Ternyata Ini di Balik Benjamin Netanyahu Tolak 15 Poin Perdamaian Gaza dari Donald Trump

Pebriansyah Ariefana

Senin, 10 Agustus 2026 | 10:47 WIB
Ternyata Ini di Balik Benjamin Netanyahu Tolak 15 Poin Perdamaian Gaza dari Donald Trump
Benjamin Netanyahu (ig/b.netanyahu)
baca 10 detik
  • Netanyahu menolak rencana damai 15 poin Trump demi menjaga popularitas jelang pemilu Israel.

  • Israel bersikeras tidak menarik pasukan dari Gaza sebelum Hamas melucuti seluruh persenjataannya.

  • Pakar menilai penolakan Netanyahu bersifat sementara dan biasa terjadi saat isu keamanan mengemuka.

Suara.com - Sikap keras Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menolak rencana perdamaian Gaza buatan Donald Trump murni langkah taktis menghadapi pemilu Israel. Penolakan terhadap naskah berisi 15 poin proposal Amerika Serikat tersebut diprediksi berpeluang melunak begitu agenda politik domestik selesai.

Peneliti Senior The Soufan Center, Kenneth Katzman, menilai manuver Tel Aviv sekadar strategi menggaet suara pemilih yang emosional. Publik Israel saat ini memang mendukung penuh penundaan penarikan militer sebelum Hamas menyerahkan seluruh senjatanya.

Sudut pandang ini memperlihatkan keberanian Israel menentang kehendak sekutu terutamanya ketika isu benturan keamanan nasional dipertaruhkan. Pemerintah Israel terbukti konsisten membangkang arahan Washington jika merasa eksistensi negaranya terancam.

potret PM Israel Benjamin Netanyahu [ANTARA]
potret PM Israel Benjamin Netanyahu [ANTARA]

Pola pembangkangan diplomatik ini sebelumnya sudah terlihat jelas dalam penanganan konflik bersenjata di wilayah Lebanon Selatan. Donald Trump sempat mendesak pembatalan serangan militer, namun Netanyahu menolak mentah-mentah demi meredam ancaman Hezbollah.

Pemerintah Tel Aviv memandang ancaman kelompok bersenjata regional tidak bisa diselesaikan hanya melalui kompromi di atas kertas. Rekam jejak tersebut memperjelas alasan Israel berani menahan tekanan politik langsung dari Presiden AS.

Dalam rapat kabinet hari Minggu, Netanyahu menegaskan tidak akan menarik tentara sebelum Hamas menanggalkan seluruh persenjataan mereka.

"Israel menolak dokumen 15 poin tersebut," kata Netanyahu pada rapat kabinet hari Minggu.

Ketegangan diplomatik ini bermula saat Donald Trump menyodorkan 15 poin formula damai untuk mengakhiri krisis Gaza. Proposal tersebut mendesak penghentian konfrontasi militer secara bertahap dan penarikan pasukan dalam waktu singkat.

Sikap keras Netanyahu mengecewakan Gedung Putih yang menghendaki deeskalasi cepat di kawasan Timur Tengah. Namun, kondisi politik dalam negeri membuat Netanyahu memilih berseberangan dengan sekutu utamanya.

baca juga

Kenneth Katzman menegaskan bahwa penolakan ini bukanlah bentuk pembangkangan permanen terhadap kebijakan luar negeri Amerika Serikat.

“Saya ragu ini merupakan penolakan mendasar. Ada kemungkinan Netanyahu bergeser setelah pemilu Israel. Menolak hal ini sangat populer di Israel; menunda penarikan pasukan hingga Hamas melucuti senjata adalah hal yang populer di Israel,” ujar Katzman kepada Al Jazeera.

Katzman menambahkan bahwa kepemimpinan Israel memiliki batas toleransi tersendiri terhadap intervensi asing.

“Ini adalah proses yang sama seperti yang kita lihat di Lebanon selatan, di mana Enche Trump ingin Netanyahu mundur dan tidak maju melainkan melakukan deeskalasi, dan Netanyahu katakan tidak, karena Hezbollah adalah ancaman eksistensial… mereka [Israel] mampu dan bersedia menahan tekanan Enche Trump pada beberapa isu ini,” tuturnya.

Penolakan atas rencana 15 poin Trump terjadi di tengah meningkatnya tensi politik internal jelang pemilu di Israel. Isu keamanan nasional dan pembubaran Hamas menjadi komoditas politik utama yang menentukan kelangsungan kekuasaan Netanyahu.

