Spesifikasi Kapal RFA Lyme Bay Milik Inggris yang Akan Menjadi Benteng Drone di Selat Hormuz

Pebriansyah Ariefana

Selasa, 31 Maret 2026 | 09:40 WIB
Spesifikasi Kapal RFA Lyme Bay Milik Inggris yang Akan Menjadi Benteng Drone di Selat Hormuz
ILUSTRASI RFA Lyme Bay (Gemini)
baca 10 detik
  • Inggris menyiapkan kapal RFA Lyme Bay untuk operasi pembersihan ranjau di Selat Hormuz.

  • Kapal ini akan membawa 500 pasukan serta armada drone bawah air yang canggih.

  • Langkah ini diambil guna mengamankan jalur pelayaran niaga dari ancaman sabotase bawah laut.

"Langkah pencegahan ini memberi para menteri pilihan, jika diperlukan, untuk membantu melanjutkan arus normal pelayaran niaga," kata seorang sumber di Kementerian Pertahanan Inggris.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa prioritas utama London adalah memastikan stabilitas ekonomi melalui kelancaran jalur perdagangan laut.

Status Operasional dan Koordinasi Militer

Kendati persiapan sudah matang, otoritas berwenang belum mengeluarkan keputusan final mengenai waktu keberangkatan resmi ke Selat Hormuz.

Pemerintah Inggris tetap mempertimbangkan berbagai dinamika politik dan keamanan di kawasan tersebut sebelum benar-benar mengerahkan armada.

Laporan dari media Times menyebutkan bahwa tim ahli dari Royal Navy Mine and Threat Exploitation Group sudah bersiaga di lapangan.

Unit khusus tersebut diproyeksikan akan memberikan dukungan teknis penuh terhadap pengoperasian sumber daya yang ada di atas kapal.

Integrasi antara teknologi drone dan keahlian personel di lapangan menjadi kunci keberhasilan misi pembersihan hambatan di jalur laut.

Kapasitas Tempur dan Dukungan Medis

baca juga

RFA Lyme Bay memiliki kemampuan luar biasa karena mampu menampung hingga 500 pasukan tempur dalam satu kali perjalanan.

Selain fungsi angkut, kapal ini juga dilengkapi dengan fasilitas medis mutakhir serta sistem pertahanan senjata internal yang sangat mumpuni.

Kehadiran kapal ini dianggap sebagai jawaban atas tekanan internasional terhadap peran Inggris dalam menjaga keamanan wilayah Timur Tengah.

Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengaku "tidak senang" dengan tanggapan Inggris terhadap krisis Timur Tengah.

Komentar pedas tersebut sempat memicu diskusi hangat mengenai sejauh mana komitmen sekutu dalam menjaga stabilitas di perairan internasional.

Dorongan Diplomasi dan Stabilitas Kawasan

Menurut Trump, Inggris harus "terlibat secara antusias" dalam upaya membuka kembali Selat Hormuz yang sempat mengalami ketegangan.

Inggris tampaknya kini ingin menunjukkan bahwa mereka memiliki kapabilitas mandiri untuk menjaga kepentingan nasional maupun internasional.

Pengerahan armada drone ini juga menjadi pesan bagi pihak-pihak yang mencoba mengganggu ketertiban di wilayah perairan yang sensitif.

Diharapkan dengan adanya patroli drone bawah laut, risiko sabotase terhadap kapal-kapal tanker komersial dapat diminimalisir secara signifikan.

Inggris tetap berkomitmen untuk bekerja sama dengan mitra global dalam menegakkan hukum laut dan kebebasan navigasi di dunia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tok! Harga BBM Bakal Naik Tengah Malam Ini, Cek Bocorannya

Tok! Harga BBM Bakal Naik Tengah Malam Ini, Cek Bocorannya

Bisnis | Selasa, 31 Maret 2026 | 08:34 WIB

Negosiasi Selat Hormuz Berlanjut, Menlu Sugiono: Ada Sinyal Positif untuk Kapal RI

Negosiasi Selat Hormuz Berlanjut, Menlu Sugiono: Ada Sinyal Positif untuk Kapal RI

News | Senin, 30 Maret 2026 | 21:53 WIB

Terpopuler: Daftar Kapal yang Diizinkan Lewat Selat Hormuz, Bedak Tabur Viva untuk Kontrol Minyak

Terpopuler: Daftar Kapal yang Diizinkan Lewat Selat Hormuz, Bedak Tabur Viva untuk Kontrol Minyak

Lifestyle | Selasa, 31 Maret 2026 | 06:40 WIB

Terkini

Drama Penyekapan Senen: Korban yang Disekap dan Dirantai Kini Dilaporkan Kasus Pencurian

Drama Penyekapan Senen: Korban yang Disekap dan Dirantai Kini Dilaporkan Kasus Pencurian

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 16:20 WIB

Buntut Tragedi 5 Peserta Meninggal, Kemenhan Hapus Materi Militer dan Senjata di Program SPPI

Buntut Tragedi 5 Peserta Meninggal, Kemenhan Hapus Materi Militer dan Senjata di Program SPPI

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 16:19 WIB

Usai Serahkan Diri, Bupati dan Sekda Kuansing Resmi Pakai Rompi Tahanan KPK

Usai Serahkan Diri, Bupati dan Sekda Kuansing Resmi Pakai Rompi Tahanan KPK

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 16:12 WIB

Buntut 5 Peserta Meninggal, Kemenhan Hapus Latihan Militer di Program SPPI

Buntut 5 Peserta Meninggal, Kemenhan Hapus Latihan Militer di Program SPPI

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 16:10 WIB

Minyak Dunia Sudah Murah, Kenapa Harga Pertamax Masih Rp16 Ribu?

Minyak Dunia Sudah Murah, Kenapa Harga Pertamax Masih Rp16 Ribu?

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 15:59 WIB

Kapolri Anugerahkan Medali Kehormatan kepada Prabowo

Kapolri Anugerahkan Medali Kehormatan kepada Prabowo

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 15:53 WIB

Mendagri Tito Hadiri Upacara Peringatan ke-80 Hari Bhayangkara di Bogor

Mendagri Tito Hadiri Upacara Peringatan ke-80 Hari Bhayangkara di Bogor

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 15:42 WIB

Kemhan Usut Kematian 5 Calon Manajer Kopdes

Kemhan Usut Kematian 5 Calon Manajer Kopdes

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 15:40 WIB

Mediasi Buntu, Keluarga Adik Keisya Levronka Ungkap Alasan Tempuh Jalur Hukum

Mediasi Buntu, Keluarga Adik Keisya Levronka Ungkap Alasan Tempuh Jalur Hukum

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 15:37 WIB

Rp756 Miliar Diselamatkan! Kapolri Bongkar Skandal Besar Bio Solar dan Perusahaan Sawit Nakal

Rp756 Miliar Diselamatkan! Kapolri Bongkar Skandal Besar Bio Solar dan Perusahaan Sawit Nakal

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 15:32 WIB

×