Ketegangan Memuncak! Prancis Desak Rapat Darurat DK PBB Usai 3 Pasukan UNIFIL Gugur di Lebanon

Dwi Bowo Raharjo

Selasa, 31 Maret 2026 | 10:43 WIB
Ketegangan Memuncak! Prancis Desak Rapat Darurat DK PBB Usai 3 Pasukan UNIFIL Gugur di Lebanon
Menteri Eropa dan Urusan Luar Negeri Republik Prancis, Jean-Noel Barrot saat bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (26/3/2025). (Foto: Laily Rachev - Biro Pers Sekretariat Presiden)
baca 10 detik
  • Prancis meminta DK PBB segera rapat darurat menyusul tewasnya tiga personel penjaga perdamaian UNIFIL.
  • Menteri Luar Negeri Prancis mengutuk keras serangan terhadap kontingen Prancis di Naqoura oleh tentara Israel.
  • Tiga personel perdamaian yang gugur adalah warga negara Indonesia akibat peluru yang menghantam pos mereka.

Suara.com - Situasi di perbatasan Lebanon Selatan kian membara. Pemerintah Prancis secara resmi mendesak Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) untuk segera menggelar rapat darurat.

Langkah ini diambil menyusul tragedi berdarah yang menewaskan tiga personel penjaga perdamaian UNIFIL di medan tugas.

Menteri Luar Negeri Prancis, Jean-Noel Barrot, menegaskan bahwa insiden ini tidak bisa dibiarkan. Melalui pernyataan resminya pada Senin (30/3), Barrot menyerukan tindakan cepat dari badan tertinggi PBB tersebut.

"Karena insiden yang sangat serius melibatkan pasukan UNIFIL, saya telah meminta rapat darurat Dewan Keamanan PBB," tegas Barrot melalui akun media sosial X pribadinya.

Kecaman Keras untuk Israel

Barrot tidak hanya menuntut pertemuan formal, tetapi juga melayangkan kecaman tajam atas serangan yang merenggut nyawa para penjaga perdamaian. Ia menyampaikan duka mendalam bagi keluarga korban sekaligus mendesak dilakukannya investigasi menyeluruh guna mengungkap kronologi pasti di balik serangan tersebut.

Secara spesifik, Barrot mengutuk serangan yang menyasar kontingen Prancis di wilayah Naqoura. Ia melabeli tindakan tentara Israel tersebut sebagai pelanggaran keamanan serius dan bentuk "tindakan intimidasi." Laporan keberatan ini pun telah disampaikan secara langsung kepada Duta Besar Israel di Paris dengan nada yang sangat keras.

Duka bagi Indonesia

Kabar duka ini menjadi perhatian besar bagi publik tanah air. UNIFIL melaporkan tiga personel yang gugur adalah penjaga perdamaian asal Indonesia. Prajurit tersebut dinyatakan gugur pada Minggu malam (29/3) setelah sebuah peluru menghantam pos penjagaan mereka.

baca juga

Tak hanya itu, dalam kurun waktu 24 jam terakhir, dua personel UNIFIL lainnya juga dilaporkan tewas akibat serangan yang menghantam kendaraan patroli saat melintas di wilayah Bani Haiyyan.

Misi di Garis Api

Untuk diketahui, UNIFIL (United Nations Interim Force in Lebanon) merupakan misi vital PBB yang telah beroperasi di Lebanon selatan sejak 1978. Pasca-konflik tahun 2006, mandat mereka diperkuat oleh DK PBB untuk memantau penghentian permusuhan dan menjaga stabilitas di wilayah yang terus diguncang konflik tersebut.

