Ketika Limbah Ikan di Pasar Kramat Jati Jadi Jebakan di Jalan Hingga Berujung Maut

Vania Rossa, Adiyoga Priyambodo

Selasa, 25 Agustus 2026 | 19:00 WIB
Ketika Limbah Ikan di Pasar Kramat Jati Jadi Jebakan di Jalan Hingga Berujung Maut
Ilustrasi limbah ikan di pasar. (Suara.com/Syahda)
baca 10 detik
  • Limbah cair dari pedagang ikan di Pasar Kramat Jati membuat Jalan Raya Bogor menjadi licin dan memicu kecelakaan lalu lintas.
  • Kecelakaan fatal menewaskan seorang pelajar pada Agustus 2026 akibat jalan licin oleh tumpahan limbah perdagangan ikan tersebut.
  • Pemerintah Kota Jakarta Timur menyiapkan solusi jangka panjang berupa penataan kawasan dan pemindahan pedagang ke lokasi resmi.

Suara.com - Jalan Raya Bogor di depan Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur, menyimpan bahaya yang mungkin luput dari perhatian pengendara. Air bekas aktivitas perdagangan ikan kerap mengalir dan dibuang ke badan jalan, membuat permukaan aspal basah dan licin.

Kondisi tersebut belakangan menjadi sorotan setelah kecelakaan lalu lintas yang menewaskan seorang pelajar terjadi di lokasi tersebut. Persoalan yang semula terlihat sebagai masalah kebersihan dan sanitasi pun berubah menjadi persoalan keselamatan pengguna jalan.

Lantas, sebenarnya apa yang terkandung dalam limbah ikan hingga bisa membuat jalan licin? Apa dampaknya bagi lingkungan dan kesehatan? Dan bagaimana seharusnya limbah tersebut dikelola?

Apa Sebenarnya Limbah dari Pedagang Ikan?

Aktivitas perdagangan ikan di pasar tradisional menghasilkan berbagai jenis limbah, baik cair maupun padat.

Limbah cair antara lain berasal dari air bekas mencuci ikan, darah, cairan tubuh ikan, serta air yang digunakan untuk membersihkan meja, wadah, lantai, dan peralatan dagang.

Sementara itu, limbah padat dapat berupa sisa potongan ikan, sisik, jeroan, bagian ikan yang tidak terjual, hingga plastik atau kemasan yang terkontaminasi sisa ikan.

Kedua jenis limbah tersebut membutuhkan penanganan yang berbeda agar tidak menimbulkan persoalan baru bagi lingkungan sekitar.

Ilustrasi Pasar Ikan. (Shutterstock)
Ilustrasi Pasar Ikan. (Shutterstock)

Mengapa Limbah Ikan Bisa Membuat Jalan Licin?

baca juga

Air bekas aktivitas perdagangan ikan bukan sekadar air biasa. Cairan tersebut dapat membawa lemak dan minyak yang berasal dari tubuh ikan, serta protein, darah, bahan organik, dan sisa jaringan ikan.

Ketika cairan tersebut mengalir ke permukaan aspal secara terus-menerus, material yang terbawa dapat meninggalkan lapisan di permukaan jalan dan mengurangi daya cengkeram kendaraan.

Risikonya semakin besar ketika limbah bercampur dengan lumpur, sampah, atau tumpahan minyak lainnya.

Bagi pengendara sepeda motor, kondisi seperti ini sangat berisiko. Ban dapat kehilangan traksi sehingga kendaraan lebih mudah tergelincir, terutama ketika pengendara melakukan pengereman atau melintas dengan kecepatan tertentu.

Seharusnya Limbah Ikan Dikelola Seperti Apa?

Limbah cair seharusnya tidak dibuang langsung ke jalan maupun saluran drainase tanpa pengelolaan. Cairan tersebut idealnya dialirkan ke sistem pembuangan atau instalasi pengolahan air limbah yang sesuai dengan ketentuan.

Sebelum dialirkan, limbah perlu ditangani agar kandungan padatan, lemak, dan bahan organik tidak langsung mencemari lingkungan.

Sementara itu, limbah padat perlu dikumpulkan dalam wadah tertutup dan, bila memungkinkan, dipisahkan dari sampah umum. Pengangkutan juga harus dilakukan secara rutin agar limbah tidak menumpuk, membusuk, serta mengundang lalat dan tikus.

