Siapa yang Paling Dirugikan Jika Perang AS - Iran Makin Besar dan Meluas?

Pebriansyah Ariefana

Kamis, 23 Juli 2026 | 14:25 WIB
Siapa yang Paling Dirugikan Jika Perang AS - Iran Makin Besar dan Meluas?
Detik-detik peluncuran rudal Iran ke Israel (X)
baca 10 detik
  • Perang AS-Israel dan Iran berisiko merugikan seluruh pihak tanpa jalur perundingan damai.

  • AS dinilai membuat kesalahan strategis karena menyerang Iran tanpa berkonsultasi dengan Teluk.

  • Serangan balasan Iran ke negara tetangga dinilai kontraproduktif dan tidak melumpuhkan AS.

Suara.com - Perang Amerika Serikat, Israel, dan Iran mengancam stabilitas global serta berpotensi menjadikan seluruh pihak yang terlibat sebagai pihak yang kalah. Solusi perundingan meja hijau kini menjadi satu-satunya jalan keluar untuk mencegah kehancuran total di kawasan Timur Tengah.

Mantan Duta Besar Amerika Serikat untuk Tunisia, Joey Hood, menilai aksi saling balas serangan militer ini tidak akan memberikan keuntungan strategis bagi siapa pun. Ia menegaskan bahwa pendekatan kekerasan hanya memperluas dampak buruk ke negara-negara tetangga yang tidak bersalah.

Menurut Hood, kebijakan mendadak Washington yang melancarkan agresi tanpa kalkulasi matang justru menciptakan dampak berantai yang berbahaya. Keputusan militer tersebut diambil tanpa melibatkan persetujuan dari sekutu kawasan Teluk.

Kapal Perang Amerika Serikat (CENTROM)
Kapal Perang Amerika Serikat (CENTROM)

Hood secara terbuka mengkritik langkah politik luar negeri yang diambil oleh mantan Presiden AS Donald Trump dalam konflik ini. Langkah konfrontatif tersebut dianggap sebagai kekeliruan besar yang mengabaikan potensi balasan dari pihak Tehran.

"Donald Trump membuat kesalahan strategis besar dengan menyerang [Iran] bersama Israel tanpa berkonsultasi dengan negara-negara Teluk atau memperhitungkan perkiraan respons Iran," ujar Hood kepada Al Jazeera.

Di sisi lain, respons militer yang dilancarkan pihak Tehran juga dinilai tidak efektif serta cenderung kontraproduktif. Serangan balasan Iran justru lebih banyak menyasar wilayah-wilayah tetangga sekitar ketimbang menghantam pusat kekuatan militer Amerika Serikat.

Hood menyebut tindakan balasan Iran tersebut dilakukan secara membabi buta ke berbagai sasaran yang dapat mereka jangkau. Namun, tindakan ofensif tersebut sama sekali tidak berhasil melumpuhkan kekuatan utama militer Washington secara signifikan.

Meskipun Iran mengklaim telah melumpuhkan sejumlah kecil pesawat dan menewaskan 18 tentara AS, Hood menilai hasil tersebut tidak mengubah konstelasi perang.

Secara strategis, mereka belum benar-benar mampu mendaratkan pukulan terhadap Amerika Serikat.

baca juga

Strategi balasan yang menyasar negara tetangga seperti Kuwait dan Qatar dinilai sebagai langkah politik dan militer yang keliru. Tindakan tersebut justru merusak hubungan diplomatik Tehran dengan negara-negara di sekitarnya.

"Ketika Trump mencolok mata mereka, mereka berbalik dan menampar warga Kuwait atau Qatar, dan itu tidak akan menjadi strategi yang memenangkan bagi mereka," tutur Hood menegaskan ketidaktepatan taktik Tehran.

Hood menyimpulkan bahwa skenario peperangan saat ini tidak akan melahirkan pemenang tunggal di medan pertempuran. Tanpa adanya diplomasi terbuka, seluruh entitas yang terlibat akan menanggung kerugian besar secara berkelanjutan.

"Jadi, saya pikir Anda menghadapi situasi saat ini di mana semua orang akan menjadi pihak yang kalah kecuali ada solusi hasil negosiasi untuk masalah ini," pungkasnya mendesak penghentian konfrontasi senjata.

Ketegangan di kawasan Timur Tengah memuncak setelah Amerika Serikat bersama Israel melancarkan operasi militer gabungan yang menyasar wilayah Iran. Aksi ofensif tersebut memicu serangan balasan langsung dari Tehran yang menjangkau sejumlah wilayah di Teluk Persi.