Kini, jatuhnya korban jiwa dari pihak penjaga perdamaian internasional menjadi sinyal merah bahwa eskalasi di wilayah tersebut telah mencapai titik yang sangat mengkhawatirkan. (Antara/Sputnik/RIA Novosti)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bek hingga Gelandang Serang, Calvin Verdonk Siap Turuti John Herdman

Bek hingga Gelandang Serang, Calvin Verdonk Siap Turuti John Herdman

Bola | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:36 WIB

Kata-kata UNIFIL soal 2 Personel TNI Tewas karena Ledakan di Lebanon

Kata-kata UNIFIL soal 2 Personel TNI Tewas karena Ledakan di Lebanon

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:33 WIB

John Herdman Isyaratkan Calvin Verdonk Jadi Gelandang Permanen di Timnas Indonesia

John Herdman Isyaratkan Calvin Verdonk Jadi Gelandang Permanen di Timnas Indonesia

Bola | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:30 WIB

Peran Sentral Calvin Verdonk di Laga Kontra Bulgaria FIFA Series 2026

Peran Sentral Calvin Verdonk di Laga Kontra Bulgaria FIFA Series 2026

Bola | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:25 WIB

Terkini

Taruna Akmil akan Dampingi Siswa Sekolah Rakyat Belajar Mandiri di Asrama Selama 5 Hari

Taruna Akmil akan Dampingi Siswa Sekolah Rakyat Belajar Mandiri di Asrama Selama 5 Hari

News | Senin, 29 Juni 2026 | 23:37 WIB

Tak Lagi 'Macan Ompong', RUU HAM Beri Komnas HAM Kewenangan Penyidikan

Tak Lagi 'Macan Ompong', RUU HAM Beri Komnas HAM Kewenangan Penyidikan

News | Senin, 29 Juni 2026 | 21:35 WIB

Menuju Kota Global, Jakarta Kejar Target Bebas Buang Air Sembarangan

Menuju Kota Global, Jakarta Kejar Target Bebas Buang Air Sembarangan

News | Senin, 29 Juni 2026 | 20:44 WIB

Jangan Terkecoh! Pendakian Gunung Merapi Masih Ditutup, Abaikan Ajakan di Medsos

Jangan Terkecoh! Pendakian Gunung Merapi Masih Ditutup, Abaikan Ajakan di Medsos

News | Senin, 29 Juni 2026 | 20:41 WIB

Jadi Otak Penyekapan, Bos Percetakan di Senen Perintahkan Anak Buah Pasung Kaki Korban

Jadi Otak Penyekapan, Bos Percetakan di Senen Perintahkan Anak Buah Pasung Kaki Korban

News | Senin, 29 Juni 2026 | 20:22 WIB

Bertemu Dony Oskaria, KPK Minta Pejabat BUMN Bandel Tak Lapor LHKPN Disanksi

Bertemu Dony Oskaria, KPK Minta Pejabat BUMN Bandel Tak Lapor LHKPN Disanksi

News | Senin, 29 Juni 2026 | 19:43 WIB

Gelar Budaya Jokowi Disorot, Dinilai Jadi 'Senjata' Politik Incar Masyarakat Paternalistik

Gelar Budaya Jokowi Disorot, Dinilai Jadi 'Senjata' Politik Incar Masyarakat Paternalistik

News | Senin, 29 Juni 2026 | 19:36 WIB

Satu Tahun Menuju 5 Abad, Apakah Jakarta Sudah Layak Kota Global?

Satu Tahun Menuju 5 Abad, Apakah Jakarta Sudah Layak Kota Global?

News | Senin, 29 Juni 2026 | 19:24 WIB

Sekjen Golkar: Pasar Tak akan Goyang Hanya Karena Gaya Pidato Prabowo

Sekjen Golkar: Pasar Tak akan Goyang Hanya Karena Gaya Pidato Prabowo

News | Senin, 29 Juni 2026 | 19:10 WIB

Rp1,1 Triliun Anggaran Pendidikan Jakarta Tak Terserap, DPRD: Harusnya Bisa untuk Sekolah Gratis

Rp1,1 Triliun Anggaran Pendidikan Jakarta Tak Terserap, DPRD: Harusnya Bisa untuk Sekolah Gratis

News | Senin, 29 Juni 2026 | 19:04 WIB

×