Lontong Lebaran Favoritmu Bisa Jadi Bom Waktu! Ini Cara Aman Menikmatinya

Muhammad Yunus

Selasa, 18 Maret 2025 | 15:25 WIB
Lontong Lebaran Favoritmu Bisa Jadi Bom Waktu! Ini Cara Aman Menikmatinya
Ilustrasi ChatGPT Lontong dibungkus plastik [Suara.com/Muhammad Yunus]

Suara.com - Dalam budaya kuliner Indonesia, lontong dan ketupat menjadi makanan yang sering dikonsumsi, terutama saat perayaan hari besar seperti Idul Fitri.

Namun, kebiasaan membungkus lontong dengan plastik ternyata menyimpan risiko kesehatan yang serius.

Ahli gizi masyarakat dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, DR. dr. Tan Shot Yen, M.Hum, mengungkapkan bahwa penggunaan plastik sebagai pembungkus lontong dapat berbahaya bagi kesehatan manusia.

Dampak Plastik terhadap Kesehatan

Menurut dr. Tan, plastik yang digunakan untuk membungkus lontong akan mengalami perubahan kimia saat terkena panas dari proses pengukusan.

Panas tinggi dapat menyebabkan plastik melepaskan zat kimia berbahaya ke dalam makanan, yang kemudian masuk ke dalam tubuh saat dikonsumsi.

Beberapa dampak kesehatan akibat paparan zat kimia dari plastik meliputi:

1. Gangguan Hormonal

Zat kimia dalam plastik, seperti bisphenol A (BPA) dan ftalat, dapat mengganggu keseimbangan hormon dalam tubuh.

baca juga

BPA telah dikaitkan dengan gangguan endokrin yang dapat menyebabkan obesitas, diabetes, serta masalah pada sistem reproduksi.

2.Masalah Reproduksi

Ftalat yang dilepaskan dari plastik juga diketahui dapat mengganggu sistem reproduksi baik pada pria maupun wanita.

Pada pria, zat ini dapat menurunkan kualitas sperma, sementara pada wanita dapat mengganggu keseimbangan hormon estrogen.

3.Peningkatan Risiko Kanker

Beberapa bahan kimia dalam plastik, terutama yang terpapar panas tinggi, berpotensi meningkatkan risiko kanker.

Dioxin, yang terbentuk saat plastik meleleh, dikategorikan sebagai zat karsinogenik oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO).

Mengapa Daun Pisang Lebih Aman?

Secara tradisional, lontong dan ketupat dibungkus dengan daun pisang atau janur kelapa.

Cara ini tidak hanya lebih aman, tetapi juga memberikan aroma khas pada lontong yang dapat meningkatkan selera makan.

Berikut beberapa keunggulan menggunakan daun pisang atau janur kelapa:

- Tidak mengandung zat berbahaya – Daun pisang dan janur adalah bahan alami yang tidak mengandung bahan kimia berbahaya.

- Menambah aroma khas – Lontong yang dibungkus daun pisang memiliki aroma yang lebih wangi dan sedap.

- Lebih ramah lingkungan – Pembungkus alami ini lebih mudah terurai dan tidak mencemari lingkungan dibandingkan plastik.

Cara Aman Menyimpan Lontong dan Ketupat

Pada momen hari raya, lontong dan ketupat sering kali dibuat dalam jumlah besar dan disimpan untuk keesokan harinya.

Agar tetap aman dikonsumsi, dr. Tan menyarankan cara penyimpanan yang tepat:

- Simpan di dalam kulkas – Seperti nasi, lontong yang tidak habis sebaiknya dimasukkan ke dalam kulkas untuk mencegah pertumbuhan bakteri.

- Kukus ulang sebelum makan – Jika ingin mengonsumsinya kembali, lontong dapat dikukus ulang agar teksturnya tetap lembut dan aman dikonsumsi.

- Hindari pemanasan dalam plastik – Jangan menghangatkan lontong di dalam plastik, baik dengan cara dikukus maupun menggunakan microwave, karena dapat meningkatkan pelepasan zat kimia berbahaya.

Porsi Konsumsi yang Dianjurkan

Selain memperhatikan cara penyimpanan dan pengolahan, konsumsi lontong dan ketupat juga perlu dikontrol.

