Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya

Vania Rossa

Kamis, 25 Juni 2026 | 21:44 WIB
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
Menteri Kebudayaan Fadli Zon dalam Puncak Apresiasi Karya Gala Cerita Rakyat Indonesia 2026 di Jakarta, Rabu (24/6). (Dok. Ist)
baca 10 detik
  • Kementerian Kebudayaan menyelenggarakan Gala Cerita Rakyat Indonesia 2026 pada 20 April hingga 20 Mei di seluruh provinsi Indonesia.
  • Program ini menghasilkan 1.737 karya video mendongeng dari 2.797 peserta untuk melestarikan nilai budaya melalui pendekatan digital.
  • Pemerintah menindaklanjuti kesuksesan tersebut dengan meluncurkan gerakan nasional GALA Indonesia Bercerita 2027 untuk memperkuat literasi budaya masyarakat.

Suara.com - Indonesia mungkin tidak kekurangan cerita. Dari Sabang hingga Merauke, hampir setiap daerah memiliki legenda, dongeng, hingga kisah turun-temurun yang diwariskan lintas generasi. Namun di tengah derasnya arus konten digital, tradisi bercerita yang dahulu hidup di ruang keluarga dan komunitas perlahan mulai kehilangan tempat.

Karena itu, Kementerian Kebudayaan berupaya menghidupkan kembali budaya bercerita melalui Gala Cerita Rakyat Indonesia 2026, sebuah program yang mengajak masyarakat mendokumentasikan dan membagikan cerita rakyat dengan pendekatan digital.

Program yang berlangsung pada 20 April hingga 20 Mei 2026 tersebut berhasil menjangkau seluruh 34 provinsi di Indonesia. Sebanyak 2.797 peserta mengirimkan 1.737 karya video mendongeng yang diunggah melalui media sosial dan didaftarkan melalui platform Gala Cerita Rakyat Indonesia.

Partisipasi datang dari berbagai kalangan, mulai anak-anak, remaja, orang tua, pendidik, masyarakat umum hingga kelompok inklusi.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon menilai tingginya partisipasi tersebut menjadi sinyal bahwa cerita rakyat masih memiliki tempat di tengah masyarakat Indonesia.

"Lebih dari 1.700 karya dari 34 provinsi ini menandakan bahwa cerita-cerita rakyat bisa kita bangkitkan kembali. Padahal yang muncul baru sebagian kecil dari kekayaan budaya kita yang berasal dari 1.340 etnis, 718 bahasa, dan ribuan pulau di Indonesia," kata Fadli dalam Puncak Apresiasi Karya Gala Cerita Rakyat Indonesia 2026 di Jakarta, Rabu (24/6).

Menurut dia, cerita rakyat bukan sekadar hiburan. Di dalamnya tersimpan nilai-nilai keteladanan, moral, dan kebijaksanaan yang selama berabad-abad diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

"Melalui cerita rakyat, kita mentransfer nilai-nilai yang baik kepada anak-anak dan generasi muda. Cerita membangun kesadaran budaya sekaligus membentuk karakter," ujarnya.

Tradisi Lama yang Tetap Relevan

baca juga

Di era media sosial dan kecerdasan buatan, mendongeng mungkin terdengar seperti tradisi lama. Namun justru di tengah banjir informasi saat ini, cerita dinilai semakin penting.

Fadli mengutip berbagai kajian yang menunjukkan bahwa storytelling memiliki peran besar dalam perkembangan manusia, bukan hanya pada aspek pengetahuan tetapi juga kecerdasan emosional dan spiritual.

"Asupan makanan penting untuk IQ. Tetapi storytelling penting untuk emotional intelligence, spiritual intelligence, dan pembentukan karakter. Bahkan Einstein pernah mengatakan, imajinasi lebih penting daripada pengetahuan," katanya.

Menurut dia, cerita membantu membangun empati, daya imajinasi, kemampuan memahami nilai, hingga membentuk perilaku sosial anak sejak usia dini.

Karena itu, budaya bercerita tidak boleh hanya dipandang sebagai bagian dari masa lalu, melainkan sebagai kebutuhan yang tetap relevan bagi generasi masa kini.

Fadli menilai Indonesia memiliki kekayaan cerita yang tidak kalah dibandingkan dongeng-dongeng populer dari luar negeri. Hanya saja, banyak cerita rakyat Nusantara yang belum terdokumentasi dan dipromosikan secara luas.

"Cerita rakyat kita sangat kaya. Sayangnya banyak yang kurang terlihat dan kurang dikenal. Padahal cerita-cerita ini bisa menjadi bagian penting dari identitas budaya Indonesia di tingkat dunia," ujarnya.

Dari Kompetisi Menjadi Gerakan Nasional

Bagi Kementerian Kebudayaan, Gala Cerita Rakyat Indonesia 2026 bukanlah tujuan akhir.

Program tersebut justru menjadi langkah awal untuk membangun gerakan yang lebih besar melalui GALA Indonesia Bercerita 2027.

Gerakan nasional ini dirancang untuk menghidupkan kembali budaya bercerita sebagai sarana pelestarian budaya, pengasuhan anak, pendidikan karakter, serta penguatan hubungan antar generasi.

"Kita ingin ini menjadi movement, menjadi gerakan bersama. Kita ingin kembali menghidupkan storytelling di Indonesia," kata Fadli.

