Dokter Tifa Beri Protokol Kesehatan Khusus Jokowi: Lepaskan Topeng, Minta Maaf ke Rakyat

Lintang Siltya Utami | Suara.com

Jum'at, 27 Juni 2025 | 16:29 WIB
Dokter Tifa Beri Protokol Kesehatan Khusus Jokowi: Lepaskan Topeng, Minta Maaf ke Rakyat
Kolase dokter Tifa dan Jokowi. [Instagram]

Suara.com - Tifauzia Tyassuma atau yang akrab disapa dokter Tifa kembali menyoroti kondisi kesehatan mantan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo atau Jokowi yang disebut terkena alergi.

Sebelumnya menurut keterangan dari ajudan pribadinya, Jokowi alami sakit tak lama pasca pulang dari Vatikan saat menghadiri pemakaman mendiang Paus Fransiskus.

Namun, durasi alergi yang dialami oleh Jokowi dianggap mencurigakan bagi sebagian besar publik. Hal ini mendorong dokter Tifa untuk memberikan pesan kepada Jokowi, bahkan protokol kesehatan khusus.

"Pesan dokter Tifa kepada Pak Joko Widodo. Ketika 1 Muharam 1447 H bertepatan dengan Jumat Kliwon 1 Suro 1959 atau tahun Dal, sebuah portal waktu yang sakral dalam kosmologi Islam dan kebijaksanaan Jawa kuno, kenapa justru pada hari itulah seorang mantan presiden yang tengah diguncang isu kesehatan dan legitimasi, memilih untuk tampil seolah santai, berlibur, dan menunjukkan simbol 'kelegaan'," tulis dokter Tifa melalui akun X miliknya @DokterTifa.

Ia menyoroti beberapa kondisi kesehatan yang terlihat pada tubuh ayah dari Gibran Rakabuming Raka tersebut.

"Bagi mata yang tajam, terlihat jelas bahwa wajahnya masih sembab. Kulit rusak tampak di wajah, leher, dan punggung tangan. Tidak ada vitalitas. Yang tampak hanyalah usaha untuk 'tampak baik-baik saja'. Namun yang sungguh tidak biasa adalah caranya tampil. Ia keluar rumah, tanpa door stop, tanpa sapaan mendalam seperti biasanya, hanya menyapa wartawan dengan kalimat singkat, lalu segera masuk mobil dan pergi. Bagi banyak orang, ini mungkin terlihat sebagai kesederhanaan khas Jokowi," tambahnya lagi.

Dokter Tifa menilai bahwa sikap yang ditunjukkan Jokowi seolah-olah ingin mengatakan bahwa segalanya masih dalam kendali.

"Tetapi bagi yang mampu membaca frekuensi di balik peristiwa, ini adalah gesture komunikasi yang penuh makna tersembunyi: satu frame visual untuk membentuk narasi bahwa semuanya terkendali. Namun di balik itu, kita merasakan kekosongan energi. Ada sesuatu yang ingin ditutup. Ada sesuatu yang sedang dihindari," sambung dokter Tifa.

Kemudian dokter Tifa memberikan saran agar Jokowi melakukan terapi.

"Untuk Pak Joko Widodo yang sedang sakit, dokter Tifa memberikan saran Terapi Neuro-Nutrisi Spiritual sebagai berikut. Terapi ini juga bisa digunakan untuk pasien autoimun sistemik terutama jenis Lupus Nephritis, ANCA, atau Glomerulonephritis agresif. Silakan disimak," imbuh dokter Tifa.

Terdapat lima poin protokol kesehatan khusus untuk Jokowi yang dibuat oleh dokter Tifa, di mana tiga poin teratas meminta Jokowi untuk mengonsumsi makanan tertentu dan vitamin.

"Protokol kesehatan khusus Joko Widodo oleh dr. Tifauzia Tyassuma. 1) Medis klinis: Batasi cairan total ≤ 800 ml/hari, diet Diet rendah protein hewani, tinggi serat nabati, pantau harian: ureum, kreatinin, GFR, kalium, tekanan darah, dan waspada koma uremik jika tidak dialisis rutin. 2) Nutrisi 7 Warna (7CGP) – Bebas Beban Ginjal: Pagi bubur oat, alpukat, brokoli kukus, siang nasi merah, labu kuning, bayam kukus, malam sup wortel, daun kelor, tempe rebus, dan snack setengah air kelapa muda, teh rosella. 3) Suplemen Terapeutik (Dosis Klinis): Vitamin D3 + K2: 5000 IU + 180 mcg / hari, Omega-3 EPA/DHA murni: 2000 mg / hari, Asam amino esensial lengkap: 1 sachet / hari (khusus renal-formula), dan Probiotik kekuatan tinggi: ≥ 1 triliun CFU / hari (strain multi-species, bebas gula dan gluten)," tulis dokter Tifa.

Tak hanya itu, dokter Tifa pun meminta agar Jokowi melakukan afirmasi dan beribadah. Dokter Tifa menyinggung agar Presiden Republik Indonesia ke-7 ini melepaskan topengnya dan meminta maaf kepada rakyat Indonesia.

