jokowi Terjerumus, Relawan Projo Tegas Tolak Wacana Penundaan Pemilu dan Tiga Periode

Tak Mau Jokowi Terjerumus, Relawan Projo Tegas Tolak Wacana Penundaan Pemilu dan Tiga Periode

News | Rabu, 28 Desember 2022 | 16:03 WIB

Pengamat Mulai Cium Dalang Dibalik Isu Jokowi Tiga Periode

Pengamat Mulai Cium Dalang Dibalik Isu Jokowi Tiga Periode

Video | Senin, 26 Desember 2022 | 09:00 WIB

Mulai Tercium Siapa Dalang Jokowi Tiga Periode, Pengamat: Ada Usaha Terstruktur...

Mulai Tercium Siapa Dalang Jokowi Tiga Periode, Pengamat: Ada Usaha Terstruktur...

News | Kamis, 22 Desember 2022 | 11:39 WIB

Terkini

Kenapa Malaysia Terapkan 2 Hari WFH untuk PNS Mulai Agustus 2026?

Kenapa Malaysia Terapkan 2 Hari WFH untuk PNS Mulai Agustus 2026?

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 06:05 WIB

Ada Pihak Bantu Bupati Kuansing Saat OTT, KPK Sempat Kehilangan Jejak

Ada Pihak Bantu Bupati Kuansing Saat OTT, KPK Sempat Kehilangan Jejak

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 21:54 WIB

Wamensos Tinjau Pembangunan Sekolah Rakyat Permanen Kulon Progo, Progres Capai 91 Persen

Wamensos Tinjau Pembangunan Sekolah Rakyat Permanen Kulon Progo, Progres Capai 91 Persen

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 21:46 WIB

Polri Diminta Kuasai KUHP-KUHAP Baru, Kepastian Hukum Jadi Taruhan

Polri Diminta Kuasai KUHP-KUHAP Baru, Kepastian Hukum Jadi Taruhan

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 21:13 WIB

Korban Ledakan Kapal Aceh Hebat 2 Bertambah, 3 Taruna Meninggal Dunia

Korban Ledakan Kapal Aceh Hebat 2 Bertambah, 3 Taruna Meninggal Dunia

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 20:56 WIB

Diduga Didiskriminasi Sekolah, Pendidikan Siswa Disabilitas Psikososial Ini Terancam

Diduga Didiskriminasi Sekolah, Pendidikan Siswa Disabilitas Psikososial Ini Terancam

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 20:47 WIB

Terdakwa TPPU Sebut Ada Permintaan Dana Pilpres Rp21,5 M, Nama Eks Pangdam Terseret

Terdakwa TPPU Sebut Ada Permintaan Dana Pilpres Rp21,5 M, Nama Eks Pangdam Terseret

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 20:15 WIB

Label A-D Dinilai Membingungkan, BPOM Diminta Revisi Peraturan Nilai Gizi

Label A-D Dinilai Membingungkan, BPOM Diminta Revisi Peraturan Nilai Gizi

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 19:50 WIB

Keras Koalisi Sipil di Hari Bhayangkara: Polisi Alat Rakyat, Bukan Partai Cokelat!

Keras Koalisi Sipil di Hari Bhayangkara: Polisi Alat Rakyat, Bukan Partai Cokelat!

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 19:49 WIB

Parkir Ditutup Tenda Didirikan, PN Jaktim Antisipasi Massa Pendukung Sidang Perdana dr Tifa

Parkir Ditutup Tenda Didirikan, PN Jaktim Antisipasi Massa Pendukung Sidang Perdana dr Tifa

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 19:42 WIB

×