Jaga Wilayah Kelola Adat, UNDP Gandeng GEF-SGP Buka Proposal Hibah ICCA-GSI Phase 2

Bimo Aria Fundrika

Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:37 WIB
Jaga Wilayah Kelola Adat, UNDP Gandeng GEF-SGP Buka Proposal Hibah ICCA-GSI Phase 2
Ilustrasi masyarakat adat (pexels.com/Danya Gutan)
baca 10 detik
  • GEF-SGP Indonesia membuka hibah ICCA-GSI Phase 2 untuk mendukung konservasi wilayah kelola masyarakat adat dan komunitas lokal.
  • Program ini didukung UNDP dan pemerintah Jerman dengan pendaftaran proposal yang dibuka hingga tanggal 14 Mei 2026.
  • Bantuan dana ditujukan bagi inisiatif pelestarian ekosistem di wilayah prioritas seperti Jawa Tengah, Sulawesi Selatan, Gorontalo, dan NTT.

Suara.com - Kerusakan lingkungan, hilangnya keanekaragaman hayati, hingga menyusutnya wilayah kelola masyarakat adat masih menjadi tantangan besar di berbagai daerah di Indonesia.

Di banyak wilayah, komunitas lokal kerap menghadapi keterbatasan dukungan untuk menjaga hutan, sumber air, dan ekosistem yang menjadi ruang hidup mereka.

Merespons kondisi tersebut, United Nations Development Programme (UNDP) atau lembaga pembangunan di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), membuka pendaftaran proposal ICCA-GSI Phase 2 bagi organisasi masyarakat sipil, komunitas adat, hingga kelompok masyarakat lokal di Indonesia.

Program ini dijalankan bersama mitra pelaksana Global Environment Facility Small Grants Programme (GEF-SGP) Indonesia.

Program ini didukung Pemerintah Jerman melalui BMUV IKI dan berfokus pada perlindungan wilayah kelola masyarakat adat dan komunitas lokal atau Indigenous Peoples’ and Local Communities Conserved Territories and Areas (ICCAs).

Jaga Wilayah Kelola Adat, GEF-SGP Indonesia Buka Proposal Hibah ICCA-GSI Phase 2. (Dok. Istimewa)
Jaga Wilayah Kelola Adat, GEF-SGP Indonesia Buka Proposal Hibah ICCA-GSI Phase 2. (Dok. Istimewa)

Melalui program ini, masyarakat didorong mengembangkan inisiatif konservasi berbasis komunitas, seperti perlindungan biodiversitas, restorasi ekosistem, agroforestri, ekowisata berbasis masyarakat, hingga penguatan ekonomi hijau.

Pendaftaran dibuka hingga 14 Mei 2026 pukul 23.59 WIB. Wilayah prioritas program meliputi DAS Bodri di Jawa Tengah, DAS Balantieng di Sulawesi Selatan, Suaka Margasatwa Nantu di Gorontalo, serta Pulau Sabu Raijua di Nusa Tenggara Timur.

Calon pendaftar diwajibkan melengkapi dokumen seperti TOR, proposal program dan keuangan, timeline kegiatan, serta CV tim pengusul dalam Bahasa Indonesia atau Inggris.

Proposal dapat dikirim melalui email [email protected] hingga batas akhir pendaftaran.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dosa Lingkungan di Balik Label 'Ramah Bumi' yang Estetik

Dosa Lingkungan di Balik Label 'Ramah Bumi' yang Estetik

Your Say | Kamis, 07 Mei 2026 | 20:35 WIB

Ini Dia Autothermix, Alat Pemusnah Sampah Tanpa Bahan Bakar Fosil

Ini Dia Autothermix, Alat Pemusnah Sampah Tanpa Bahan Bakar Fosil

Foto | Kamis, 07 Mei 2026 | 18:25 WIB

7,36 Persen Warga Indonesia Tanpa Air Bersih, Teknologi Ini Jadi Harapan Baru?

7,36 Persen Warga Indonesia Tanpa Air Bersih, Teknologi Ini Jadi Harapan Baru?

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 17:55 WIB

Terkini

Alasan Kuota Haji 50:50 Terungkap di Persidangan, Saksi: Ini Tepat Sesuai Praktik di Saudi!

Alasan Kuota Haji 50:50 Terungkap di Persidangan, Saksi: Ini Tepat Sesuai Praktik di Saudi!

News | Rabu, 23 September 2026 | 07:52 WIB

Mimpi Pensiun Dini Gen Z: Antara Ambisi FIRE dan Realita Gaji UMR

Mimpi Pensiun Dini Gen Z: Antara Ambisi FIRE dan Realita Gaji UMR

Your Say | Rabu, 23 September 2026 | 07:45 WIB

Penerima Bansos Terlibat Judol dan Pinjol di Pekanbaru Langsung Dicoret

Penerima Bansos Terlibat Judol dan Pinjol di Pekanbaru Langsung Dicoret

Riau | Rabu, 23 September 2026 | 07:36 WIB

Di Depan PBB, Donald Trump Tuduh Iran Biang Kerok Perang Terus Meledak: Mereka Tolak Perdamaian

Di Depan PBB, Donald Trump Tuduh Iran Biang Kerok Perang Terus Meledak: Mereka Tolak Perdamaian

News | Rabu, 23 September 2026 | 07:34 WIB

4 Efek Samping Pakai Air Mawar dan Cara Mengatasinya

4 Efek Samping Pakai Air Mawar dan Cara Mengatasinya

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 07:27 WIB

Pangeran Harry Garap Dokumenter Putri Diana, Peringati 30 Tahun Kepergian Sang Ibu

Pangeran Harry Garap Dokumenter Putri Diana, Peringati 30 Tahun Kepergian Sang Ibu

Entertainment | Rabu, 23 September 2026 | 07:25 WIB

Milk & Mocha: Ketika Momen Kecil Ternyata Tak Selalu Membekas

Milk & Mocha: Ketika Momen Kecil Ternyata Tak Selalu Membekas

Your Say | Rabu, 23 September 2026 | 07:25 WIB

Cara Membedakan Keringat Biasa vs Sunscreen Luntur Saat Cuaca Panas Terik, Cek Tandanya

Cara Membedakan Keringat Biasa vs Sunscreen Luntur Saat Cuaca Panas Terik, Cek Tandanya

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 07:20 WIB

Masker Mata yang Bagus Merk Apa? Ini 5 Rekomendasi Produknya

Masker Mata yang Bagus Merk Apa? Ini 5 Rekomendasi Produknya

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 07:18 WIB

Skuad Timnas Indonesia Berubah Jelang FIFA ASEAN Cup 2026, Dony Tri dan Yakob Sayuri Dicoret

Skuad Timnas Indonesia Berubah Jelang FIFA ASEAN Cup 2026, Dony Tri dan Yakob Sayuri Dicoret

Bola | Rabu, 23 September 2026 | 07:17 WIB

×