Komisi VII DPR Sentil Industri Film Nasional: 60 Persen Dikuasai Kelompok Tertentu, Dugaan Monopoli?

Vania Rossa, Bagaskara Isdiansyah

Kamis, 06 November 2025 | 18:32 WIB
Komisi VII DPR Sentil Industri Film Nasional: 60 Persen Dikuasai Kelompok Tertentu, Dugaan Monopoli?
Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Lamhot Sinaga. (Screenshot YouTube)
baca 10 detik
  • Lamhot Sinaga mengungkapkan dugaan monopoli di industri film nasional karena 60% film hanya dirilis di bioskop besar dan diproduksi oleh sedikit PH.
  • Dugaan ini diperkuat oleh kemungkinan PH tertentu juga menjadi importir film sekaligus pemilik bioskop, sehingga memprioritaskan karya sendiri.
  • Ia menegaskan perlunya regulasi yang lebih kuat agar akses layar lebar lebih merata dan industri film bisa tumbuh secara sehat.

Suara.com - Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Lamhot Sinaga, menyoroti dugaan praktik monopoli dalam industri film nasional yang dinilai menghambat pertumbuhan dan pemerataan ekonomi sektor ini. 

Hal tersebut disampaikannya dalam Rapat Kerja Komisi VII bersama Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), pengusaha film, dan asosiasi di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (6/11/2025).

Ia mengungkapkan, data yang menunjukkan bahwa 60 persen film nasional saat ini hanya dirilis di bioskop-bioskop besar, dan persentase yang sama berasal dari hanya dua hingga tiga rumah produksi (PH) tertentu. 

"Saat ini kami mendapatkan data 60 persen film nasional itu hanya dirilis di bioskop-bioskop besar, dan yang 60 persen ini hanya berasal dari PH-PH tertentu," ujar Lamhot.

Menurut Lamhot, kondisi ini menunjukkan adanya kesulitan bagi PH-PH lain untuk mengakses layar lebar, yang jumlahnya mencapai 2.375 layar di 496 bioskop. 

"Ini yang dikuasai 60 persennya dikuasai oleh kelompok tertentu," tegasnya.

Dengan data ini, ia menyimpulkan bahwa telah terjadi monopoli dalam kondisi perfilman Indonesia saat ini.

Lebih lanjut, Lamhot mempertanyakan pengaturan dalam Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2009 tentang Perfilman, khususnya terkait kemungkinan seorang PH juga bisa bertindak sebagai importir film dan pemilik bioskop (exhibition/layar lebar). 

"Saya nggak tahu apakah pengaturan di UU Nomor 33 Tahun 2009 tentang Perfilman, apakah kemudian di situ diatur dia sebagai pemilik PH, dia sebagai importir film, dia juga sebagai yang punya layar lebar," katanya.

baca juga

Jika praktik ini benar terjadi, Lamhot menilai hal tersebut akan semakin menguatkan dugaan monopoli. Sebab, pemilik PH yang juga importir dan pemilik bioskop tentu akan memprioritaskan film-film produksinya sendiri untuk tayang di layar lebar miliknya. 

"Nah ini kan akan membuat kesulitan PH-PH yang lain untuk mengakses layar lebar, yang mungkin tentu kualitasnya bagus, tapi tidak mudah untuk mereka masuk," jelasnya.

Lamhot mengakui bahwa secara ekonomi, perputaran uang di industri film sangat besar, mencapai hampir Rp 3,2 triliun pada tahun 2024, dengan kenaikan signifikan 15 persen tiap tahun pasca-Covid-19 (2022-2023). 

Namun, ia menekankan bahwa kenaikan ini tidak disertai pemerataan. 

"Persoalannya kenaikan ini tidak terjadi pemerataan dan juga tidak terjadi, ini hanya dikuasai dan oleh kelompok-kelompok tertentu yang tadi saya katakan monopoli itu, sehingga sangat tidak sehat," kritiknya.