Sebagian sisa ikan sebenarnya masih dapat dimanfaatkan menjadi produk lain, selama pengolahannya dilakukan secara higienis dan sesuai standar.

Terkait pengelolaan limbah tersebut, Direktur Keuangan Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pasar Jaya Deni Alfianto Amris mengatakan penanganan limbah merupakan bagian dari tugas rutin pengelola pasar.

"Pasar Jaya tuh punya tim sendiri untuk beresin limbahnya," kata Deni.

Namun, menurut Deni, persoalan muncul pada area yang berada di luar tanggung jawab langsung pengelola pasar.

"Cuma kadang karena ini wilayahnya PKL, bukan di dalam, ini yang menjadi satu concern. Kami kan yang ngurusin di dalam," ujarnya.

Infografis limbah perdagangan ikan di pasar. (Suara.com/Syahda)
Infografis limbah perdagangan ikan di pasar. (Suara.com/Syahda)

Kalau Limbah Dibuang ke Jalan, Apa Dampaknya?

Dampak pembuangan limbah ikan ke jalan tidak hanya berkaitan dengan bau dan kebersihan. Ada sejumlah persoalan lain yang dapat muncul.

1. Mengancam keselamatan pengguna jalan

Permukaan jalan yang licin meningkatkan risiko kendaraan roda dua tergelincir. Risiko tersebut menjadi lebih serius ketika kendaraan lain melintas di sekitar pengendara yang kehilangan kendali.

2. Mengganggu sistem drainase

Lemak, bahan organik, sampah, dan sisa ikan yang terbawa aliran air dapat masuk ke saluran drainase dan mengendap atau menyumbat aliran.

Jika saluran tidak terawat, kondisi tersebut berpotensi memperburuk genangan ketika hujan turun.

3. Menimbulkan persoalan sanitasi

Limbah organik yang membusuk dapat menghasilkan bau tidak sedap dan menarik lalat, tikus, serta organisme pengganggu lainnya.

Jika berlangsung terus-menerus, kondisi ini dapat memperburuk kebersihan lingkungan di sekitar pasar.

4. Mengganggu fasilitas publik

Jalan, trotoar, dan saluran drainase merupakan fasilitas yang digunakan masyarakat. Ketika area tersebut tercemar limbah, fungsi dan kenyamanannya ikut terganggu.

Deni mengatakan kondisi kawasan di luar pasar juga dapat memengaruhi citra pasar secara keseluruhan.

"Karena pasar itu kuncinya adalah akses. Kalau aksesnya sudah berantakan segala macam itu pasarnya yang akan jadi bad (jelek) lah. Orang juga pasti males ke pasar gitu," ungkapnya.

Jalan Umum Bukan Tempat Pembuangan Limbah

Para pedagang ikan membutuhkan tempat berjualan sekaligus fasilitas sanitasi yang memadai untuk menjalankan aktivitas perdagangan.

Karena itu, pemerintah dan pengelola pasar perlu memastikan tersedia fasilitas pembuangan dan pengelolaan limbah yang layak. Dengan begitu, pedagang dapat menjalankan aktivitasnya tanpa mengorbankan kebersihan maupun keselamatan masyarakat.

Persoalan di kawasan Pasar Kramat Jati juga berkaitan dengan keberadaan pedagang yang berjualan di luar area resmi pasar.

Menurut Deni, keberadaan pedagang kaki lima (PKL) di luar area resmi membuat pengawasan dan penataan menjadi lebih sulit.

"Bagaimanapun, cara PKL itu adalah ilegal gitu. Terus juga menghambat akses, terus kontrolnya juga susah," tegasnya.

Ketika Persoalan Sanitasi Berubah Menjadi Persoalan Keselamatan

Persoalan limbah ikan di kawasan Pasar Kramat Jati menjadi perhatian lebih serius setelah kecelakaan yang menewaskan seorang pelajar, Hammamshidqi Hammammuthi (17), siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 6, pada 17 Agustus 2026.

Saat kejadian, Hamam terjatuh ke arah kanan dan pada saat bersamaan sebuah truk Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta melintas di sisi tersebut.

"Diduga karena jalan licin dan terjatuh ke sebelah kanan," kata Kepala Unit Penegakan Hukum (Gakkum) Satlantas Jakarta Timur AKP Darwis Yunarta.

Ayah Hamam, Eri Yusnovi, mengatakan kondisi jalan di lokasi tersebut masih licin beberapa hari setelah kejadian.

