Sejahterakan Peternak Sapi Perah Lokal Melalui Program Kemitraan

Fabiola Febrinastri, Restu Fadilah

Selasa, 06 Februari 2024 | 14:22 WIB
Sejahterakan Peternak Sapi Perah Lokal Melalui Program Kemitraan
Peternak sapi perah lokal sedang menuang susu. (Dok: Istimewa)

Suara.com - Susu merupakan salah satu bahan pangan yang sangat penting bagi pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat. Susu berperan sebagai asupan penting untuk kesehatan, kecerdasan, dan pertumbuhan, khususnya anak-anak. Kesadaran masyarakat terhadap konsumsi susu menjadikan susu sebagai komoditas ekonomi yang mempunyai nilai sangat strategis.

Berdasarkan data yang dicatat oleh Badan Pusat Statistik (BPS), pada 2022 kebutuhan susu nasional mencapai 4,4 juta ton, sedangkan produksi SSDN (susu segar dalam negeri) hanya mencapai 968.980 ton. Dengan kata lain, sebanyak 80 persen pemenuhan kebutuhan SSDN di Indonesia masih bersumber dari impor. Kondisi ini tentu harus diwaspadai, karena jika dibiarkan, dapat menyebabkan kemandirian dan kedaulatan susu semakin jauh dari harapan.

Berangkat dari permasalahan tersebut, Nestlé Indonesia melalui tim Milk Procurement and Dairy Development (MPDD) terus mengoptimalkan potensi daerah melalui program kemitraan dengan para peternak sapi lokal (sapi perah). Hal ini mengingat salah satu unsur penting dalam pengembangan persusuan nasional adalah pengembangan sapi perah baik dari sisi kuantitas maupun kualitas.

Program kemitraan ini mencakup pelatihan tentang praktik peternakan sapi perah yang baik dan berkelanjutan, perawatan dasar kesehatan sapi dengan pemotongan kuku, teknik ikat alternatif untuk meningkatkan kenyamanan hingga dukungan finansial untuk melengkapi peralatan peternakan dan perbaikan kandang sapi.

Pendampingan teknis dan finansial kepada para peternak sapi perah lokal, secara otomatis dapat meningkatkan produktivitas, kualitas susu, dan juga meningkatkan kesejahteraan para peternak sapi perah lokal.

Sampai saat ini, tim MPDD telah membina 26.000 peternak sapi perah di Jawa Timur (Jatim). Mereka diberikan pelatihan tentang praktik peternakan sapi perah yang baik dan berkelanjutan, untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas susu segar, serta memastikan penerapan peternakan yang ramah lingkungan.

Berhasil Tingkatkan Produksi Susu Peternak Sapi

Program kemitraan yang diinisiasi Nestlé Indonesia dengan peternak sapi perah lokal membuahkan hasil. Para peternak yang mengikuti program tersebut mencatatkan kenaikan produksi lebih dari 20%.

Siswandi, salah satu anggota KUD Sumber Makmur Ngantang, Desa Ngantru, Kecamatan Ngantang mengatakan, produksi sapi perah-nya berhasil meningkat setelah mendapatkan pelatihan dan pendampingan dari tim Nestlé Indonesia.

baca juga

Dalam pelatihan dan pendampingan tersebut, dia mengimplementasikan sistem closed house barn. Menurutnya, dengan mengimplementasikan hal tersebut, dia berhasil menjaga kesehatan sapi, sehingga susu yang dihasilkan sapi miliknya pun memiliki kualitas yang tinggi.

"Kalau saya waktu itu menjaga kebersihan sapi dan kandangnya serta menerapkan sistem closed house barn. Sekarang produksi susu yang dulunya 13 liter per hari, sekarang bisa mencapai 20 liter per hari," ujarnya. 

Sebagai informasi, untuk mendukung keberlanjutan program tersebut, Nestlé Indonesia juga telah membangun 8 sarana air bersih bagi para peternak sapi perah di Jatim. Hal ini bukan hanya untuk mendukung peternakan, namun juga untuk membantu meningkatkan kesehatan masyarakat sekitar.

Adapun, untuk menjaga kebersihan lingkungan, kesehatan peternak dan keluarganya, maupun mengurangi emisi gas rumah kaca, Nestlé Indonesia membantu membangun lebih dari 8.600 unit kubah biogas untuk mengolah kotoran sapi menjadi energi terbarukan yang digunakan untuk  memasak dan penerangan.

Di samping itu, slurry yang dihasilkan dari proses pengolahan biogas dapat digunakan sebagai pupuk organik untuk meningkatkan kesuburan lahan pakan ternak. Pengolahan limbah kotoran ini turut menciptakan sistem sirkular pertanian terintegrasi di peternakan sapi perah di Jawa Timur, ini sejalan dengan ambisi Nestlé untuk mencapai emisi nol karbon (net zero emissions) pada 2050.

Sementara untuk membantu keperluan memasak dan penerangan para peternak sapi perah lokal, Nestlé membantu para peternak sapi perah lokal untuk membangun kubah biogas di rumahnya. Kubah biogas ini dapat meng-ekstrak gas metana yang terkandung di kotoran sapi yang nantinya bisa dimanfaatkan untuk energi terbarukan yang kemudian bisa digunakan untuk memasak dan penerangan.

Penyediaan Akses Sumber Air Bersih

Mengingat masih banyaknya lokasi di Indonesia yang kesulitan mendapatkan akses ke sumber air bersih, Nestlé dengan kemitraan peternak sapi perah lokal, sejak 2008 lalu, Nestle telah membangun sebanyak sembilan sarana air bersih untuk masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi operasional Nestlé di Indonesia dan telah menjangkau sekitar 2.300 keluarga.

