'Kenapa Bisa Bikin Lirik Begitu?' DPR Kritik Lagu Bupati Purwakarta Tak Sensitif Perempuan!

Muhamad Yasir, Bagaskara Isdiansyah

Kamis, 02 Juli 2026 | 14:33 WIB
'Kenapa Bisa Bikin Lirik Begitu?' DPR Kritik Lagu Bupati Purwakarta Tak Sensitif Perempuan!
Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein atau Om Zein (YouTube)
baca 10 detik
  • Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI Sugiat Santoso mengkritik lirik lagu ciptaan Bupati Purwakarta Om Zein yang dianggap tidak sensitif terhadap perempuan.
  • Om Zein mengklarifikasi bahwa lagu tersebut diciptakan jauh sebelum dirinya menjabat sebagai Bupati Purwakarta.
  • Sugiat mengimbau kepala daerah untuk lebih menjaga etika serta fokus melaksanakan tugas utama dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat luas.

Suara.com - Juru Bicara Partai Gerindra sekaligus Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI Sugiat Santoso menyoroti kontroversi lagu berbahasa Sunda berjudul 'Lalaki Langit, Lalanang Bejat' ciptaan Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein atau Om Zein.

Menurutnya, lirik lagu tersebut tidak sensitif terhadap perempuan dan seharusnya tidak dipublikasikan.

"Kalau dari kontennya memang tidak menjaga perasaan perempuanlah. Kita sayangkan kenapa bisa dia buat lirik seperti itu. Kalau mau buat lagu, buat saja, tapi jangan sampai lirik-liriknya malah menyinggung perasaan suatu kelompok masyarakat," ujar Sugiat kepada wartawan, Kamis (2/7/2026).

Meski mengkritik isi lagu tersebut, Sugiat mengaku telah mendengar penjelasan langsung dari Om Zein.

Berdasarkan klarifikasi yang diterimanya, lagu itu diciptakan jauh sebelum Om Zein menjabat sebagai Bupati Purwakarta.

Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI, Sugiat Santoso. [Ist]
Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI, Sugiat Santoso. [Ist]

Namun, menurut Sugiat, polemik tersebut tetap harus menjadi pelajaran bagi siapa pun, terutama tokoh publik, agar lebih berhati-hati saat menghasilkan karya yang dikonsumsi masyarakat luas.

"Membuat karya seni yang dinikmati publik, memang harus menjaga norma, etika, dan nilai-nilai budaya kita. Jangan sampai kesannya malah melecehkan salah satu pihak," tegasnya.

Sugiat juga mengingatkan kepala daerah untuk lebih memprioritaskan tugas utamanya melayani masyarakat daripada menciptakan kontroversi yang dapat memicu polemik di ruang publik.

"Saya pikir ini juga pelajaran bagi siapa pun, khususnya kepala daerah, untuk lebih fokus ke tugas fungsinya untuk menyejahterakan rakyat. Selain itu, harus memberikan keteladanan—keteladanan dalam berbicara, bersikap, hingga bertingkah laku," tambah Sugiat.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Puan Tegaskan PDIP Bukan Partai Abu-abu! Senyum Saan Mustopa dan Cucun Jadi Soroton

Puan Tegaskan PDIP Bukan Partai Abu-abu! Senyum Saan Mustopa dan Cucun Jadi Soroton

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 14:08 WIB

Bukan Ajang Bagi-bagi Kursi, Puan: Jabatan Komisaris BUMN Harus Profesional dan Kompeten!

Bukan Ajang Bagi-bagi Kursi, Puan: Jabatan Komisaris BUMN Harus Profesional dan Kompeten!

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 13:53 WIB

Polemik Lagu Lalaki Langit Ciptaan Bupati Purwakarta, Disindir Rossa hingga Disomasi LBH Jabar

Polemik Lagu Lalaki Langit Ciptaan Bupati Purwakarta, Disindir Rossa hingga Disomasi LBH Jabar

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 11:40 WIB

Terkini

Mengapa Masa Depan Kendaraan Listrik Mungkin Tak Lagi Bergantung pada Nikel?

Mengapa Masa Depan Kendaraan Listrik Mungkin Tak Lagi Bergantung pada Nikel?

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 14:30 WIB

7 Gubernur Berganti, Proyek Jalan Tembus Pasar Minggu-BIN Masih Tersandera Pembebasan Lahan

7 Gubernur Berganti, Proyek Jalan Tembus Pasar Minggu-BIN Masih Tersandera Pembebasan Lahan

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 14:25 WIB

Selat Hormuz Sudah Dibuka, Kok Harga BBM Belum Turun? Ini Penjelasan Ekonom

Selat Hormuz Sudah Dibuka, Kok Harga BBM Belum Turun? Ini Penjelasan Ekonom

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 14:15 WIB

Puan Tegaskan PDIP Bukan Partai Abu-abu! Senyum Saan Mustopa dan Cucun Jadi Soroton

Puan Tegaskan PDIP Bukan Partai Abu-abu! Senyum Saan Mustopa dan Cucun Jadi Soroton

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 14:08 WIB

Penahanan Ijazah karena Tunggakan Biaya Sudah Jadi Masalah Nasional

Penahanan Ijazah karena Tunggakan Biaya Sudah Jadi Masalah Nasional

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 14:05 WIB

Bukan Ajang Bagi-bagi Kursi, Puan: Jabatan Komisaris BUMN Harus Profesional dan Kompeten!

Bukan Ajang Bagi-bagi Kursi, Puan: Jabatan Komisaris BUMN Harus Profesional dan Kompeten!

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 13:53 WIB

Cerita Korban Penjualan Tiket Spekulatif Piala Dunia 2026, Sudah Bayar Rp 107 Juta Tapi Zonk

Cerita Korban Penjualan Tiket Spekulatif Piala Dunia 2026, Sudah Bayar Rp 107 Juta Tapi Zonk

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 13:52 WIB

Negara Gagal Biayai Wajib Belajar, Anak Miskin Malah Disandera Ijazahnya

Negara Gagal Biayai Wajib Belajar, Anak Miskin Malah Disandera Ijazahnya

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 13:39 WIB

Viral! Patwal RI 21 Pepet Mobil Warga di Senayan, Pengemudi Protes Dipaksa Berhenti

Viral! Patwal RI 21 Pepet Mobil Warga di Senayan, Pengemudi Protes Dipaksa Berhenti

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 13:38 WIB

Plastik Terurai Jadi Partikel Makin Kecil: Mengapa Nanoplastik Kini Menjadi Perhatian Ilmuwan?

Plastik Terurai Jadi Partikel Makin Kecil: Mengapa Nanoplastik Kini Menjadi Perhatian Ilmuwan?

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 13:34 WIB

×