Banjir dan Longsor Lumpuhkan Kehidupan Anak di Tapanuli Tengah

Vania Rossa | Suara.com

Kamis, 01 Januari 2026 | 09:43 WIB
Banjir dan Longsor Lumpuhkan Kehidupan Anak di Tapanuli Tengah
Anak-anak terdampak bencana banjir dan longsor di Ruang Ramah Anak, Kab. Tapanuli Tengah. (dok. WVI)
  • Banjir dan longsor di Tapanuli Tengah melumpuhkan kehidupan anak-anak, memutus rutinitas belajar dan rasa aman mereka.
  • Ribuan anak terpaksa hidup di pengungsian dengan keterbatasan akses air bersih, makanan bergizi, dan dukungan psikososial.
  • Upaya pemulihan difokuskan pada pemenuhan kebutuhan dasar serta pendampingan agar anak dapat bangkit dari trauma pascabencana.

Suara.com - Banjir dan tanah longsor yang melanda Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatra Utara, pada akhir November lalu tak hanya menghancurkan rumah dan infrastruktur, tetapi juga melumpuhkan kehidupan anak-anak. Rutinitas belajar terhenti, rasa aman hilang, dan ribuan anak terpaksa menjalani hari-hari di pengungsian dengan keterbatasan akses kebutuhan dasar.

Selama hampir tiga pekan terakhir, tim respons bencana Wahana Visi Indonesia (WVI) berada di Tapanuli Tengah untuk mendampingi anak-anak dan masyarakat terdampak. Dan melihat dampak bencana yang masih dirasakan di lapangan, WVI memutuskan memperpanjang masa tanggap darurat hingga Juni 2026 dan merencanakan perluasan respons ke wilayah Aceh.

“Setelah hampir tiga minggu respons tanggap bencana kami lakukan, kami menyaksikan langsung bagaimana bencana ini melumpuhkan kehidupan anak dan masyarakat di Kabupaten Tapanuli Tengah,” ujar Technical Sectors Director WVI, Yacobus Runtuwene.

Ia menambahkan, mayoritas warga masih tinggal di pengungsian yang jauh dari kondisi layak, sementara akses transportasi dan logistik yang terbatas menyulitkan pemulihan aktivitas sehari-hari serta distribusi bantuan.

Komitmen WVI terhadap pemulihan anak-anak ditunjukkan dengan pengaktifan Ruang Ramah Anak yang memberikan dukungan psikososial kepada 1.404 anak selama masa tanggap bencana. Melalui aktivitas bermain, belajar, dan pendampingan, anak-anak didorong untuk memulihkan semangat dan rasa aman mereka.

Selain itu, 687 balita telah menerima layanan kesehatan guna menekan risiko kekurangan gizi, serta pendampingan bagi para ibu agar tetap dapat memberikan Air Susu Ibu (ASI).

Di salah satu posko pengungsian, seorang bayi yang baru lahir mengalami kesulitan menyusu. Dengan pendampingan staf spesialis kesehatan WVI, kedua orang tuanya diarahkan untuk memerah ASI dan memberikan ASI perah menggunakan sendok.

“Saya tidak pernah terpikir sebelumnya kalau bisa perah dan kasih ASI pakai sendok. Berarti bayi saya tidak perlu susu formula,” ujar sang ibu.

Dampak bencana juga dirasakan Nia, salah satu anak penyintas. Rumahnya rusak akibat banjir dan longsor, memaksa keluarganya mengungsi.

“Rumahku tidak bisa ditempati lagi. Dua hari kami menginap di gereja, lalu pindah ke pengungsian,” kata Nia.

Meski begitu, ia bersyukur bisa kembali beraktivitas bersama teman-teman.

“Di sini banyak bantuan, makanannya cukup, tempatnya bersih, dan bisa ikut kegiatan dari kakak-kakak. Harapanku semoga semuanya baik-baik saja dan aku bisa kembali ke rumah.”

