Minim Lahan dan Polusi Meningkat, Bisakah Atap Hijau Jadi Solusi Berbasis Alam?

Bimo Aria Fundrika

Selasa, 31 Maret 2026 | 18:30 WIB
Minim Lahan dan Polusi Meningkat, Bisakah Atap Hijau Jadi Solusi Berbasis Alam?
Atap hijau (Pinterest/ Ecodiyhome)

Suara.com - Atap hijau dan dinding hijau saat ini bukan lagi dianggap sebagai fitur desain khusus. Di Eropa, ini bisa dijadikan sebagai solusi berbasis alam untuk meningkatkan keanekaragaman hayati, ketahanan iklim, efisiensi energi, dan kesejahteraan manusia.

Sebuah laporan sintesis pengetahuan terbaru yang disusun oleh Science Service for Biodiversity memberikan panduan komprehensif mengenai penerapan atap hijau dan dinding hijau di kawasan perkotaan.

Laporan yang dikembangkan oleh BioAgora ini merupakan respons atas permintaan DG Environment (Direktorat Jenderal Lingkungan Hidup) kepada EC Knowledge Centre for Biodiversity (Pusat Pengetahuan Keanekaragaman Hayati Komisi Eropa (KCBD)).

Landasan Kebijakan

Laporan berjudul "Implementing green roofs and walls: lessons from European experience" ini disusun dengan mengacu pada literatur ilmiah yang luas, pengetahuan para ahli, serta analisis terhadap 46 studi kasus nyata dari seluruh Eropa.

Dokumen ini bertujuan untuk menilai bagaimana integrasi penghijauan pada bangunan dapat mendukung restorasi ekosistem perkotaan dan bertujuan untuk adaptasi iklim. Secara strategis, laporan ini berfungsi sebagai instrumen pendukung untuk implementasi EU Nature Restoration Regulation (Peraturan Restorasi Alam Uni Eropa (NRR)) dan EU Biodiversity Strategy (Strategi Keanekaragaman Hayati) Uni Eropa untuk tahun 2030, terutama terkait target penghijauan perkotaan dengan panduan bagi pemerintah daerah, pembuat rencana, dan pembuat kebijakan.

Manfaat Terukur Berdasarkan Bukti Lapangan

Berdasarkan laporan yang dirangkum dalam Phys.org, atap dan dinding hijau memberikan kontribusi di berbagai sektor kebijakan.

Proyek-proyek yang diteliti menunjukkan hasil signifikan dalam beberapa aspek, seperti retensi air hujan yang substansial, pengurangan tekanan panas di perkotaan, efisiensi energi untuk bangunan, hingga dukungan terhadap ekosistem keanekaragaman hayati, termasuk burung atau spesies lain yang tinggal di daerah perkotaan.

baca juga

Saat ini, sistem atap hijau ekstensif menjadi yang paling banyak digunakan di seluruh Eropa karena bobotnya yang ringan dan biaya pemasangannya relatif rendah.

Namun, laporan tersebut mencatat bahwa atap hijau semi-intensif dan intensif, serta sistem penghijauan vertikal, memiliki potensi untuk memberikan manfaat sosial dan keanekaragaman hayati yang lebih tinggi jika dikelola dengan kerangka kerja dan pemeliharaan yang tepat.

Di sisi lain, dinding hijau seperti tanaman rambat atau dinding hidup hasil rekayasa juga terbukti memiliki kontribusi pada pendinginan, meningkatkan kualitas udara, dan penyediaan habitat, terutama di daerah perkotaan yang padat dan permukaan tanahnya terbatas.

Tantangan Implementasi dan Tata Kelola

Laporan ini juga mengidentifikasi sejumlah hambatan yang membatasi penerapan infrastruktur hijau secara lebih luas.

Beberapa kendala utama yang terjadi adalah regulasi terfragmentasi, kesenjangan keterampilan teknis di lapangan, serta ketidakpastian mengenai tanggung jawab pemeliharaan jangka panjang. Fenomena ini ditemukan khususnya di beberapa baian Eropa Timur.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Fast Fashion Picu Limbah, Bisakah Cost Per Wear Jadi Solusi Belanja Lebih Bijak?

Fast Fashion Picu Limbah, Bisakah Cost Per Wear Jadi Solusi Belanja Lebih Bijak?

Lifestyle | Senin, 30 Maret 2026 | 13:47 WIB

Eco-Friendly, Mengapa Gaya Hidup Ramah Lingkungan Terasa Sulit Terjangkau?

Eco-Friendly, Mengapa Gaya Hidup Ramah Lingkungan Terasa Sulit Terjangkau?

Your Say | Sabtu, 28 Maret 2026 | 19:15 WIB

Bisakah Pertanian Masyarakat Adat Menjawab Krisis Pangan Global? Ini Temuan Terbarunya

Bisakah Pertanian Masyarakat Adat Menjawab Krisis Pangan Global? Ini Temuan Terbarunya

News | Jum'at, 27 Maret 2026 | 17:15 WIB

Terkini

Bom Meledak di Jantung Damaskus, Korban Bergelimpangan di Lokasi

Bom Meledak di Jantung Damaskus, Korban Bergelimpangan di Lokasi

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 22:41 WIB

Pilot Tabrak Gedung Tertinggi Beijing Diduga Bunuh Diri, Tinggalkan Catatan Harian Mengejutkan

Pilot Tabrak Gedung Tertinggi Beijing Diduga Bunuh Diri, Tinggalkan Catatan Harian Mengejutkan

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 22:41 WIB

Kualitas Udara di TPA Jatiwaringin Capai Level Berbahaya, 64 Warga Dievakuasi

Kualitas Udara di TPA Jatiwaringin Capai Level Berbahaya, 64 Warga Dievakuasi

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 22:07 WIB

KPK Perluas Kasus Pemerasan Izin Tinggal WNA Silmy Karim, Kini Bidik Imigrasi Depok

KPK Perluas Kasus Pemerasan Izin Tinggal WNA Silmy Karim, Kini Bidik Imigrasi Depok

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 21:34 WIB

Satu Polisi Gugur dan 2 Hilang saat Gerebek Bandar Narkoba di Kalteng

Satu Polisi Gugur dan 2 Hilang saat Gerebek Bandar Narkoba di Kalteng

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 21:02 WIB

Flyover Latumenten Capai 55,2 Persen, Ditargetkan Pangkas Kemacetan hingga 40 Persen

Flyover Latumenten Capai 55,2 Persen, Ditargetkan Pangkas Kemacetan hingga 40 Persen

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:45 WIB

Kelola Sampah Organik ala Warga Meruya Selatan Hingga Jadi Bernilai Ekonomi

Kelola Sampah Organik ala Warga Meruya Selatan Hingga Jadi Bernilai Ekonomi

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:05 WIB

Ribuan Taruna TNI-Polri Jadi Kakak Asuh Siswa di 178 Sekolah Rakyat

Ribuan Taruna TNI-Polri Jadi Kakak Asuh Siswa di 178 Sekolah Rakyat

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 19:55 WIB

833 ASN Pendamping PKH Punya Pekerjaan Sampingan, Kemensos Tagih Pengembalian Gaji Rp7,9 Miliar

833 ASN Pendamping PKH Punya Pekerjaan Sampingan, Kemensos Tagih Pengembalian Gaji Rp7,9 Miliar

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 19:53 WIB

Prabowo Bakal Resmikan B50 Pekan Depan

Prabowo Bakal Resmikan B50 Pekan Depan

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 19:53 WIB

×