"Jalan masih licin, masih ada yang jatuh walaupun nggak sampai seperti anak saya," beber Eri.

Rangkaian peristiwa tersebut menunjukkan bagaimana persoalan sanitasi yang berlangsung setiap hari dapat berkembang menjadi persoalan keselamatan publik ketika tidak segera ditangani.

Apa Solusi Jangka Panjangnya?

Pemerintah Kota Jakarta Timur menyiapkan sejumlah langkah untuk mengatasi persoalan tersebut. Salah satunya melalui penataan kawasan pasar secara menyeluruh.

Wali Kota Jakarta Timur Munjirin mengatakan pemerintah akan mengupayakan agar pedagang tetap dapat berjualan, tetapi tidak lagi menggunakan lokasi yang tidak diperbolehkan.

"Di mana nanti para pedagangnya tetap bisa berjualan, tapi tidak di tempat yang tidak diperbolehkan," kata Munjirin.

Pemerintah juga akan berkoordinasi dengan PD Pasar Jaya dan pengelola lokasi sementara untuk mencari tempat yang dapat digunakan para pedagang.

"Nanti kami akan carikan tempat-tempat yang memang sama dengan PD Pasar Jaya maupun mungkin loksem-loksem (lokasi sementara) yang ada di sekitar sini, untuk bisa ditempati oleh para pedagang," jelasnya.

Pembenahan maupun pembangunan trotoar di sekitar pasar juga masuk dalam rencana perbaikan kawasan.

Selain penataan lokasi, pengawasan dan penegakan aturan terhadap pedagang juga diperlukan agar kebiasaan membuang limbah ke jalan tidak kembali terjadi.

"Para pedagang, khususnya yang penjual ikan untuk tidak membuang airnya ke jalanan, yang membuat jalan menjadi licin dan akhirnya pengguna lalu lintas bisa terganggu," tegas Munjirin.

Rencana penataan tersebut sejalan dengan arahan yang diterima Perumda Pasar Jaya dari Gubernur DKI Jakarta.

Deni mengatakan proses pemindahan pedagang ke area pasar akan mengedepankan pendekatan persuasif, bukan sekadar penertiban.

"PKL inilah yang jadi homework kami, untuk dicarikan satu pendekatan humanity-nya agar masuk ke dalam," ucapnya.

Seperti Apa Pasar Ikan yang Ideal?

Pasar ikan yang aman dan sehat membutuhkan sistem pengelolaan limbah yang memadai sejak dari sumbernya.

Saluran pembuangan limbah cair harus tersedia dan dirancang dengan baik. Jika diperlukan, pasar juga harus memiliki sistem pengolahan air limbah sehingga cairan yang dihasilkan dari aktivitas perdagangan tidak langsung mencemari lingkungan.

Untuk limbah padat, diperlukan tempat penampungan khusus yang mudah dibersihkan dan tidak menjadi sumber bau maupun tempat berkembang biaknya organisme pengganggu.

Lantai dan area perdagangan juga perlu dirancang agar mudah dibersihkan. Sementara drainase harus dipastikan tidak tersumbat oleh sisa limbah.

Pengangkutan limbah secara rutin menjadi bagian penting agar limbah tidak menumpuk dan membusuk.

"Harus benar-benar punya sistem pengolahan berbasis teknologi, dan AMDAL-nya (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan) harus terpenuhi," kata Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta Nova Harivan Paloh.

Larangan membuang limbah ke jalan juga perlu diterapkan dan diawasi secara konsisten. Pengawasan tidak cukup dilakukan sesekali, tetapi harus menjadi bagian dari pengelolaan kawasan pasar sehari-hari.

"PKL harian itu ya harusnya ditindak harian, jangan ditindak mingguan, jangan ditindak tahunan," tegas Deni Alfianto Amris.

Persoalan limbah ikan di Pasar Kramat Jati menunjukkan bahwa masalah lingkungan di kawasan pasar tidak berhenti pada persoalan bau atau tampilan yang kumuh. Ketika limbah cair dibiarkan mengalir ke jalan setiap hari, dampaknya dapat merembet pada drainase, sanitasi, kenyamanan publik, hingga keselamatan pengguna jalan.

Karena itu, penyelesaiannya tidak cukup hanya dengan membersihkan jalan setelah kotor. Penataan pedagang, penyediaan fasilitas pengelolaan limbah, pengawasan yang konsisten, serta kesadaran untuk tidak membuang limbah ke ruang publik perlu berjalan bersamaan.

