Apa Itu Nilai Tukar Petani? Berikut Contoh Sederhananya

Muhammad Yunus

Kamis, 27 Juni 2024 | 13:10 WIB
Apa Itu Nilai Tukar Petani? Berikut Contoh Sederhananya
Petani di Lampung [Suara.com/ANTARA]

Suara.com - Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel) melalui Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (TPH-Bun) Sulsel mencatat Nilai Tukar Petani (NTP) terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.

Kepala Dinas TPH Bun Sulsel Imran Jausi, mengatakan NTP Sulsel telah dirilis BPS Sulsel yakni 115,53 poin untuk Mei 2024.

Jumlah ini meningkat dari tahun sebelumnya yang hanya 104,79 poin, dan angka ini juga lebih baik dari tahun 2022 yakni 99,47 poin.

"Mei ini NTP itu luar biasa, khususnya pada NTP Hortikultura yang mencapai 138,51 poin dan ini terus bertambah sejak tiga tahun terakhir," kata Imran.

Menurut Imran, hal ini sejalan dengan sejumlah kebijakan yang dikeluarkan oleh Pemprov Sulsel dalam mendukung perekonomian dan ketahanan pangan.

Salah satunya ialah gerakan menanam cabai dari rumah bagi ASN maupun pegawai kontrak Sulsel untuk menangani inflasi dan memperkuat ketahanan pangan dari keluarga.

Pasalnya program menanam cabai yang digalakkan sejak Desember 2023 dan dimulai dengan pembagian bibit hingga merilis surat edaran bagi ASN dinilai telah berhasil menjaga harga cabai di pasaran, yakni berkisar Rp30 ribu-Rp40 ribu per kilogram pada enam bulan terakhir.

Padahal sebelumnya, harga cabai pada beberapa sidak pasar di Kota Makassar kerap kali didapati hargai cabai mencapai Rp50 ribu/kg.

"Kita punya NTP Sulsel untuk holtikultura di kisaran 118-121 pada Desember 2023, sementara saat ini NTP Sulsel posisi Mei yaitu 138, sehingga dipastikan naik 20 poin. Ini yang dirasakan masyarakat, berarti ketika mereka menanam maka ada margin keuntungan 38 persen, ini mulai keliatan manfaatnya," ujarnya.

Imran menyebut kebijakan menanam cabai dari rumah memberikan pengaruh signifikan terhadap NTP di Sulsel. Sebab stok dan harga cabai selama enam bulan terakhir tetap terjaga, bahkan tidak lagi mempengaruhi inflasi.

Apa Itu Nilai Tukar Petani

Nilai Tukar Petani atau NTP adalah perbandingan indeks harga yang diterima petani terhadap indeks harga yang dibayar petani.

NTP merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan/daya beli petani di pedesaan.

NTP juga menunjukkan daya tukar dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi.

Jika NTP di atas 100, berarti petani mengalami keuntungan karena harga jual hasil produksinya lebih tinggi dibandingkan dengan biaya yang dikeluarkan. Sebaliknya, jika NTP di bawah 100, petani mengalami kerugian.

Contoh Sederhana Nilai Tukar Petani

baca juga

Misalkan seorang petani padi menghasilkan 100 kilogram padi dalam satu musim. Harga padi di pasar adalah Rp5.000 per kilogram, sehingga total pendapatan petani adalah Rp500 ribu.

Kemudian, untuk produksi tersebut, petani harus mengeluarkan biaya untuk bibit, pupuk, tenaga kerja, dan lain-lain sebesar Rp300.000.

Selain itu, untuk kebutuhan hidup sehari-hari, petani juga mengeluarkan biaya sebesar Rp100.000. Maka, total biaya yang dikeluarkan petani adalah Rp400.000

Karena NTP lebih dari 100, berarti petani tersebut mengalami keuntungan.

Nilai Tukar Petani (NTP) dapat dihitung dengan rumus pendapatan dibagi total biaya kemudian dikalikan 100.

Dengan memasukkan angka-angka di atas, kita dapatkan angka 125.

Karena NTP lebih dari 100, berarti petani tersebut mengalami keuntungan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Apa Itu Gangguan Bicara pada Anak Dengan Celah Lelangit?

Apa Itu Gangguan Bicara pada Anak Dengan Celah Lelangit?

News | Senin, 24 Juni 2024 | 16:54 WIB

Apa Itu Frugal Living? Gaya Hidup Hemat dan Cerdas ala Anak Muda Masa Kini

Apa Itu Frugal Living? Gaya Hidup Hemat dan Cerdas ala Anak Muda Masa Kini

Lifestyle | Minggu, 23 Juni 2024 | 11:24 WIB

Apa Itu Khodam? Fenomena Baru yang Jadi Tren di Media Sosial

Apa Itu Khodam? Fenomena Baru yang Jadi Tren di Media Sosial

Lifestyle | Kamis, 20 Juni 2024 | 17:10 WIB

Terkini

Kecepatan 5G XL Naik 263 Persen, Layanan Ultra 5G+ Kini Hadir di Solo dan Yogyakarta

Kecepatan 5G XL Naik 263 Persen, Layanan Ultra 5G+ Kini Hadir di Solo dan Yogyakarta

Tekno | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 07:04 WIB

Sinopsis Shadows of Desire, Dracin Daniel Zhou dan Zhao Qing di iQiyi

Sinopsis Shadows of Desire, Dracin Daniel Zhou dan Zhao Qing di iQiyi

Your Say | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 07:00 WIB

Langit Kuning Palangka Raya akibat Karhutla, Apa Dampaknya bagi Kesehatan?

Langit Kuning Palangka Raya akibat Karhutla, Apa Dampaknya bagi Kesehatan?

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 07:00 WIB

4 Shio Beruntung 16 Oktober 2026, Kelinci hingga Anjing Rasakan Perubahan Positif

4 Shio Beruntung 16 Oktober 2026, Kelinci hingga Anjing Rasakan Perubahan Positif

Lifestyle | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 06:27 WIB

Stok Makanan di Supermarket Terancam Kosong Tahun Depan, Apa yang Sedang Terjadi Terjadi?

Stok Makanan di Supermarket Terancam Kosong Tahun Depan, Apa yang Sedang Terjadi Terjadi?

Bisnis | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 06:15 WIB

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Jawa Tengah | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:50 WIB

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:49 WIB

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:46 WIB

×