Untuk itu, Lamhot mendesak perlunya pengaturan regulasi yang lebih jelas untuk mencegah terjadinya praktik monopoli dalam industri perfilman nasional. 

"Ini perlu pengaturan regulasinya agar monopoli tidak terjadi," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sinopsis Film Belum Ada Judul: Guru Dihujat Demi Lindungi Rahasia Murid

Sinopsis Film Belum Ada Judul: Guru Dihujat Demi Lindungi Rahasia Murid

Entertainment | Rabu, 05 November 2025 | 22:10 WIB

Air Mata di Ujung Sajadah 2: Citra Kirana Dihadapkan pada Cinta dan Kehilangan Seorang Anak

Air Mata di Ujung Sajadah 2: Citra Kirana Dihadapkan pada Cinta dan Kehilangan Seorang Anak

Entertainment | Senin, 03 November 2025 | 12:05 WIB

Tangis Pecah di Solo! Air Mata di Ujung Sajadah 2 Resmi Tayang di Seluruh Bioskop

Tangis Pecah di Solo! Air Mata di Ujung Sajadah 2 Resmi Tayang di Seluruh Bioskop

Entertainment | Senin, 27 Oktober 2025 | 10:41 WIB

Terkini

6 Perbedaan Night Cream dan Sleeping Mask, Apakah Harus Dipakai Dua-duanya?

6 Perbedaan Night Cream dan Sleeping Mask, Apakah Harus Dipakai Dua-duanya?

Lifestyle | Jum'at, 25 September 2026 | 23:39 WIB

Day Trading Bukan Sekadar Kejar Cuan, Risiko Justru Jadi Kunci

Day Trading Bukan Sekadar Kejar Cuan, Risiko Justru Jadi Kunci

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 23:30 WIB

Dituduh Huni 'Rumah Khusus' di Lapas Cibinong, Pengacara Ferdy Sambo Buka Suara

Dituduh Huni 'Rumah Khusus' di Lapas Cibinong, Pengacara Ferdy Sambo Buka Suara

Bogor | Jum'at, 25 September 2026 | 23:14 WIB

DPRD Banten Soroti Tukin Kepala Sekolah SMA dan SMK Rp14,5 Juta, Minta Dievaluasi

DPRD Banten Soroti Tukin Kepala Sekolah SMA dan SMK Rp14,5 Juta, Minta Dievaluasi

Banten | Jum'at, 25 September 2026 | 22:55 WIB

Ponaryo Astaman Prediksi FIFA ASEAN Cup 2026 Bakal Berlangsung Ketat

Ponaryo Astaman Prediksi FIFA ASEAN Cup 2026 Bakal Berlangsung Ketat

Jabar | Jum'at, 25 September 2026 | 22:35 WIB

Ferdy Sambo Buka Suara soal Sel Mewah di Lapas Cibinong

Ferdy Sambo Buka Suara soal Sel Mewah di Lapas Cibinong

News | Jum'at, 25 September 2026 | 22:33 WIB

Finex Perluas Pembayaran Lokal, QRIS Jadi Andalan Trader

Finex Perluas Pembayaran Lokal, QRIS Jadi Andalan Trader

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 22:30 WIB

Bukan Cuma Alat Bayar, BRIZZI Keychain Pestapora 2026 Wajib Masuk Wishlist Koleksi!

Bukan Cuma Alat Bayar, BRIZZI Keychain Pestapora 2026 Wajib Masuk Wishlist Koleksi!

Bri | Jum'at, 25 September 2026 | 22:27 WIB

Pakar Hukum Desak Pembebasan Bersyarat Mas Bechi Dicabut

Pakar Hukum Desak Pembebasan Bersyarat Mas Bechi Dicabut

News | Jum'at, 25 September 2026 | 22:25 WIB

Menang 2-0 atas Singapura, Ranking FIFA Timnas Indonesia Meroket

Menang 2-0 atas Singapura, Ranking FIFA Timnas Indonesia Meroket

Bola | Jum'at, 25 September 2026 | 22:13 WIB

×