Komnas Perempuan Nilai Lirik Lagu Om Zein Seksis, Disebut Merendahkan Martabat Perempuan

Vania Rossa, Tiara Rosana

Jum'at, 03 Juli 2026 | 16:02 WIB
Komnas Perempuan Nilai Lirik Lagu Om Zein Seksis, Disebut Merendahkan Martabat Perempuan
Komisioner Komnas Perempuan, Sri Agustini. (Tangkap layar)
baca 10 detik
  • Komnas Perempuan menilai lagu karya Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein, mengandung muatan seksis yang merendahkan martabat perempuan.
  • Komisioner Sri Agustini menyatakan lirik tersebut memperkuat stereotip gender diskriminatif serta berpotensi menormalisasi budaya kekerasan terhadap perempuan.
  • Bupati Purwakarta telah meminta maaf, namun Komnas Perempuan menekankan pentingnya perubahan cara pandang pejabat publik dalam berkomunikasi.

Suara.com - Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) menilai lirik lagu Lalaki Langit, Lalanang Bejat karya Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein atau Om Zein mengandung muatan seksis yang merendahkan martabat perempuan. Lirik tersebut dinilai tidak hanya diskriminatif, tetapi juga telah mengandung unsur pelecehan terhadap perempuan.

Komisioner Komnas Perempuan Sri Agustini mengatakan, lirik lagu tersebut memperkuat stereotip gender yang diskriminatif dan berpotensi melegitimasi budaya yang menormalisasi kekerasan serta diskriminasi terhadap perempuan.

"Kalau Komnas Perempuan melihat penggunaan lirik yang disampaikan ataupun diciptakan oleh Bupati Purwakarta ini mengandung muatan yang sangat seksis dan merendahkan martabat perempuan," kata Sri Agustini kepada Suara.com melalui sambungan telepon, Jumat (3/7/2026).

"Jadi pernyataan tersebut tidak hanya memperkuat stereotip gender yang diskriminatif, tetapi juga berpotensi melegitimasi budaya yang menormalisasi kekerasan dan diskriminasi terhadap perempuan," lanjutnya.

Sri menilai lirik tersebut mencerminkan adanya superioritas laki-laki dengan menempatkan perempuan pada posisi yang lebih rendah. Padahal, sebagai pejabat publik, kepala daerah memiliki tanggung jawab untuk menghormati hak asasi manusia, kesetaraan gender, dan martabat setiap warga negara.

Saat ditanya apakah lirik lagu itu dapat dikategorikan sebagai bentuk pelecehan terhadap perempuan, Sri menjelaskan bahwa muatan seksis yang merendahkan martabat perempuan pada dasarnya sudah mengandung unsur pelecehan dan diskriminasi.

"Kalau muatan seksis itu merendahkan martabat perempuan, artinya sudah ada unsur pelecehannya, sudah ada diskriminasinya. Itu mendiskreditkan peran dan posisi perempuan," ujarnya.

Menurut Sri, dampak pernyataan seorang pejabat publik tidak berhenti pada ruang komunikasi semata. Ucapan maupun karya yang merendahkan perempuan dapat memengaruhi cara pandang masyarakat sekaligus memperkuat bias dalam pelayanan publik.

Sebelumnya, Om Zein telah menyampaikan permintaan maaf atas polemik lagu tersebut. Ia menjelaskan lagu itu ditulis pada 2020 ketika dirinya masih menganggap diri sebagai sosok yang "nakal" dan menegaskan tidak memiliki niat untuk merendahkan perempuan.

baca juga

Menanggapi hal itu, Komnas Perempuan mengapresiasi adanya permintaan maaf. Namun, Sri menilai langkah tersebut harus diikuti dengan perubahan cara pandang dan cara berkomunikasi terhadap perempuan.

"Permintaan maaf harus dibarengi dengan bagaimana dia memperbaiki komunikasi dan cara pandangnya terhadap perempuan. Itu menjadi penting karena bagaimanapun beliau adalah pejabat publik yang harus mempertanggungjawabkan apa yang disampaikannya kepada masyarakat," tuturnya.