Melalui GALA Indonesia Bercerita 2027, pemerintah akan melibatkan keluarga, sekolah, kampus, komunitas, pegiat budaya, media, hingga generasi muda dalam satu ekosistem nasional budaya bercerita.

Berbagai program telah disiapkan, mulai dari pelatihan nasional mendongeng, roadshow di tujuh kota, pembangunan platform digital cerita rakyat, kurasi cerita Nusantara, hingga pembentukan jaringan pelopor budaya bercerita di berbagai daerah.

Salah satu fokus utama gerakan ini adalah melibatkan Generasi Z dan Generasi Alpha sebagai pewaris sekaligus penyebar cerita Indonesia melalui medium yang dekat dengan keseharian mereka.

Bagi pemerintah, kemajuan teknologi tidak harus menjadi ancaman bagi tradisi lisan. Sebaliknya, teknologi dapat menjadi sarana baru untuk memperluas jangkauan cerita rakyat.

"Dulu bercerita hanya mengandalkan suara. Sekarang bisa dipadukan dengan visual, musik, animasi, film, podcast, TikTok, Instagram, dan berbagai platform digital lainnya. Ini membuat cerita menjadi semakin menarik dan mudah diakses," kata Fadli.

Ia berharap cerita rakyat Indonesia tidak hanya hidup di ruang-ruang domestik, tetapi juga mampu berkembang menjadi buku, film, animasi, permainan digital, hingga berbagai karya kreatif yang dikenal masyarakat global.

Pada akhirnya, menurut Fadli, yang dibutuhkan Indonesia bukan sekadar lebih banyak cerita. Yang lebih penting adalah menciptakan lebih banyak ruang untuk bercerita.

"Lebih banyak keluarga yang kembali bercerita, lebih banyak guru yang menggunakan cerita untuk mengajar, dan lebih banyak generasi muda yang bersedia menjadi pewaris cerita bangsanya," ujarnya.

Melalui Gala Cerita Rakyat Indonesia 2026 dan GALA Indonesia Bercerita 2027, pemerintah berharap cerita rakyat tidak hanya dikenang sebagai warisan masa lalu, tetapi terus hidup, berkembang, dan diwariskan kepada generasi mendatang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Membawa Cita Rasa Nusantara, Luwak Artcofie Jadi Oleh-oleh Khas Indonesia yang Mendunia

Membawa Cita Rasa Nusantara, Luwak Artcofie Jadi Oleh-oleh Khas Indonesia yang Mendunia

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 10:45 WIB

Kunjungan Gibran ke Asmat, Pantau Museum hingga Pembangunan Gereja

Kunjungan Gibran ke Asmat, Pantau Museum hingga Pembangunan Gereja

Foto | Senin, 22 Juni 2026 | 07:00 WIB

Rano Karno Ajak Generasi Muda Rawat Sejarah dan Hidupkan Nilai Kebudayaan Bangsa

Rano Karno Ajak Generasi Muda Rawat Sejarah dan Hidupkan Nilai Kebudayaan Bangsa

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 18:30 WIB

Terkini

Enam Dekade Menunggu, UU Reforma Agraria Disahkan: Akankah Tanah Kembali ke Petani?

Enam Dekade Menunggu, UU Reforma Agraria Disahkan: Akankah Tanah Kembali ke Petani?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 21:48 WIB

Tak Hanya Sopir, Pelaku Usaha Juga Dapet Sanksi Jika Truk Langgar ODOL

Tak Hanya Sopir, Pelaku Usaha Juga Dapet Sanksi Jika Truk Langgar ODOL

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 21:44 WIB

Mayoritas Transaksi Pakai QRIS, Bisnis Payment Gateway Makin Menjanjikan

Mayoritas Transaksi Pakai QRIS, Bisnis Payment Gateway Makin Menjanjikan

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 21:39 WIB

Prabowo Bentuk Badan Gambut dan Mangrove Nasional, Fokus Cegah Karhutla

Prabowo Bentuk Badan Gambut dan Mangrove Nasional, Fokus Cegah Karhutla

News | Kamis, 24 September 2026 | 21:36 WIB

El Nino Bikin Was-was Pemerintah, Harga Pangan Bisa Naik

El Nino Bikin Was-was Pemerintah, Harga Pangan Bisa Naik

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 21:36 WIB

AI Bisa Permudah Trading, Tapi Keputusan Investasi Tetap di Investor

AI Bisa Permudah Trading, Tapi Keputusan Investasi Tetap di Investor

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 21:32 WIB

Komitmen BPJS Hadirkan Layanan JKN yang Komunikatif

Komitmen BPJS Hadirkan Layanan JKN yang Komunikatif

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 21:29 WIB

Karier Penghina JK Silfester di BUMN Hanya Seumur Jagung

Karier Penghina JK Silfester di BUMN Hanya Seumur Jagung

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 21:29 WIB

Ingin Lawan Tudingan Suap Pansus Haji, Kubu Yaqut Minta Saksi dari DPR Hadir di Sidang

Ingin Lawan Tudingan Suap Pansus Haji, Kubu Yaqut Minta Saksi dari DPR Hadir di Sidang

News | Kamis, 24 September 2026 | 21:24 WIB

Saat Kecantikan dan Fashion Bertemu dalam Gaya yang Lebih Personal

Saat Kecantikan dan Fashion Bertemu dalam Gaya yang Lebih Personal

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 21:11 WIB

×