Kisah-kisah tersebut menjadi pengingat bahwa bencana tidak hanya meruntuhkan bangunan, tetapi juga memutus masa kanak-kanak. Di tengah upaya pemulihan, perlindungan dan pendampingan anak menjadi kunci agar mereka dapat kembali tumbuh dengan rasa aman dan harapan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kado Kemanusiaan dari Bundaran HI: Warga Jakarta Donasi Rp3,1 Miliar untuk Korban Bencana di Sumatra

Kado Kemanusiaan dari Bundaran HI: Warga Jakarta Donasi Rp3,1 Miliar untuk Korban Bencana di Sumatra

News | Kamis, 01 Januari 2026 | 01:51 WIB

8 Anak Terpisah dengan Keluarga di Malioboro, Wali Kota Jogja: Bisa Ditemukan Kurang dari 15 Menit

8 Anak Terpisah dengan Keluarga di Malioboro, Wali Kota Jogja: Bisa Ditemukan Kurang dari 15 Menit

News | Rabu, 31 Desember 2025 | 23:21 WIB

5 Tablet Murah untuk Anak SMP Awet, Mulai Rp1 Jutaan Nyaman untuk Belajar

5 Tablet Murah untuk Anak SMP Awet, Mulai Rp1 Jutaan Nyaman untuk Belajar

Tekno | Rabu, 31 Desember 2025 | 16:47 WIB

Terkini

Kompak! Pemerintah, NU, dan Muhammadiyah Rayakan Iduladha Serentak 27 Mei 2026

Kompak! Pemerintah, NU, dan Muhammadiyah Rayakan Iduladha Serentak 27 Mei 2026

News | Senin, 18 Mei 2026 | 07:28 WIB

Keamanan Moskow Rusia Jebol, Serbuan Ratusan Drone Ukraina Lumpuhkan Fasilitas Logistik

Keamanan Moskow Rusia Jebol, Serbuan Ratusan Drone Ukraina Lumpuhkan Fasilitas Logistik

News | Senin, 18 Mei 2026 | 06:05 WIB

Pramono Sebut Kelenteng Tian Fu Gong Bisa Jadi Ikon Wisata Religi Jakarta

Pramono Sebut Kelenteng Tian Fu Gong Bisa Jadi Ikon Wisata Religi Jakarta

News | Minggu, 17 Mei 2026 | 22:27 WIB

Bidik Kursi Ketum BM PAN, Riyan Hidayat Tegaskan Tegak Lurus ke Zulhas dan Dukung Program Prabowo

Bidik Kursi Ketum BM PAN, Riyan Hidayat Tegaskan Tegak Lurus ke Zulhas dan Dukung Program Prabowo

News | Minggu, 17 Mei 2026 | 22:05 WIB

Tensi Perang Dagang AS-Tiongkok Mereda, Stabilitas Dolar dan Pasar Saham Mulai Kalem

Tensi Perang Dagang AS-Tiongkok Mereda, Stabilitas Dolar dan Pasar Saham Mulai Kalem

News | Minggu, 17 Mei 2026 | 21:27 WIB

Skandal LCC 4 Pilar MPR RI 2026: Anatomi Ketidakadilan di Atas Panggung Konstitusi

Skandal LCC 4 Pilar MPR RI 2026: Anatomi Ketidakadilan di Atas Panggung Konstitusi

News | Minggu, 17 Mei 2026 | 21:15 WIB

Gubernur John Tabo Polisikan Penyebar Voice Note Tuduhan Provokasi Konflik di Wamena

Gubernur John Tabo Polisikan Penyebar Voice Note Tuduhan Provokasi Konflik di Wamena

News | Minggu, 17 Mei 2026 | 20:15 WIB

Pernyataan Orang Desa Tak Pakai Dolar Menyesatkan, FKBI Ingatkan Prabowo RI Ketergantungan Impor

Pernyataan Orang Desa Tak Pakai Dolar Menyesatkan, FKBI Ingatkan Prabowo RI Ketergantungan Impor

News | Minggu, 17 Mei 2026 | 19:15 WIB

Wamenaker Antisipasi Gelombang PHK Dampak Konflik Timur Tengah

Wamenaker Antisipasi Gelombang PHK Dampak Konflik Timur Tengah

News | Minggu, 17 Mei 2026 | 18:10 WIB

BMKG Peringatkan Hujan Lebat dan Angin Kencang Ancam Sejumlah Wilayah Aceh

BMKG Peringatkan Hujan Lebat dan Angin Kencang Ancam Sejumlah Wilayah Aceh

News | Minggu, 17 Mei 2026 | 18:04 WIB