Profil Craig Mokhiber, Direktur HAM PBB Mundur karena Tak Mampu Hentikan Genosida di Gaza

Agatha Vidya Nariswari

Rabu, 01 November 2023 | 14:15 WIB
Profil Craig Mokhiber, Direktur HAM PBB Mundur karena Tak Mampu Hentikan Genosida di Gaza
Craig Mokhiber, Direktur HAM PBB yang mundur gegara merasa tak berdaya stop genosida di jalur Gaza (Instagram/@urban_bedouin)

Suara.com - Direktur PBB untuk Hak Asasi Manusia (HAM) Craig Mokhiber mundur dari jabatannya usai menyebut Amerika Serikat, Inggris dan sebagian besar negara Eropa terlibat dalam serangan mengerikan Israel terhadap penduduk di Gaza. Keputusan pengunduran diri Craig Mokhiber dilatarbelakangi atas dugaan PBB yang dianggap gagal menghentikan serangan-serangan Israel terhadap para penduduk di jalur Gaza. 

Craig Mokhiber menulis surat pengunduran dirinya pada Komisaris Tinggi PBB di Jenewa Volker Turk pada 28 Oktober 2023. Lantas siapa sebenarnya Craig Mokhiber? Simak penjelasan berikut ini.

Profil Craig Mokhiber

Craig Mokhiber, Dirut PBB untuk HAM yang mundur gegara merasa tak berdaya stop genosida di jalur Gaza (Instagram/@urban_bedouin)
Craig Mokhiber, Dirut PBB untuk HAM yang mundur gegara merasa tak berdaya stop genosida di jalur Gaza (Instagram/@urban_bedouin)

Craig Mokhiber adalah Direktur di Kantor Komisaris Tinggi Hak Asasi Manusia (HAM) yang terletak di New York, Amerika Serikat. Dia telah bekerja sebagai pengacara dan spesialis dalam bidang hukum, kebijakan, dan metodologi HAM internasional di PBB sejak tahun 1992.

Banyak sekali peran Craig Mokhiber selama bergabung sebagai salah satu karyawan PBB. Pada tahun 1990-an, dia pernah memimpin pengembangan karya mengenai pendekatan berbasis HAM.

Craig Mokhiber juga pernah bekerja sebagai Penasihat Senior HAM PBB di Palestina dan Afghanistan. Akan tetapi, kariernya tak berjalan mulus begitu saja. 

Sebagai Direktur HAM PBB, tak jarang Craig Mokhiber mendapat kecaman dari kelompok pro-Israel karena komentar pedasnya di media sosial. Dia sempat dikritik karena memberi dukungan terhadap gerakan boikot, divestasi, sanksi, serta menuduh Israel melakukan apartheid, tuduhan yang dia ulangi dalam surat terakhirnya.

Mundur Dari PBB

Craig Mokhiber, Dirut PBB untuk HAM yang mundur gegara merasa tak berdaya stop genosida di jalur Gaza (Instagram/@urban_bedouin)
Craig Mokhiber, Dirut PBB untuk HAM yang mundur gegara merasa tak berdaya stop genosida di jalur Gaza (Instagram/@urban_bedouin)

Kabar pengunduran diri Craig Mokhiber dari Direktur PBB untuk HAM menjadi perbincangan hangat di media sosial. Bahkan beredar surat pengunduran diri Craig Mokhiber yang diunggah oleh akun X @Raminho .

Dalam unggahan itu disebutkan bahwa Craig Mokhiber mengundurkan diri dari jabatannya sebagai protes dari PBB mengenai isu-isu HAM di Palestina.

Surat pengunduran diri Craig Mokhiber ditujukan kepada Volker Turk selaku Komisaris Tinggi HAM. Dalam suratnya, Craig Mokhiber menjelaskan bahwa dunia telah mengalami penderitaan yang sangat besar. Dia mengatakan bahwa organisasinya sudah tak mampu untuk menangani genosida yang terjadi di Palestina.

baca juga

Craig Mokhiber mengatakan bahwa tindakan Israel di jalur Gaza adalah genosida. Pejabat tinggi itu mengakui bahwa kata tersebut seringkali menjadi sasaran pelecehan politik.

Dalam surat, Craig Mokhiber menulis bahwa dia telah gagal dalam memenuhi tugas untuk mencegah kekejaman massal, perlindungan kelompok rentan dan akuntabilitas. Sama halnya dengan pembunuhan dan penganiayaan yang terjadi berturut-turut di Palestina.

Craig Mokhiber merasa gagal apalagi dia sudah berpengalaman di bidang HAM selama lebih dari tiga dekade. Namun, permasalahan antara Israel dan Palestina sudah berlangsung selama beberapa dekade dan dia pun merasa gagal mengatasinya.

Craig Mokhiber mengatakan bahwa di Palestina, rumah warga sipil, sekolah, gereja, masjid, rumah sakit, semua diserang tak ada habis-habisnya. Dalam surat itu, Craig Mokhiber juga menjelaskan bahwa pemerintah Amerika Serikat, Inggris, dan sebagian besar negara-negara di Eropa sepenuhnya terlibat dalam serangan tersebut. Mereka secara aktif memberikan senjata, dukungan ekonomi, intelijen, hingga memberi kedok politik dan diplomatik atas Israel.