Polemik lagu Lalaki Langit, Lalanang Bejat belakangan menjadi sorotan publik setelah liriknya dinilai mengandung stereotip terhadap perempuan. Kontroversi tersebut memicu kritik dari berbagai pihak, termasuk somasi dari kelompok masyarakat sipil. Kementerian Dalam Negeri juga telah memanggil Om Zein untuk memberikan klarifikasi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bupati Purwakarta Minta Maaf  Soal Lagu 'Lalaki Langit', Bantah Rendahkan Wanita

Bupati Purwakarta Minta Maaf Soal Lagu 'Lalaki Langit', Bantah Rendahkan Wanita

Video | Jum'at, 03 Juli 2026 | 11:21 WIB

Lagu Bupati Purwakarta 'Lalaki Langit' Berpotensi Langgar UU TPKS, Ancaman Hukuman 9 Bulan Penjara

Lagu Bupati Purwakarta 'Lalaki Langit' Berpotensi Langgar UU TPKS, Ancaman Hukuman 9 Bulan Penjara

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 19:29 WIB

Lagu Om Zein Dinilai Lecehkan Perempuan, Dianggap Humor Pun Tidak Lucu!

Lagu Om Zein Dinilai Lecehkan Perempuan, Dianggap Humor Pun Tidak Lucu!

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 19:17 WIB

Terkini

Titiek Soeharto Resmikan Gudang Bulog di Kalsel, Dukung Penguatan Penyimpanan Pangan Nasional

Titiek Soeharto Resmikan Gudang Bulog di Kalsel, Dukung Penguatan Penyimpanan Pangan Nasional

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 15:48 WIB

KKB Bakar Pesawat hingga Pilot Tewas, DPR Desak Pengamanan Papua Dievaluasi Total

KKB Bakar Pesawat hingga Pilot Tewas, DPR Desak Pengamanan Papua Dievaluasi Total

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 15:46 WIB

Heboh Hakim Tak Tanya Sikap Nadiem Usai Vonis, Menkum: Hak Hukum Terdakwa Tetap Melekat

Heboh Hakim Tak Tanya Sikap Nadiem Usai Vonis, Menkum: Hak Hukum Terdakwa Tetap Melekat

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 15:41 WIB

Polisi Gugur dan Dua Anggota Hilang saat Gerebek Bandar Narkoba, DPR Minta Pelaku Ditindak Tegas

Polisi Gugur dan Dua Anggota Hilang saat Gerebek Bandar Narkoba, DPR Minta Pelaku Ditindak Tegas

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 15:34 WIB

Sudah Cukup Terima Kasih 2 Tahun, Said Didu Desak Prabowo Bersihkan Kabinet dari 'Orang Jokowi'

Sudah Cukup Terima Kasih 2 Tahun, Said Didu Desak Prabowo Bersihkan Kabinet dari 'Orang Jokowi'

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 15:25 WIB

Harga Material Naik, Bantuan Rumah Korban Banjir Sumatra Diusul Jadi Rp80 Juta

Harga Material Naik, Bantuan Rumah Korban Banjir Sumatra Diusul Jadi Rp80 Juta

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 15:25 WIB

Tiba di Jakarta, Bupati Langkat Syah Afandin Digiring Lewat Pintu Belakang KPK

Tiba di Jakarta, Bupati Langkat Syah Afandin Digiring Lewat Pintu Belakang KPK

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 15:07 WIB

Siksa Istri Siri Pakai Air Keras dan Paksa Buat Sabu, Aiptu N Ditahan Propam Polda Jateng!

Siksa Istri Siri Pakai Air Keras dan Paksa Buat Sabu, Aiptu N Ditahan Propam Polda Jateng!

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 14:51 WIB

Viral Warga Mesuji Sembelih Tapir, DPR Desak Pelaku Segera Diproses Hukum

Viral Warga Mesuji Sembelih Tapir, DPR Desak Pelaku Segera Diproses Hukum

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 14:43 WIB

Misteri Amplop di Meja Menhut, Raja Juli Ungkap Alasan Baru Dikembalikan 10 Hari Kemudian

Misteri Amplop di Meja Menhut, Raja Juli Ungkap Alasan Baru Dikembalikan 10 Hari Kemudian

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 14:37 WIB

×