"Seperti Kelinci di Kandang": Kehidupan di Bawah Bayang-Bayang Pos Pemeriksaan Baru di Tepi Barat

Aprilo Ade Wismoyo

Jum'at, 24 Januari 2025 | 18:00 WIB
"Seperti Kelinci di Kandang":  Kehidupan di Bawah Bayang-Bayang Pos Pemeriksaan Baru di Tepi Barat
Tentara Israel di Tepi Barat. (Foto: Anadolu, via Antara)

Suara.com - Pastor Bashar Basiel bebas keluar masuk parokinya di Tepi Barat yang diduduki hingga pasukan Israel memasang gerbang di pintu masuk desanya Taybeh pada malam hari, hanya beberapa jam setelah gencatan senjata dimulai di Gaza.

"Kami terbangun dan terkejut melihat gerbang besi di pintu masuk Taybeh, di jalan menuju Jericho, Yerusalem, dan Nablus," kata Basiel, seorang pendeta Katolik di desa Kristen di utara Ramallah.

Di seluruh Tepi Barat, para pekerja mendapati bahwa perjalanan mereka ke tempat kerja memakan waktu lebih lama sejak gencatan senjata Gaza dimulai.

"Kami belum pernah mengalami situasi yang sulit (dalam hal pergerakan) sejak Intifada Kedua," kata Basiel kepada AFP mengacu pada pemberontakan Palestina di awal tahun 2000-an.

Ia mengatakan bahwa ia terbiasa dengan pos pemeriksaan, yang tersebar di sepanjang tembok pemisah yang membelah sebagian besar Tepi Barat dan di pintu masuk ke kota-kota Palestina.

Namun, meskipun waktu tunggu menjadi lebih lama setelah serangan Hamas pada Oktober 2023 yang memicu perang Gaza, kini hampir mustahil untuk berpindah antarkota dan desa di Tepi Barat.

Surat kabar Israel yang condong ke kiri, Haaretz, melaporkan bahwa otoritas Israel memerintahkan militer untuk mengoperasikan puluhan pos pemeriksaan di sekitar Tepi Barat selama 42 hari pertama gencatan senjata.

Menurut Komisi Perlawanan Tembok Palestina, 146 gerbang besi didirikan di sekitar Tepi Barat setelah perang Gaza dimulai, 17 di antaranya pada bulan Januari saja, sehingga jumlah total blokade jalan di wilayah Palestina menjadi 898.

"Pos pemeriksaan tetaplah pos pemeriksaan, tetapi perbedaannya sekarang adalah mereka telah menutup kami dengan gerbang. Itulah perubahan besarnya," kata Anas Ahmad, yang mendapati dirinya terjebak kemacetan selama berjam-jam dalam perjalanan pulang setelah jalan yang biasanya terbuka di dekat kota universitas Birzeit ditutup.

baca juga

Ratusan pengemudi dibiarkan menganggur di jalan keluar kota sambil menunggu tentara Israel mengizinkan mereka lewat.

Gerbang logam oranye yang dimaksud Ahmad adalah versi lebih ringan dari pos pemeriksaan penuh, yang biasanya memiliki gerbang dan tempat perlindungan beton bagi tentara yang memeriksa identitas pengemudi atau menggeledah kendaraan mereka.

"Saat gencatan senjata ditandatangani, semuanya berubah 180 derajat. Pemerintah Israel membuat rakyat Palestina membayar harganya," kata Ahmad, seorang polisi yang bekerja di Ramallah.

Juru bicara militer Israel Nadav Shoshani tidak berkomentar mengenai apakah ada peningkatan jumlah pos pemeriksaan tetapi mengatakan militer menggunakannya untuk menangkap orang-orang Palestina bersenjata yang dicari.

"Kami memastikan bahwa para teroris tidak melarikan diri tetapi warga sipil memiliki kesempatan untuk keluar atau pergi ke mana pun mereka inginkan dan memiliki kebebasan bergerak," katanya dalam jumpa pers pada hari Rabu.

Basiel mengatakan bahwa sekarang, ketika gerbang ditutup, "Saya harus menunggu, atau saya harus mengambil jalan lain" menuju Taybeh.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ratusan Truk Bantuan Tertahan, Israel Dituding Hambat Kesepakatan usai Gencatan Senjata

Ratusan Truk Bantuan Tertahan, Israel Dituding Hambat Kesepakatan usai Gencatan Senjata

News | Jum'at, 24 Januari 2025 | 17:09 WIB

Cek Fakta: Potret Bandar Udara Sanaa di Yaman usai Terkena Serangan dari Israel

Cek Fakta: Potret Bandar Udara Sanaa di Yaman usai Terkena Serangan dari Israel

News | Jum'at, 24 Januari 2025 | 16:59 WIB

Cek Fakta: Taylor Swift Sebut Kebakaran LA Sebagai Hukuman bagi Kelompok Pro-Israel

