- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengumumkan sejumlah proyek strategis yang akan mulai dikerjakan dalam waktu dekat, mulai dari pembangunan rumah sakit internasional di eks lahan RS Sumber Waras hingga pengembangan jaringan LRT Jakarta.
- Groundbreaking rumah sakit yang sempat mangkrak hampir 14 tahun itu ditargetkan berlangsung pada Agustus 2026, bersamaan dengan peresmian lintas LRT Velodrome-Manggarai sepanjang 12,5 kilometer.
- Pemprov DKI juga akan melanjutkan trase LRT dari Manggarai ke Dukuh Atas untuk memperkuat integrasi transportasi publik di Jakarta.
Suara.com - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memaparkan sejumlah proyek strategis yang akan mulai dikerjakan dalam waktu dekat. Mulai dari pembangunan rumah sakit internasional di eks lahan RS Sumber Waras hingga perpanjangan jalur LRT Jakarta.
Hal itu disampaikan Pramono saat meninjau kawasan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (30/6/2026).
Salah satu proyek yang menjadi sorotan adalah pembangunan kembali rumah sakit di lahan eks RS Sumber Waras yang selama bertahun-tahun tidak kunjung terealisasi akibat persoalan lahan.
"Alhamdulillah, Rumah Sakit Sumber Waras yang kurang lebih 14 tahun tidak terselesaikan juga, akhirnya selesai," kata Pramono.
Menurutnya, persoalan lahan rumah sakit tersebut telah berlangsung sejak masa kepemimpinan gubernur-gubernur sebelumnya. Kini, seluruh proses telah rampung dan pembangunan fisik segera dimulai.
"Mudah-mudahan bulan Agustus ini dilakukan groundbreaking, karena ini akan menjadi rumah sakit internasional," ujarnya.
Selain sektor kesehatan, Pramono juga mengungkapkan perkembangan proyek transportasi publik, yakni LRT Jakarta.
Ia menyebut jalur LRT sepanjang 12,5 kilometer yang menghubungkan Velodrome hingga Manggarai dengan 11 stasiun ditargetkan mulai diresmikan pada Agustus mendatang.
"Mudah-mudahan bulan Agustus akan diresmikan. Panjang jalurnya 12,5 kilometer dengan 11 stasiun, dari Velodrome sampai dengan Manggarai," tuturnya.
Tak berhenti di situ, Pramono mengatakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah memperoleh persetujuan dari pemerintah pusat untuk melanjutkan pembangunan jalur LRT dari Manggarai menuju Dukuh Atas.
"Kami juga sudah memutuskan, atas izin pemerintah pusat, untuk melanjutkan LRT dari Manggarai sampai dengan Dukuh Atas," katanya.
Ia optimistis perpanjangan jalur tersebut akan memperkuat integrasi antarmoda transportasi publik di Jakarta.
"Kalau ini sudah selesai, maka seluruh Transjakarta akan terkoneksi lebih dari 95 persen, sehingga akan semakin memudahkan mobilitas masyarakat," pungkas Pramono.