Pertama Dalam Sejarah Zionis Larang Pemimpin Gereja Ibadah di Makam Kudus

Pebriansyah Ariefana

Senin, 30 Maret 2026 | 09:38 WIB
Pertama Dalam Sejarah Zionis Larang Pemimpin Gereja Ibadah di Makam Kudus
Polisi Israel [shutterstock]
baca 10 detik
  • Polisi Israel melarang Kardinal Pizzaballa masuk ke Gereja Makam Kudus saat ibadah Minggu Palma.

  • Pihak Gereja Katolik menyebut tindakan penghadangan tersebut sebagai preseden buruk yang sangat tidak proporsional.

  • Kejadian ini mencederai kebebasan beribadah umat Katolik di tengah situasi konflik yang masih memanas.

Suara.com - Peristiwa mengejutkan mewarnai prosesi ibadah umat Kristiani di wilayah Yerusalem saat peringatan Minggu Palma berlangsung.

Aparat kepolisian Zionis Israel melakukan tindakan penghadangan terhadap pemimpin tertinggi Gereja Katolik di wilayah tersebut.

Kardinal Pierbattista Pizzaballa yang menjabat sebagai Patriark Latin Yerusalem dilarang memasuki area suci untuk beribadah.

Pihak keamanan mencegah sang Kardinal saat beliau hendak memimpin rangkaian Misa di Gereja Makam Kudus.

Kejadian ini menjadi sorotan dunia internasional karena melibatkan tokoh agama yang sangat dihormati di tanah suci.

Dalam keterangan resminya, pihak Patriark Latin Yerusalem memberikan penjelasan kronologi mengenai insiden tidak menyenangkan tersebut.

Kardinal Pizzaballa saat itu sedang berjalan bersama Kustos Tanah Suci, Romo Francesco Ielpo, menuju lokasi gereja.

Namun langkah kaki kedua tokoh agama tersebut terhenti secara tiba-tiba karena blokade ketat dari kepolisian.

Petugas di lapangan memberikan instruksi keras sehingga rombongan pemimpin gereja tersebut "dipaksa berputar balik" dari jalur.

baca juga

Upaya paksa ini membuat Kardinal tidak dapat menjalankan tugas spiritualnya pada hari yang sangat penting bagi umat.

Tindakan otoritas keamanan ini tercatat sebagai peristiwa pertama dalam sejarah modern di situs paling suci umat Katolik.

Belum pernah terjadi sebelumnya seorang pemimpin gereja dilarang berpartisipasi dalam perayaan Minggu Palma di lokasi tersebut.

Dampak dari kebijakan represif ini dinilai sangat luas karena menyangkut martabat institusi keagamaan global.

Pihak gereja menyatakan bahwa insiden tersebut merupakan "preseden buruk" bagi kerukunan antarumat beragama di Yerusalem.

Langkah kepolisian tersebut dianggap telah "mengabaikan kepekaan hati miliaran" umat Katolik yang tersebar di seluruh penjuru dunia.

Padahal selama ini para pemimpin gereja telah berupaya kooperatif terhadap segala aturan keamanan yang ada.

Sejak konflik dengan Iran memanas pada Februari lalu, pihak gereja sudah mengikuti protokol ketat dari otoritas setempat.

Berbagai kegiatan publik yang mengundang massa dalam jumlah besar telah dibatalkan secara mandiri oleh pihak otoritas gereja.

Bahkan pengaturan jadwal ibadah pun telah disesuaikan sedemikian rupa agar hanya disiarkan secara daring ke seluruh dunia.

Semua pengorbanan dan penyesuaian tersebut dilakukan demi menjaga stabilitas keamanan di tengah situasi perang yang berkecamuk.

Namun respon yang diterima dari pihak kepolisian Zionis Israel justru sangat kontradiktif dengan semangat kerja sama tersebut.

Pembatasan terhadap tokoh senior gereja merupakan "langkah yang benar-benar tak masuk akal dan sangat tidak proporsional," kata Patriark Latin Yerusalem.

Kritik tajam tersebut dilontarkan karena tindakan aparat dianggap telah melenceng jauh dari nilai-nilai kemanusiaan dasar.

Kebijakan tersebut secara langsung telah mencederai prinsip kebebasan beribadah yang seharusnya dijamin bagi setiap individu.

Selain itu penghadangan ini merusak status quo yang telah dijaga selama berabad-abad di tanah suci Yerusalem.