Konflik terbuka ini mengancam jalur perdagangan energi global dan memperburuk kondisi keamanan di seluruh kawasan. Hingga kini, desakan internasional agar para pihak menghentikan pertempuran dan kembali ke meja perundingan terus menguat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Analisis Eks Utusan AS Nilai Perdamaian AS - Iran Makin Sulit karena Ini, Singgung Peran China

Analisis Eks Utusan AS Nilai Perdamaian AS - Iran Makin Sulit karena Ini, Singgung Peran China

News | Kamis, 23 Juli 2026 | 13:46 WIB

Beban Hidup Makin Susah, 70 Persen Penduduk Amerika Tolak Donald Trump Perang dengan Iran

Beban Hidup Makin Susah, 70 Persen Penduduk Amerika Tolak Donald Trump Perang dengan Iran

News | Kamis, 23 Juli 2026 | 13:13 WIB

Selain Rudal Kiamat, Iran Kerahkan Hacker Lumpuhkan Jarigan Siber Vital Amerika Serikat

Selain Rudal Kiamat, Iran Kerahkan Hacker Lumpuhkan Jarigan Siber Vital Amerika Serikat

News | Kamis, 23 Juli 2026 | 12:46 WIB

Terkini

Pemerintah Klaim Fundamental Ekonomi RI Tetap Solid, Negara Masih Sangat Kuat

Pemerintah Klaim Fundamental Ekonomi RI Tetap Solid, Negara Masih Sangat Kuat

Bisnis | Minggu, 25 Oktober 2026 | 15:12 WIB

Kenapa Halloween Dirayakan Setiap Tanggal 31 Oktober? Ini Sejarahnya

Kenapa Halloween Dirayakan Setiap Tanggal 31 Oktober? Ini Sejarahnya

Lifestyle | Minggu, 25 Oktober 2026 | 15:10 WIB

Tegur Terduga Pencuri Motor di Palembang, Polisi Ditembak hingga Peluru Nyaris Kena Kepala

Tegur Terduga Pencuri Motor di Palembang, Polisi Ditembak hingga Peluru Nyaris Kena Kepala

Sumsel | Minggu, 25 Oktober 2026 | 15:09 WIB

Pecatan TNI Gadaikan 13 Mobil Rental di Dairi untuk Berjudi, Modus Kampanye Pilkades

Pecatan TNI Gadaikan 13 Mobil Rental di Dairi untuk Berjudi, Modus Kampanye Pilkades

Sumut | Minggu, 25 Oktober 2026 | 15:08 WIB

Urutan Pakai Bedak Padat dan Krim Kelly agar Hasil Makeup Tidak Dempul

Urutan Pakai Bedak Padat dan Krim Kelly agar Hasil Makeup Tidak Dempul

Lifestyle | Minggu, 25 Oktober 2026 | 15:05 WIB

Driver Taksi Online Dirampok Lalu Jasadnya Dibuang ke Asahan, 2 Pelaku Ditangkap dan Ditembak

Driver Taksi Online Dirampok Lalu Jasadnya Dibuang ke Asahan, 2 Pelaku Ditangkap dan Ditembak

Sumut | Minggu, 25 Oktober 2026 | 15:03 WIB

Aturan Tidak Naik Kelas Berlaku Lagi pada 2027/2028, Apa yang Perlu Diketahui?

Aturan Tidak Naik Kelas Berlaku Lagi pada 2027/2028, Apa yang Perlu Diketahui?

News | Minggu, 25 Oktober 2026 | 15:00 WIB

Dari Pungli hingga Iuran Mandiri, Korupsi Tingkat Desa yang Terus Dimaklumi

Dari Pungli hingga Iuran Mandiri, Korupsi Tingkat Desa yang Terus Dimaklumi

Your Say | Minggu, 25 Oktober 2026 | 15:00 WIB

Airlangga Sebut AI Bukan Gantikan Pekerjaan, Tapi Ciptakan Lapangan Kerja & Keterampilan Baru

Airlangga Sebut AI Bukan Gantikan Pekerjaan, Tapi Ciptakan Lapangan Kerja & Keterampilan Baru

Bisnis | Minggu, 25 Oktober 2026 | 14:58 WIB

Kemenkes Ungkap Fakta di Balik Foto Viral Menkes Budi Gunadi Pakai Tabung Oksigen

Kemenkes Ungkap Fakta di Balik Foto Viral Menkes Budi Gunadi Pakai Tabung Oksigen

News | Minggu, 25 Oktober 2026 | 14:49 WIB

×