Terlihat juga dalam surat, Craig Mokhiber menuliskan bahwa dalam beberapa dekade terakhir, bagian-bagian penting dari PBB telah menyerah pada kekuatan Amerika Serikat. Tak hanya itu, bahwa PBB juga takut akan lobi Israel dan meninggalkan beberapa prinsipnya.

Craig Mokhiber mempercayai bahwa dahulu PBB memiliki prinsip dan otoritas yang berakar pada integritas badan tersebut. Namun, tampaknya hal itu sudah hilang selama bertahun-tahun. Untuk mengatasi dan memperbaiki hal ini, PBB harus belajar dari sikap prinsip yang diambil dari kota-kota seluruh dunia dalam beberapa hari terakhir, ketika banyak orang menentang genosida.

Kontributor : Trias Rohmadoni

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Aksi Nyata, Aldi Taher Transfer Rp5 Juta Buat Makan Anak-Anak Palestina

Aksi Nyata, Aldi Taher Transfer Rp5 Juta Buat Makan Anak-Anak Palestina

Entertainment | Rabu, 01 November 2023 | 13:54 WIB

Terima Donasi Sampai Rp 2,7 Miliar, Teuku Wisnu Ternyata Kesulitan Salurkan Bantuan ke Palestina

Terima Donasi Sampai Rp 2,7 Miliar, Teuku Wisnu Ternyata Kesulitan Salurkan Bantuan ke Palestina

Entertainment | Rabu, 01 November 2023 | 13:50 WIB

Profil Ariel Sharon, Mantan PM Israel Tewas Tragis dengan Organ Membusuk

Profil Ariel Sharon, Mantan PM Israel Tewas Tragis dengan Organ Membusuk

Lifestyle | Rabu, 01 November 2023 | 12:42 WIB

3 Surat Dalam Al Quran Ini Ceritakan soal Palestina dan Israel, Berikut Tafsirannya

3 Surat Dalam Al Quran Ini Ceritakan soal Palestina dan Israel, Berikut Tafsirannya

Lifestyle | Rabu, 01 November 2023 | 12:10 WIB

10 Brand Fashion Ini Ternyata Dari Palestina, Ayo Borong!

10 Brand Fashion Ini Ternyata Dari Palestina, Ayo Borong!

Lifestyle | Rabu, 01 November 2023 | 12:00 WIB

Terkini

GMNI Desak Pemerintah Hentikan Total Program Kopdes Merah Putih: Jangan Boroskan APBN

GMNI Desak Pemerintah Hentikan Total Program Kopdes Merah Putih: Jangan Boroskan APBN

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 17:45 WIB

Kemenhan Akui 32 Peserta Hamil Sempat Ikut Latsarmil SPPI, Akhirnya Dipulangkan

Kemenhan Akui 32 Peserta Hamil Sempat Ikut Latsarmil SPPI, Akhirnya Dipulangkan

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 17:40 WIB

Gempa Pacitan Terasa hingga Yogyakarta, KAI Sempat Hentikan Perjalanan Kereta

Gempa Pacitan Terasa hingga Yogyakarta, KAI Sempat Hentikan Perjalanan Kereta

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 17:32 WIB

Jangan Lewatkan Keseruan Belanja di Alfamidi Akhir Pekan Ini: Bonus Spesial Sudah Menanti

Jangan Lewatkan Keseruan Belanja di Alfamidi Akhir Pekan Ini: Bonus Spesial Sudah Menanti

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 17:28 WIB

5 Peserta SPPI Tewas, TB Hasanuddin Desak Latihan Militer Calon Manajer Koperasi Dihentikan

5 Peserta SPPI Tewas, TB Hasanuddin Desak Latihan Militer Calon Manajer Koperasi Dihentikan

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 16:42 WIB

Warga Keluhkan Dentuman Kembang Api di Prambanan, Kades Sebut Acara Pre-Wedding Sespri Prabowo

Warga Keluhkan Dentuman Kembang Api di Prambanan, Kades Sebut Acara Pre-Wedding Sespri Prabowo

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 16:32 WIB

5 Peserta SPPI Tewas, Kemhan Evaluasi Total Program Latsarmil

5 Peserta SPPI Tewas, Kemhan Evaluasi Total Program Latsarmil

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 16:25 WIB

Bukan Untuk Cetak Tentara, Kemhan Ungkap Misi Utama Latsarmil Calon Manajer Kopdes

Bukan Untuk Cetak Tentara, Kemhan Ungkap Misi Utama Latsarmil Calon Manajer Kopdes

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 15:40 WIB

Dinilai Punya Kepribadian Baik, Uya Kuya Bakal Pimpin PAN Jakarta

Dinilai Punya Kepribadian Baik, Uya Kuya Bakal Pimpin PAN Jakarta

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 15:00 WIB

Jawab Prabowo Soal Tidak Bisa Bikin Mobil Sendiri, UGM: Kuncinya di Keberpihakan Pemerintah

Jawab Prabowo Soal Tidak Bisa Bikin Mobil Sendiri, UGM: Kuncinya di Keberpihakan Pemerintah

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 14:28 WIB

×