- Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI Sugiat Santoso mengkritik lirik lagu ciptaan Bupati Purwakarta Om Zein yang dianggap tidak sensitif terhadap perempuan.
- Om Zein mengklarifikasi bahwa lagu tersebut diciptakan jauh sebelum dirinya menjabat sebagai Bupati Purwakarta.
- Sugiat mengimbau kepala daerah untuk lebih menjaga etika serta fokus melaksanakan tugas utama dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat luas.
Suara.com - Juru Bicara Partai Gerindra sekaligus Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI Sugiat Santoso menyoroti kontroversi lagu berbahasa Sunda berjudul 'Lalaki Langit, Lalanang Bejat' ciptaan Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein atau Om Zein.
Menurutnya, lirik lagu tersebut tidak sensitif terhadap perempuan dan seharusnya tidak dipublikasikan.
"Kalau dari kontennya memang tidak menjaga perasaan perempuanlah. Kita sayangkan kenapa bisa dia buat lirik seperti itu. Kalau mau buat lagu, buat saja, tapi jangan sampai lirik-liriknya malah menyinggung perasaan suatu kelompok masyarakat," ujar Sugiat kepada wartawan, Kamis (2/7/2026).
Meski mengkritik isi lagu tersebut, Sugiat mengaku telah mendengar penjelasan langsung dari Om Zein.
Berdasarkan klarifikasi yang diterimanya, lagu itu diciptakan jauh sebelum Om Zein menjabat sebagai Bupati Purwakarta.
![Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI, Sugiat Santoso. [Ist]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/04/12/96541-sugiat-santoso.jpg)
Namun, menurut Sugiat, polemik tersebut tetap harus menjadi pelajaran bagi siapa pun, terutama tokoh publik, agar lebih berhati-hati saat menghasilkan karya yang dikonsumsi masyarakat luas.
"Membuat karya seni yang dinikmati publik, memang harus menjaga norma, etika, dan nilai-nilai budaya kita. Jangan sampai kesannya malah melecehkan salah satu pihak," tegasnya.
Sugiat juga mengingatkan kepala daerah untuk lebih memprioritaskan tugas utamanya melayani masyarakat daripada menciptakan kontroversi yang dapat memicu polemik di ruang publik.
"Saya pikir ini juga pelajaran bagi siapa pun, khususnya kepala daerah, untuk lebih fokus ke tugas fungsinya untuk menyejahterakan rakyat. Selain itu, harus memberikan keteladanan—keteladanan dalam berbicara, bersikap, hingga bertingkah laku," tambah Sugiat.