Menurut dr. Tan, satu porsi yang dianjurkan untuk sekali makan adalah satu ukuran ketupat atau lontong, yang setara dengan 150 gram nasi.

Mengonsumsi lontong atau ketupat secara berlebihan, terutama jika dipadukan dengan hidangan tinggi lemak seperti rendang atau opor ayam, dapat meningkatkan risiko penyakit seperti obesitas dan diabetes.

Oleh karena itu, kesadaran akan porsi dan keseimbangan gizi dalam konsumsi makanan sangat penting untuk menjaga kesehatan.

Penggunaan plastik sebagai pembungkus lontong dan ketupat mungkin dianggap praktis, tetapi memiliki dampak berbahaya bagi kesehatan.

Alternatif yang lebih aman, seperti daun pisang atau janur kelapa, sebaiknya dipilih untuk mengurangi risiko paparan zat kimia berbahaya.

Selain itu, penyimpanan dan konsumsi yang tepat juga berperan dalam menjaga kualitas lontong serta kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Dengan lebih sadar dalam memilih bahan pembungkus dan cara konsumsi, kita dapat menikmati lontong dengan lebih sehat dan aman.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rekomendasi Tempat Wisata di Malang Saat Liburan Idul Fitri Untuk Keluarga

Rekomendasi Tempat Wisata di Malang Saat Liburan Idul Fitri Untuk Keluarga

Lifestyle | Selasa, 18 Maret 2025 | 14:23 WIB

Panduan Beli Tiket Kereta Api Murah buat Mudik Lebaran 2025, Jangan Cuma Andalkan Promo!

Panduan Beli Tiket Kereta Api Murah buat Mudik Lebaran 2025, Jangan Cuma Andalkan Promo!

Lifestyle | Selasa, 18 Maret 2025 | 14:42 WIB

10 Tempat Rekomendasi Wisata Lebaran Low Budget di Surabaya

10 Tempat Rekomendasi Wisata Lebaran Low Budget di Surabaya

Lifestyle | Selasa, 18 Maret 2025 | 13:17 WIB

Terkini

Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak

Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:29 WIB

Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi

Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi

Jawa Tengah | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:28 WIB

Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali

Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali

Jabar | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:26 WIB

Demi Jam Terbang, Persib Bandung Resmi Pinjamkan Henhen Herdiana ke PSM Makassar

Demi Jam Terbang, Persib Bandung Resmi Pinjamkan Henhen Herdiana ke PSM Makassar

Jabar | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:21 WIB

Bejad, Oknum Guru Ngaji di Kota Serang Asusila Gadis Berusia 9 Tahun

Bejad, Oknum Guru Ngaji di Kota Serang Asusila Gadis Berusia 9 Tahun

Banten | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:14 WIB

Smart Stick Berbasis AI Karya Siswa Indonesia Dilirik Profesor China, Apa Keunggulannya?

Smart Stick Berbasis AI Karya Siswa Indonesia Dilirik Profesor China, Apa Keunggulannya?

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:13 WIB

Gamer Siap-Siap! Nintendo Switch dan Switch 2 Bakal Resmi Masuk Indonesia Desember 2026

Gamer Siap-Siap! Nintendo Switch dan Switch 2 Bakal Resmi Masuk Indonesia Desember 2026

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 21:59 WIB

Dorong Purnabakti Berwirausaha, BRI Hadirkan Kemudahan Pembiayaan Toko Mandiri Indogrosir

Dorong Purnabakti Berwirausaha, BRI Hadirkan Kemudahan Pembiayaan Toko Mandiri Indogrosir

Bri | Kamis, 13 Agustus 2026 | 21:56 WIB

Buka Rekening BRI di Summarecon Bekasi, Nikmati Cashback Spesial BRImo!

Buka Rekening BRI di Summarecon Bekasi, Nikmati Cashback Spesial BRImo!

Bri | Kamis, 13 Agustus 2026 | 21:49 WIB

200 Truk Kontainer di Tanjung Priok Diuji Emisi Demi Kejar Udara Bersih Pelabuhan

200 Truk Kontainer di Tanjung Priok Diuji Emisi Demi Kejar Udara Bersih Pelabuhan

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 21:41 WIB

×