Kini kegelisahan menyelimuti batin umat Katolik, baik yang berada di Yerusalem maupun di negara-negara lainnya.

Patriark Latin Yerusalem mengungkapkan "keprihatinan mendalam" terhadap umat Katolik di Yerusalem dan di penjuru dunia.

Kegiatan rohani yang seharusnya berlangsung khidmat justru terganggu oleh intervensi fisik dari aparat keamanan bersenjata.

Minggu Palma merupakan salah satu hari paling suci dalam kalender liturgi yang sangat dinantikan oleh jutaan jemaat.

Dunia kini menanti pertanggungjawaban atas terganggunya prosesi sakral di salah satu titik paling bersejarah bagi peradaban manusia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Paus Leo Kritik Donald Trump: Tuhan Tolak Doa Pemimpin Pengobar Perang

Paus Leo Kritik Donald Trump: Tuhan Tolak Doa Pemimpin Pengobar Perang

News | Senin, 30 Maret 2026 | 08:55 WIB

Aparat Israel Halangi Pemimpin Gereja Masuk Makam Kudus di Misa Minggu Palma

Aparat Israel Halangi Pemimpin Gereja Masuk Makam Kudus di Misa Minggu Palma

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:13 WIB

Makna Daun Palma dalam Minggu Palma, Simbol Iman dan Pengorbanan

Makna Daun Palma dalam Minggu Palma, Simbol Iman dan Pengorbanan

Your Say | Minggu, 29 Maret 2026 | 17:32 WIB

Terkini

Shubh Diwali Selection: Menghadirkan Cita Rasa India untuk Momen Berbagi di Jakarta

Shubh Diwali Selection: Menghadirkan Cita Rasa India untuk Momen Berbagi di Jakarta

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 11:27 WIB

John Herdman Sebut Suporter Jadi Faktor Kunci Timnas Indonesia Kalahkan Bangladesh

John Herdman Sebut Suporter Jadi Faktor Kunci Timnas Indonesia Kalahkan Bangladesh

Bola | Rabu, 30 September 2026 | 11:27 WIB

Winter aespa Absen Konser di Dallas karena Didiagnosis Shingles

Winter aespa Absen Konser di Dallas karena Didiagnosis Shingles

Your Say | Rabu, 30 September 2026 | 11:26 WIB

5482 Korban Keracunan MBG, Viral Ucapan Wapres Gibran: Bawa Bekal dari Rumah, MBG Jangan Dimakan

5482 Korban Keracunan MBG, Viral Ucapan Wapres Gibran: Bawa Bekal dari Rumah, MBG Jangan Dimakan

News | Rabu, 30 September 2026 | 11:24 WIB

'Pernah Nyantet Orang?', Kelakar Hakim MK yang Bikin Pemohon Pasal Santet Tarik Gugatan

'Pernah Nyantet Orang?', Kelakar Hakim MK yang Bikin Pemohon Pasal Santet Tarik Gugatan

News | Rabu, 30 September 2026 | 11:24 WIB

1 Oktober Hari Apa? Makna, Sejarah, dan Peringatan Penting di Tanggal Ini

1 Oktober Hari Apa? Makna, Sejarah, dan Peringatan Penting di Tanggal Ini

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 11:20 WIB

'Tokoh' Pesantren di Way Kanan Diciduk di Kaltim Usai Bertahun-tahun Cabuli Santriwati

'Tokoh' Pesantren di Way Kanan Diciduk di Kaltim Usai Bertahun-tahun Cabuli Santriwati

Lampung | Rabu, 30 September 2026 | 11:18 WIB

Dua Kata Shin Tae-yong Usai Namanya Diteriakkan Suporter Timnas Indonesia

Dua Kata Shin Tae-yong Usai Namanya Diteriakkan Suporter Timnas Indonesia

Bola | Rabu, 30 September 2026 | 11:13 WIB

KPK Geledah Bela Parahyangan, Dalami Dugaan Pemberian Uang untuk Pengurusan HGB

KPK Geledah Bela Parahyangan, Dalami Dugaan Pemberian Uang untuk Pengurusan HGB

News | Rabu, 30 September 2026 | 11:12 WIB

Timnas Singapura vs Malaysia Jadi Sorotan, Muncul Klaim soal Dugaan Main Mata

Timnas Singapura vs Malaysia Jadi Sorotan, Muncul Klaim soal Dugaan Main Mata

Bola | Rabu, 30 September 2026 | 11:11 WIB

×