Indonesia WFA, Korea Selatan Pakai Cara Ini Bikin Karyawan Hemat BBM Meski Kerja Full WFO

Pebriansyah Ariefana

Kamis, 02 April 2026 | 12:39 WIB
Indonesia WFA, Korea Selatan Pakai Cara Ini Bikin Karyawan Hemat BBM Meski Kerja Full WFO
Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung bertemu di Seoul pada 1 April 2026. [Bakom RI]
baca 10 detik
  • Korea Selatan memberlakukan ganjil genap kendaraan dinas mulai 8 April akibat krisis minyak.

  • Status krisis energi naik ke Level 3 menyusul blokade jalur vital Selat Hormuz.

  • Pembatasan bertujuan menghemat konsumsi minyak hingga 87.000 barel per bulan selama konflik.

Suara.com - Pemerintah Korea Selatan secara resmi mengambil langkah drastis dengan membatasi mobilitas kendaraan dinas miliknya sendiri.

Kebijakan ini muncul sebagai respons langsung terhadap gejolak krisis BBM bahan bakar yang dipicu ketegangan di Timur Tengah.

Kementerian Iklim, Energi, dan Lingkungan mengumumkan bahwa sistem pelat nomor ganjil-genap akan segera diberlakukan secara luas.

Langkah darurat ini dijadwalkan mulai beroperasi penuh pada tanggal 8 April mendatang bagi seluruh instansi negara.

Jeda waktu enam hari diberikan agar para pegawai dan masyarakat memiliki kesempatan untuk menyesuaikan diri.

Implementasi aturan ini sangat sederhana namun mengikat bagi semua unit operasional di bawah naungan pemerintah.

Kendaraan dengan angka terakhir ganjil hanya diizinkan beroperasi pada tanggal-tanggal ganjil di setiap bulannya.

Sebaliknya, mobil dinas dengan akhiran angka genap hanya boleh melintas pada tanggal-tanggal genap sepanjang tahun.

Meskipun demikian, otoritas setempat tetap memberikan pengecualian khusus bagi beberapa kategori kendaraan prioritas tertentu.

baca juga

Mobil listrik, kendaraan bertenaga hidrogen, serta armada pengangkut penyandang disabilitas dan ibu hamil tetap bebas beroperasi.

Kategori kendaraan yang mendapatkan pengecualian tersebut mencakup sekitar 25 persen dari total populasi kendaraan yang ada.

Pemerintah juga memberikan imbauan khusus kepada masyarakat umum dan sektor swasta agar turut berkontribusi secara sukarela.

Warga sipil diminta mengikuti skema pembatasan lima hari meskipun statusnya tidak wajib atau hanya bersifat imbauan.

Kendati sukarela, akses menuju lahan parkir berbayar milik pemerintah daerah akan dibatasi bagi kendaraan tertentu.

Sebagai contoh konkret, mobil dengan akhiran angka 1 atau 6 dilarang parkir di area publik setiap Senin.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Diplomasi Unik Prabowo di Korea: Hadiah Keris hingga Baju Anjing untuk Presiden Lee Jae Myung

Diplomasi Unik Prabowo di Korea: Hadiah Keris hingga Baju Anjing untuk Presiden Lee Jae Myung

News | Kamis, 02 April 2026 | 12:34 WIB

Perediksi Waktu Perang Iran vs AS - Israel Berakhir, Kapan?

Perediksi Waktu Perang Iran vs AS - Israel Berakhir, Kapan?

News | Kamis, 02 April 2026 | 11:39 WIB

Gagal Turunkan Rezim Iran, Trump Kini Salahkan Sekutu dan Ancam Keluar dari NATO

Gagal Turunkan Rezim Iran, Trump Kini Salahkan Sekutu dan Ancam Keluar dari NATO

News | Kamis, 02 April 2026 | 11:37 WIB

Terkini

Kronologi Santriwati Diduga Dicabuli Pimpinan Ponpes di Bogor

Kronologi Santriwati Diduga Dicabuli Pimpinan Ponpes di Bogor

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 11:48 WIB

Diajak Belajar Kitab Kuning, Santriwati Diduga Jadi Korban Perbuatan Cabul

Diajak Belajar Kitab Kuning, Santriwati Diduga Jadi Korban Perbuatan Cabul

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 11:40 WIB

Polemik Lagu Lalaki Langit Ciptaan Bupati Purwakarta, Disindir Rossa hingga Disomasi LBH Jabar

Polemik Lagu Lalaki Langit Ciptaan Bupati Purwakarta, Disindir Rossa hingga Disomasi LBH Jabar

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 11:40 WIB

Ahmad Luthfi Luncurkan Logis, Warga Jateng Kini Bisa Konsultasi Psikolog Gratis

Ahmad Luthfi Luncurkan Logis, Warga Jateng Kini Bisa Konsultasi Psikolog Gratis

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 11:17 WIB

Kemlu Qatar: Perundingan Sukses, AS dan Iran Kembali Bertemu Usai Pemakaman Ali Khamenei

Kemlu Qatar: Perundingan Sukses, AS dan Iran Kembali Bertemu Usai Pemakaman Ali Khamenei

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 10:57 WIB

Kronologi Penyekapan Karyawan Padel Kebayoran Lama: Berawal dari Raket Hilang

Kronologi Penyekapan Karyawan Padel Kebayoran Lama: Berawal dari Raket Hilang

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 10:43 WIB

Tak Ada Lagi Wacana Pilkada via DPRD

Tak Ada Lagi Wacana Pilkada via DPRD

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 10:32 WIB

Kiper Palestina Saleem Al-Ashqar Tewas Ditembak Tentara Israel di Jalur Gaza

Kiper Palestina Saleem Al-Ashqar Tewas Ditembak Tentara Israel di Jalur Gaza

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 10:29 WIB

Bukan Cuma Rokok, Ini Alasan Kanker Paru Masih Sulit Ditangani di Indonesia

Bukan Cuma Rokok, Ini Alasan Kanker Paru Masih Sulit Ditangani di Indonesia

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 10:17 WIB

Ini Lirik Lagu Lalaki Langit Ciptaan Bupati Purwakarta yang Tuai Kecaman, Dinilai Rendahkan Wanita

Ini Lirik Lagu Lalaki Langit Ciptaan Bupati Purwakarta yang Tuai Kecaman, Dinilai Rendahkan Wanita

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 10:17 WIB

×