"4) Neuro-Spiritual (CTS): Afirmasi 'Ya Rabb, jadikan sakit ini jalan pulangku pada-Mu.', Dzikir nafas: Ya Latif – Ya Syafi – Ya Baqi, Shalat Tahajud + sujud panjang (untuk detoks energi penyangkalan). 5) Energi dan jalan pulang: Lepaskan topeng, terimalah cahaya kebenaran. Minta maaf kepada rakyat, akui kesalahan, bersihkan jalan pulang. Tubuhmu sakit bukan karena usia, tapi karena beban citra yang terlalu lama dipertahankan. 'Sakit bukan akhir. Ia adalah panggilan pulang dari langit untuk hidup dengan sebenar-benarnya jiwa.'," tambah dokter Tifa.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

8 Warna Cat Tembok yang Baik untuk Kesehatan Mental, Bikin Hati Tenang dan Pikiran Rileks

8 Warna Cat Tembok yang Baik untuk Kesehatan Mental, Bikin Hati Tenang dan Pikiran Rileks

Lifestyle | Jum'at, 27 Juni 2025 | 15:40 WIB

Akta Lahir Jokowi Kini Jadi Sasaran Ahli Forensik Digital, Curigai Tahun Pembuatannya

Akta Lahir Jokowi Kini Jadi Sasaran Ahli Forensik Digital, Curigai Tahun Pembuatannya

News | Jum'at, 27 Juni 2025 | 15:22 WIB

Gambar Jokowi di Ucapan Tahun Baru Islam Jadi Sorotan: AI Terlalu Halus, Netizen Bahas Alergi Kulit

Gambar Jokowi di Ucapan Tahun Baru Islam Jadi Sorotan: AI Terlalu Halus, Netizen Bahas Alergi Kulit

News | Jum'at, 27 Juni 2025 | 14:52 WIB

Terkini

Cuaca Buruk Hantui Piala Dunia 2026: Panas Terik, Badai Petir Hingga Kualitas Udara Buruk

Cuaca Buruk Hantui Piala Dunia 2026: Panas Terik, Badai Petir Hingga Kualitas Udara Buruk

News | Senin, 11 Mei 2026 | 20:05 WIB

Skakmat Rocky Gerung, Jaksa Ungkap Nadiem Sengaja 'Tutup Telinga' ke Dirjen demi Gol-kan ChromeOS

Skakmat Rocky Gerung, Jaksa Ungkap Nadiem Sengaja 'Tutup Telinga' ke Dirjen demi Gol-kan ChromeOS

News | Senin, 11 Mei 2026 | 19:57 WIB

Balas Rocky Gerung Soal Grup WhatsApp Nadiem, Jaksa: Apa Tak Ada Orang Pintar di Kemendikbudristek?

Balas Rocky Gerung Soal Grup WhatsApp Nadiem, Jaksa: Apa Tak Ada Orang Pintar di Kemendikbudristek?

News | Senin, 11 Mei 2026 | 19:52 WIB

Modus Adonan Tepung, WNA India Sembunyikan Emas Rp700 Juta di Celana Dalam

Modus Adonan Tepung, WNA India Sembunyikan Emas Rp700 Juta di Celana Dalam

News | Senin, 11 Mei 2026 | 19:46 WIB

Sodorkan Konsep MLPR, Pakar UMY Ridho Al-Hamdi Usulkan 'Omnibus Law Politik' yang Terbuka

Sodorkan Konsep MLPR, Pakar UMY Ridho Al-Hamdi Usulkan 'Omnibus Law Politik' yang Terbuka

News | Senin, 11 Mei 2026 | 19:37 WIB

Sebut White Collar Crime, Jaksa Heran Harta Nadiem Naik Rp4,8 T Saat GoTo Rugi

Sebut White Collar Crime, Jaksa Heran Harta Nadiem Naik Rp4,8 T Saat GoTo Rugi

News | Senin, 11 Mei 2026 | 19:36 WIB

Soroti Kematian Anak dan Warga Sipil di Dogiyai, Mahasiswa Papua Ajukan 19 Tuntutan ke Pemerintah

Soroti Kematian Anak dan Warga Sipil di Dogiyai, Mahasiswa Papua Ajukan 19 Tuntutan ke Pemerintah

News | Senin, 11 Mei 2026 | 19:33 WIB

Polda Jambi Bongkar Peredaran Narkoba Jumbo, 20 Kg Sabu dan Ribuan Ekstasi Disita

Polda Jambi Bongkar Peredaran Narkoba Jumbo, 20 Kg Sabu dan Ribuan Ekstasi Disita

News | Senin, 11 Mei 2026 | 19:25 WIB

Selly Gantina Soroti Temuan 11 Bayi di Sleman, Minta Negara Utamakan Perlindungan Anak

Selly Gantina Soroti Temuan 11 Bayi di Sleman, Minta Negara Utamakan Perlindungan Anak

News | Senin, 11 Mei 2026 | 19:21 WIB

Nama Dirjen Bea Cukai Terseret Kasus Blueray, KPK Diminta Jalankan Perintah Presiden

Nama Dirjen Bea Cukai Terseret Kasus Blueray, KPK Diminta Jalankan Perintah Presiden

News | Senin, 11 Mei 2026 | 19:15 WIB