Sebelumnya, AS terus menekan Israel untuk menghentikan operasi militer baik di Gaza maupun Lebanon guna mencegah perang meluas. Namun, faksi politik konservatif di Tel Aviv tetap memilih mempertahankan kehadiran militer sampai seluruh milisi bersenjata dilumpuhkan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hillary Clinton Kritik Dekorasi Gedung Putih Era Donald Trump Mirip Istana Saddam Hussein

Hillary Clinton Kritik Dekorasi Gedung Putih Era Donald Trump Mirip Istana Saddam Hussein

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 08:11 WIB

Beraninya! Israel Tolak Mentah-mentah Rencana Damai Donald Trump untuk Gaza

Beraninya! Israel Tolak Mentah-mentah Rencana Damai Donald Trump untuk Gaza

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 07:12 WIB

Iran Beri Syarat Berat ke AS Jika Ingin Selat Hormuz Dibuka, Apa Saja?

Iran Beri Syarat Berat ke AS Jika Ingin Selat Hormuz Dibuka, Apa Saja?

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 11:43 WIB

Terkini

Geledah Kantor BPN Mojokerto, KPK Temukan Amplop Berisi Uang

Geledah Kantor BPN Mojokerto, KPK Temukan Amplop Berisi Uang

News | Kamis, 24 September 2026 | 15:47 WIB

Pengamat: Fakor Ini Buat Malaysia Lebih Berpeluang Juara FIFA ASEAN Cup Dibanding Indonesia

Pengamat: Fakor Ini Buat Malaysia Lebih Berpeluang Juara FIFA ASEAN Cup Dibanding Indonesia

Bola | Kamis, 24 September 2026 | 15:47 WIB

Fasilitas Eksklusif Lapas Cibinong Terbongkar, Bukti Suburnya 'Transaksi Gelap' di Balik Jeruji?

Fasilitas Eksklusif Lapas Cibinong Terbongkar, Bukti Suburnya 'Transaksi Gelap' di Balik Jeruji?

News | Kamis, 24 September 2026 | 15:47 WIB

Arus Lalin Jalan Sudirman Kembali Dibuka Usai Aksi Ribuan Massa Buruh

Arus Lalin Jalan Sudirman Kembali Dibuka Usai Aksi Ribuan Massa Buruh

News | Kamis, 24 September 2026 | 15:44 WIB

Jantung Butuh Energi? Kenali 4 Nutrisi Penting untuk Jaga Kesehatan Kardiovaskular dari Tingkat Sel

Jantung Butuh Energi? Kenali 4 Nutrisi Penting untuk Jaga Kesehatan Kardiovaskular dari Tingkat Sel

Health | Kamis, 24 September 2026 | 15:42 WIB

5 Rekomendasi Game Offline Android Seru Tanpa Kuota, Dijamin Nggak Bosenin!

5 Rekomendasi Game Offline Android Seru Tanpa Kuota, Dijamin Nggak Bosenin!

Tekno | Kamis, 24 September 2026 | 15:42 WIB

Klaim Diskon Periksa Kesehatan di Siloam Hospital dari BRI, MCU Jadi Lebih Murah

Klaim Diskon Periksa Kesehatan di Siloam Hospital dari BRI, MCU Jadi Lebih Murah

Bri | Kamis, 24 September 2026 | 15:41 WIB

ROG Xbox Ally X20 Segera Masuk Indonesia, Bawa OLED 7,4 Inci dan AR Glasses 171 Inci

ROG Xbox Ally X20 Segera Masuk Indonesia, Bawa OLED 7,4 Inci dan AR Glasses 171 Inci

Tekno | Kamis, 24 September 2026 | 15:41 WIB

Sacrifice Tayang 16 Oktober, Chris Evans Terjebak Kultus Anya Taylor-Joy

Sacrifice Tayang 16 Oktober, Chris Evans Terjebak Kultus Anya Taylor-Joy

Your Say | Kamis, 24 September 2026 | 15:40 WIB

Jadi Menkeu Gantikan Purbaya, Suahasil Nazara Mundur dari Jabatan Komisaris PLN

Jadi Menkeu Gantikan Purbaya, Suahasil Nazara Mundur dari Jabatan Komisaris PLN

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 15:38 WIB

×