Selain itu, Nestlé juga mengadakan dua program lainnya, yaitu bekerjasama dengan USAID melalui program Indonesian Urban Water, Sanitation and Hygiene (IUWASH) dengan pembangunan 100 sumur resapan untuk menangkap air hujan yang masing-masing sumurnya dapat menampung hingga 8.000 liter air hujan.

Sumber air bersih ini dapat memudahkan peternak untuk menjaga kebersihan sapi dan kandangnya yang tentunya dapat menghasilkan sapi yang lebih sehat dan secara tidak langsung dapat menghasilkan susu dengan kualitas yang lebih baik.

Adapun beberapa produk yang dimiliki oleh Nestlé Indonesia adalah Dancow, Bear Brand, Milo dan Nescafe. Untuk informasi lebih lanjut mengenai program-program baik dari Nestlé Indonesia, silakan kunjungi website resminya di https://www.nestle.co.id/

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ekonomi RI Finish di 5,05% di 2023

Ekonomi RI Finish di 5,05% di 2023

Bisnis | Senin, 05 Februari 2024 | 13:07 WIB

Penyebab Harga Beras Naik Belakangan Ini, BPS Ungkap Datanya

Penyebab Harga Beras Naik Belakangan Ini, BPS Ungkap Datanya

Bisnis | Kamis, 01 Februari 2024 | 13:42 WIB

Bawang dan Cabai Picu Kenaikan Indeks Perkembangan Harga di Akhir Januari

Bawang dan Cabai Picu Kenaikan Indeks Perkembangan Harga di Akhir Januari

Foto | Senin, 29 Januari 2024 | 17:36 WIB

BPS Catat Ada Kenaikan Beras Selama Desember 2024

BPS Catat Ada Kenaikan Beras Selama Desember 2024

Bisnis | Selasa, 02 Januari 2024 | 14:10 WIB

Sepanjang Tahun Ini RI Gelontorkan Rp22,48 Triliun Demi Impor Beras

Sepanjang Tahun Ini RI Gelontorkan Rp22,48 Triliun Demi Impor Beras

Bisnis | Jum'at, 15 Desember 2023 | 14:02 WIB

Surplus Neraca Dagang RI Masih Catatkan Untung US$2,41 Miliar

Surplus Neraca Dagang RI Masih Catatkan Untung US$2,41 Miliar

Bisnis | Jum'at, 15 Desember 2023 | 13:49 WIB

Terkini

Polandia Pecahkan Rekor Suhu Tertinggi 40,5C, Gelombang Panas Eropa Bergerak ke Timur

Polandia Pecahkan Rekor Suhu Tertinggi 40,5C, Gelombang Panas Eropa Bergerak ke Timur

News | Senin, 29 Juni 2026 | 02:23 WIB

Italia Siaga Gelombang Panas Ekstrem, Suhu Tembus 40 C Korban Jiwa Berjatuhan

Italia Siaga Gelombang Panas Ekstrem, Suhu Tembus 40 C Korban Jiwa Berjatuhan

News | Senin, 29 Juni 2026 | 02:19 WIB

Gempa Susulan 4,8 M Guncang Venezuela, Korban Tewas Tembus 1400 Jiwa

Gempa Susulan 4,8 M Guncang Venezuela, Korban Tewas Tembus 1400 Jiwa

News | Senin, 29 Juni 2026 | 02:07 WIB

Pakar Manajemen Publik: Ambisi Politik Keluarga Jokowi Berisiko Rusak Kepercayaan Demokrasi

Pakar Manajemen Publik: Ambisi Politik Keluarga Jokowi Berisiko Rusak Kepercayaan Demokrasi

News | Minggu, 28 Juni 2026 | 22:53 WIB

Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India

Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India

News | Minggu, 28 Juni 2026 | 21:54 WIB

Dibatalkan Sepihak oleh Kampus UI, Forum Konferensi Republik Terpaksa Pindah ke Kafe

Dibatalkan Sepihak oleh Kampus UI, Forum Konferensi Republik Terpaksa Pindah ke Kafe

News | Minggu, 28 Juni 2026 | 21:31 WIB

Tim Jibom Polda Papua Musnahkan 2 Granat Nanas Peninggalan Perang Dunia II

Tim Jibom Polda Papua Musnahkan 2 Granat Nanas Peninggalan Perang Dunia II

News | Minggu, 28 Juni 2026 | 21:11 WIB

81 Tahun Menanti, Warga Sipiongot Beri Tradisi Ini ke Bobby Nasution Usai Jalan Tembus Dibangun

81 Tahun Menanti, Warga Sipiongot Beri Tradisi Ini ke Bobby Nasution Usai Jalan Tembus Dibangun

News | Minggu, 28 Juni 2026 | 21:02 WIB

DJKI Cermati 124 Situs Hasil Laporan Motion Picture Association

DJKI Cermati 124 Situs Hasil Laporan Motion Picture Association

News | Minggu, 28 Juni 2026 | 20:29 WIB

Open House Sekolah Rakyat Palembang: Gus Ipul Minta Penjangkauan Siswa Dilakukan Secara Jujur

Open House Sekolah Rakyat Palembang: Gus Ipul Minta Penjangkauan Siswa Dilakukan Secara Jujur

News | Minggu, 28 Juni 2026 | 19:10 WIB

×