Cek Fakta: Taylor Swift Sebut Kebakaran LA Sebagai Hukuman bagi Kelompok Pro-Israel

News | Jum'at, 24 Januari 2025 | 16:27 WIB

Lebih dari 23.500 Perempuan dan Anak Tewas di Gaza, PBB: "Satu Generasi Trauma"

Lebih dari 23.500 Perempuan dan Anak Tewas di Gaza, PBB: "Satu Generasi Trauma"

News | Jum'at, 24 Januari 2025 | 15:54 WIB

Heboh! Komandan Hamas yang Diklaim Tewas Muncul Kembali di Gaza, Israel Salah Sasaran?

Heboh! Komandan Hamas yang Diklaim Tewas Muncul Kembali di Gaza, Israel Salah Sasaran?

News | Jum'at, 24 Januari 2025 | 15:17 WIB

Jenin Membara Lagi: Serangan Israel Pasca-Gencatan Senjata Gaza Tewaskan 10 Orang

Jenin Membara Lagi: Serangan Israel Pasca-Gencatan Senjata Gaza Tewaskan 10 Orang

News | Jum'at, 24 Januari 2025 | 04:05 WIB

Terkini

Mobil Boks di Bekasi Terobos Lampu Merah Hingga Tabrak 5 Motor, Satu Pemotor Tewas

Mobil Boks di Bekasi Terobos Lampu Merah Hingga Tabrak 5 Motor, Satu Pemotor Tewas

News | Senin, 29 Juni 2026 | 14:24 WIB

Dalih Bobot 170 Kg Bikin Razman Dapat Sel 'Mewah', Hotman Paris Somasi Kalapas Cipinang!

Dalih Bobot 170 Kg Bikin Razman Dapat Sel 'Mewah', Hotman Paris Somasi Kalapas Cipinang!

News | Senin, 29 Juni 2026 | 14:23 WIB

Pedas! Guntur Romli Sebut Kepala Kerbau Diinjak Jokowi Simbol Loyalis Terbuai Perilaku Raja

Pedas! Guntur Romli Sebut Kepala Kerbau Diinjak Jokowi Simbol Loyalis Terbuai Perilaku Raja

News | Senin, 29 Juni 2026 | 14:23 WIB

1.000 Orang Meninggal karena Panas Ekstrem di Prancis. Kebanyakan Orang Tua di Rumah

1.000 Orang Meninggal karena Panas Ekstrem di Prancis. Kebanyakan Orang Tua di Rumah

News | Senin, 29 Juni 2026 | 14:20 WIB

Naik Pitam! Roy Suryo Semprot Pendukung Jokowi yang Mau Intervensi Sidang Praperadilan

Naik Pitam! Roy Suryo Semprot Pendukung Jokowi yang Mau Intervensi Sidang Praperadilan

News | Senin, 29 Juni 2026 | 14:11 WIB

Dibalik Mandatori Biodiesel Sawit B50, Potensi Deforestasi Setara 22 Kali Luas Jakarta Mengintai

Dibalik Mandatori Biodiesel Sawit B50, Potensi Deforestasi Setara 22 Kali Luas Jakarta Mengintai

News | Senin, 29 Juni 2026 | 14:06 WIB

Tragedi Latsarmil Kopdes, Komnas HAM Didesak Investigasi Program Pemerintah Berpotensi Langgar HAM

Tragedi Latsarmil Kopdes, Komnas HAM Didesak Investigasi Program Pemerintah Berpotensi Langgar HAM

News | Senin, 29 Juni 2026 | 14:04 WIB

PKB Tak Toleransi: Ancam Sanksi Tegas Anggota DPRD TTU yang Mabuk dan Intimidasi dr Icha!

PKB Tak Toleransi: Ancam Sanksi Tegas Anggota DPRD TTU yang Mabuk dan Intimidasi dr Icha!

News | Senin, 29 Juni 2026 | 13:58 WIB

MagangHub Angkatan II Dibuka, Pemerintah Sediakan 150 Ribu Kuota dan Uang Saku hingga Rp 6 Juta

MagangHub Angkatan II Dibuka, Pemerintah Sediakan 150 Ribu Kuota dan Uang Saku hingga Rp 6 Juta

News | Senin, 29 Juni 2026 | 13:58 WIB

Ekonomi Indonesia Bak Timnas di Piala Dunia, Mensesneg: Semua Lini Harus Kompak

Ekonomi Indonesia Bak Timnas di Piala Dunia, Mensesneg: Semua Lini Harus Kompak

News | Senin, 29 Juni 2026 | 13:50 WIB

×