Suara.com - Kemacetan parah terjadi di Provinsi Jambi pada Selasa (28/2/2023) hingga Rabu (1/3/2023) siang, atau sekitar 22 jam.
Kemacetan itu tepatnya terjadi di Jalan Lintas Sarolangun-Batanghari. Jaqlur sepanjang 15 kilometer itu lumpuh total.
Dari sejumlah video yang beradar, kondisi di jalur tersebut terlihat aanya penumpukan ribuan kendaraan, seperti kendaraan pribadi, namun didominasi oleh mobil truk berbada besar.
Seperti apa horornya kemacetan tersebut? Berikut ulasannya.
Macet hingga 22 jam
Salah satu warga Kota Jambi yang terjebak dalam kemacetan itu, Hidayat (28) mengatakan, kemacetan terjadi sejak Selasa siang (28/2/2023). Sekitar 22 jam setelahnya, ia baru bisa terlepas dari himpitan kendaraan dan berhasil memasuki Kota Jambi.
Menurut dia, kemacetan disebabkan karena para pengendara tidak ada yang mau mengalah ketika melintas di jalan tersebut.
Menurut dia, di sepanjang lajur tersebut, kendaraan yang melintas di empat jalur didominasi truk batu bara, mobil pribadi dan mobil pengangkut hasil bumi.
Penyebab kemacetan
Kemacetan parah itu disebabkan karena padatnya truk pengangkut batu bara yang melintas di jalan nasional tersebut.
Sejumlah truk tersebut parker di bahu jalan, sehingga arus lalu lintas menjadi terhambat. Mestinya truk tersebut parker di kantong parkir yang telah disediakan.
Namun, para sopir enggan parkir di sana karena kantong parkir tersebut tergenang air akibat curah hujan yang tingga.
Perekonomian masyarakat terganggu
Kemacetan parah yang terjadi di Jambi berdampak pada sector ekonomi. Sebab ada sejumlah pedagang yang ikut terjebak dalam macet.
Di antaranya pedagang sayur mayur dan pedagang ikan yang barang dagangannya rusak karena terlalu lama diperjalanan.
Pendapatan para sopir kendaraan umum juga turun drastis karena tidak bisa bekerja seperti biasanya karena terjebak macet.
Satu orang meninggal dunia
Dalam peristiwa kemacetan parah itu, satu orang dikabarkan meninggal dunia. Korban merupakan seorang pasien yang diangkut menggunakan ambulans dari Sarolangun menuju Jambi.
Di tengah perjalanan, ambulans tersebut terjebak macet, sehingga pasien tersebut terlambat mendapatkan penannganan dan meninggal dunia di tengah kemacetan.
Alhasil, ambulans terpaksa putar arah kembali menuju Sarolangun. Para pengguna jalan membantu membuka jalan, sehingga ambulans bisa mengantarkan jenazah ke rumah duka.
Gubernur Jambi ambil tindakan
Usai peristiwa kemacetan parah hingga jatuh korban jiwa, Gubernur Jambi Al haris langsung menginstruksikan agar altivitas di mulut tambang batu bara disetop untuk sementara waktu.
"Kemacetan panjang pada Selasa sore dan malam hari sampai hari ini sehingga saya selaku Gubernur Jambi mengambil langkah yaitu tidak ada pengangkutan tambang dari mulut tambang sampai ke Jalan Nasional," Al Haris.
Dengan begitu, secara otomatis aktifitas truk pengangkut batu bara juga terhenti. Menurut dia, jalan nasional tersebut akan diperbaiki, setelah itu baru boleh dilintasi Kembali.
Kontributor : Damayanti Kahyangan