Krisis Selat Hormuz Makin Panas, Uni Emirat Arab Desak PBB Gunakan Kekuatan Militer Hadapi Blokade

Pebriansyah Ariefana

Kamis, 02 April 2026 | 12:05 WIB
Krisis Selat Hormuz Makin Panas, Uni Emirat Arab Desak PBB Gunakan Kekuatan Militer Hadapi Blokade
Selat Hormuz (Antara)
baca 10 detik
  • UEA mendesak PBB menggunakan kekuatan militer Bab VII untuk membuka blokade Selat Hormuz segera.

  • Penutupan selat oleh Iran memicu lonjakan harga minyak karena memutus 20 persen pasokan global.

  • Konflik pecah setelah serangan AS-Israel menewaskan Ali Khamenei dan ribuan warga sipil Iran.

Suara.com - Ketegangan di wilayah perairan Teluk mencapai titik didih baru setelah Uni Emirat Arab melayangkan tuntutan keras.

Negara tersebut secara resmi meminta organisasi dunia untuk segera melakukan intervensi fisik di kawasan Selat Hormuz.

Langkah ini diambil menyusul buntunya jalur perdagangan maritim yang menjadi urat nadi energi dunia tersebut.

Berdasarkan laporan terbaru, situasi keamanan navigasi di lokasi tersebut sudah berada pada level yang sangat mengkhawatirkan.

Uni Emirat Arab menilai bahwa hanya tindakan nyata yang mampu memulihkan stabilitas di perairan internasional tersebut.

Permintaan resmi ini disampaikan langsung melalui sebuah surat yang ditujukan kepada jajaran pimpinan tertinggi di New York.

Dewan Keamanan harus mengambil “tindakan segera” untuk memastikan keamanan navigasi di dalam dan sekitar selat tersebut, kata Duta Besar Mohamed Abushahab dalam surat tertanggal Selasa yang ditujukan kepada Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres dan presiden Dewan Keamanan.

Pihak Abu Dhabi sangat menekankan perlunya aktivasi aturan internasional yang memperbolehkan adanya paksaan fisik.

Secara spesifik, mereka berharap komunitas global bersedia menerapkan mekanisme hukum yang tertuang dalam Bab VII Piagam PBB.

baca juga

Aturan ini merupakan fondasi legal yang memungkinkan pengiriman pasukan bersenjata demi menjaga perdamaian dunia yang terancam.

Melalui skema hukum tersebut, Dewan Keamanan memiliki wewenang untuk mengeksekusi berbagai sanksi berat terhadap pelanggar aturan.

Opsi yang tersedia mencakup pemutusan hubungan ekonomi total hingga pelaksanaan operasi militer berskala besar di lapangan.

Keputusan ekstrem ini dianggap perlu karena jalur logistik global sedang mengalami kelumpuhan yang cukup signifikan.

Kekacauan di Selat Hormuz sendiri sudah mulai pecah sejak memasuki awal bulan Maret yang lalu.

Kondisi tersebut dipicu oleh aksi balasan yang dilakukan pihak Iran setelah mendapat tekanan serangan udara sebelumnya.

Diketahui bahwa rentetan serangan militer telah diluncurkan oleh Amerika Serikat bersama Israel ke wilayah Iran.

Operasi tempur tersebut tercatat sudah mulai berkecamuk sejak tanggal 28 Februari yang menyasar titik strategis.

Konflik bersenjata ini membawa konsekuensi kemanusiaan yang sangat besar bagi wilayah tersebut hingga saat ini.

Amerika Serikat dan Israel telah melancarkan serangan terhadap Iran sejak akhir Februari, menewaskan lebih dari 1.340 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi saat itu, Ali Khamenei.

Hilangnya nyawa pemimpin utama tersebut memicu eskalasi yang jauh lebih berbahaya di sepanjang garis pantai Teluk.

Sebagai bentuk respons, pihak Teheran memilih untuk menutup akses kapal-kapal tanker yang melintasi jalur krusial tersebut.

Langkah penutupan ini memberikan dampak yang sangat destruktif bagi stabilitas ekonomi banyak negara di dunia.

Pasalnya, sekitar 20 juta barel minyak bumi mengalir melewati kawasan sempit tersebut dalam setiap harinya.

Volume tersebut setara dengan seperlima dari total seluruh pasokan minyak yang dibutuhkan oleh penduduk bumi.

Terganggunya distribusi energi ini secara otomatis memicu lonjakan harga bahan bakar di pasar internasional secara mendadak.