Sebab, jalan umum bukan tempat pembuangan limbah. Dan persoalan yang tampak sederhana di lingkungan pasar dapat berubah menjadi ancaman serius ketika dibiarkan berlarut-larut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kali Bekasi Kembali Hitam dan Berbusa, Diduga Tercemar Limbah

Kali Bekasi Kembali Hitam dan Berbusa, Diduga Tercemar Limbah

Foto | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 10:00 WIB

Pasar Tumpah Diduga Jadi Biang Kecelakaan Maut Pelajar Kramat Jati, Pramono Perintahkan Penertiban

Pasar Tumpah Diduga Jadi Biang Kecelakaan Maut Pelajar Kramat Jati, Pramono Perintahkan Penertiban

News | Kamis, 20 Agustus 2026 | 17:29 WIB

Kuliner Wisata Kemiren Meluapkan Limbah Sapi Biogas Desa

Kuliner Wisata Kemiren Meluapkan Limbah Sapi Biogas Desa

Your Say | Minggu, 16 Agustus 2026 | 11:20 WIB

Terkini

Gara-gara Lirik Lagu, Pria di Simalungun Tembak Tetangga

Gara-gara Lirik Lagu, Pria di Simalungun Tembak Tetangga

Sumut | Minggu, 11 Oktober 2026 | 22:11 WIB

Dari Pertemanan hingga Aksi Sosial, Perjalanan Anak Muda di Balik Nada Kasih

Dari Pertemanan hingga Aksi Sosial, Perjalanan Anak Muda di Balik Nada Kasih

Lifestyle | Minggu, 11 Oktober 2026 | 22:10 WIB

Di Tengah Konflik Global, Andrea Bocelli Buktikan Musik Punya Kekuatan Menyatukan

Di Tengah Konflik Global, Andrea Bocelli Buktikan Musik Punya Kekuatan Menyatukan

Entertainment | Minggu, 11 Oktober 2026 | 22:03 WIB

Konser Amal Nada Kasih Kumpulkan Donasi Rp414 Juta untuk Anak yang Membutuhkan Layanan Kesehatan

Konser Amal Nada Kasih Kumpulkan Donasi Rp414 Juta untuk Anak yang Membutuhkan Layanan Kesehatan

Lifestyle | Minggu, 11 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Niat Menolong Rekan, Dua Penggali Sumur di Muara Enim Tewas Diduga Terpapar Gas Beracun

Niat Menolong Rekan, Dua Penggali Sumur di Muara Enim Tewas Diduga Terpapar Gas Beracun

Sumsel | Minggu, 11 Oktober 2026 | 21:59 WIB

MotoGP Mandalika 2026 Jadi Momentum UMKM Lokal Perluas Pasar dan Dongkrak Pendapatan

MotoGP Mandalika 2026 Jadi Momentum UMKM Lokal Perluas Pasar dan Dongkrak Pendapatan

Bisnis | Minggu, 11 Oktober 2026 | 21:45 WIB

Dugaan Perundungan di Asrama Telkom University Viral, 2 Mahasiswa Dijatuhi Sanksi

Dugaan Perundungan di Asrama Telkom University Viral, 2 Mahasiswa Dijatuhi Sanksi

Sumsel | Minggu, 11 Oktober 2026 | 21:39 WIB

Tak Merasa Salah! Karyawan SPPG Bikin Parodi Amnesia MBG Tolak Minta Maaf, Anggota DPD: Pecat!

Tak Merasa Salah! Karyawan SPPG Bikin Parodi Amnesia MBG Tolak Minta Maaf, Anggota DPD: Pecat!

Video | Minggu, 11 Oktober 2026 | 21:15 WIB

Bebas Kusam dan Noda Hitam! 4 Toner Alpha Arbutin untuk Meratakan Warna Kulit

Bebas Kusam dan Noda Hitam! 4 Toner Alpha Arbutin untuk Meratakan Warna Kulit

Your Say | Minggu, 11 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Setelah Peeling Serum Pakai Apa? Ini Urutan Skincare agar Kulit Tidak Iritasi

Setelah Peeling Serum Pakai Apa? Ini Urutan Skincare agar Kulit Tidak Iritasi

Lifestyle | Minggu, 11 Oktober 2026 | 20:50 WIB

×