Banyak pihak mulai merasa cemas akan terjadinya krisis ekonomi global yang bisa berlangsung dalam waktu lama.

Sektor logistik dan pengiriman barang antarkontinental menjadi pihak yang paling terdampak oleh ketidakpastian jalur laut ini.

Oleh karena itu, Uni Emirat Arab merasa tidak ada lagi ruang untuk melakukan negosiasi yang bersifat pasif.

Dukungan militer dari PBB dianggap sebagai satu-satunya cara untuk menghentikan sabotase ekonomi yang sedang berlangsung.

Keputusan kini berada di tangan Dewan Keamanan untuk menentukan apakah senjata akan mulai dikerahkan atau tidak.

Dunia internasional sedang memantau dengan saksama respons apa yang akan dikeluarkan oleh Sekretaris Jenderal PBB.

Keamanan pelayaran bebas harus dijamin agar rantai pasok kebutuhan pokok masyarakat global tidak terputus total.

Jika tindakan tegas tidak segera diambil, maka biaya hidup di berbagai negara diprediksi akan terus meroket.

Semua mata kini tertuju pada pergerakan armada tempur dan keputusan diplomatik di markas besar Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Stabilitas kawasan Timur Tengah kini bergantung pada seberapa cepat dunia merespons permintaan bantuan militer dari UEA.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Perediksi Waktu Perang Iran vs AS - Israel Berakhir, Kapan?

Perediksi Waktu Perang Iran vs AS - Israel Berakhir, Kapan?

News | Kamis, 02 April 2026 | 11:39 WIB

Gagal Turunkan Rezim Iran, Trump Kini Salahkan Sekutu dan Ancam Keluar dari NATO

Gagal Turunkan Rezim Iran, Trump Kini Salahkan Sekutu dan Ancam Keluar dari NATO

News | Kamis, 02 April 2026 | 11:37 WIB

Anak 12 Tahun Direkrut Jadi Tentara Iran Hadapi Perang Timur Tengah

Anak 12 Tahun Direkrut Jadi Tentara Iran Hadapi Perang Timur Tengah

News | Kamis, 02 April 2026 | 11:24 WIB

Terkini

Musim Kemarau Mengintai, Diskes Bandar Lampung Uji Massal Kualitas Sumur Warga

Musim Kemarau Mengintai, Diskes Bandar Lampung Uji Massal Kualitas Sumur Warga

Lampung | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 07:16 WIB

Rocky Gerung Kekeh, Pelibatan Tentara di Bidang Pertanian Bukan Bentuk Militerisasi

Rocky Gerung Kekeh, Pelibatan Tentara di Bidang Pertanian Bukan Bentuk Militerisasi

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 07:15 WIB

Urutan Zodiak dari yang Paling Emosional sampai yang Paling Tenang saat Krisis

Urutan Zodiak dari yang Paling Emosional sampai yang Paling Tenang saat Krisis

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 07:10 WIB

Sejarah Hari Batik Nasional 2 Oktober, Ini Asal-Usulnya

Sejarah Hari Batik Nasional 2 Oktober, Ini Asal-Usulnya

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 07:06 WIB

Luas Karhutla Indonesia Capai 202 Ribu Hektare hingga Juli 2026

Luas Karhutla Indonesia Capai 202 Ribu Hektare hingga Juli 2026

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 07:05 WIB

Aksi peringatan empat tahun Tragedi Kanjuruhan di Balai Kota Malang

Aksi peringatan empat tahun Tragedi Kanjuruhan di Balai Kota Malang

Foto | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 07:00 WIB

Gus Miftah Masuk Kepengurusan PBNU Baru, Ini Misi Strategis di Baliknya

Gus Miftah Masuk Kepengurusan PBNU Baru, Ini Misi Strategis di Baliknya

Entertainment | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 06:21 WIB

Pesta 9 Gol ke Gawang Bangladesh, Indonesia ke Final ASEAN Cup 2026

Pesta 9 Gol ke Gawang Bangladesh, Indonesia ke Final ASEAN Cup 2026

Foto | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 06:00 WIB

Sambut Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026, Pertamina Siapkan Layanan Energi hingga Akomodasi

Sambut Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026, Pertamina Siapkan Layanan Energi hingga Akomodasi

Bisnis | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 05:35 WIB

KAI Tuntaskan Penutupan 172 Perlintasan Sebidang

KAI Tuntaskan Penutupan 172 Perlintasan Sebidang

Foto | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 05:00 WIB

×