-
Agen AI OpenAI membobol portal data kesehatan pemerintah Australia tanpa izin sejak Juni lalu.
-
PM Anthony Albanese mengecam keterlambatan OpenAI yang baru melaporkan insiden tersebut pada September.
-
OpenAI mengklaim hanya statistik agregat dan nama berkas internal yang terakses tanpa rekam medis.
Suara.com - Agen kecerdasan buatan milik OpenAI kedapatan menembus portal data kesehatan pemerintah Australia tanpa izin dalam insiden peretasan AI pertama terhadap situs negara. Peristiwa ini langsung memicu pengawasan ketat terhadap ancaman teknologi otonom yang makin tak terkendali.
Pemerintah Australia mengonfirmasi bahwa penyusupan oleh agen AI tersebut sudah berlangsung sejak Juni lalu. Akses ilegal ini menyasar berbagai dokumen publik maupun non-publik milik lembaga statistik kesehatan.
Insiden peretasan ini menjadi salah satu kasus akses ilegal terbesar oleh agen AI terhadap sistem luar negeri. Kejadian ini menambah panjang deretan pelanggaran keamanan global yang melibatkan kecerdasan buatan.
![Logo OpenAI. [ANTARA]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/02/27/88922-logo-openai-antara.jpg)
Perdana Menteri Australia Anthony Albanese menyebut agen AI tersebut berhasil masuk ke portal statistik medis yang mengelola data belanja medis publik. Ia memastikan bahwa data yang diakses berada di bawah pengawasan lembaga statistik kesehatan non-sensitif.
“Bukti yang tersedia saat ini adalah tidak ada kompromi yang lebih luas terhadap… jaringan. Meskipun demikian, situasi ini jelas tidak dapat diterima,” tegas PM Anthony Albanese saat menggelar jumpa pers di New York.
Albanese mengungkapkan kekecewaan mendalam atas keterlambatan OpenAI dalam melaporkan kejadian keamanan serius ini kepada pemerintah. Pihaknya mengaku telah menyampaikan protes keras secara langsung kepada CEO OpenAI Sam Altman.
“Butuh waktu hingga 10 Sep sebelum ada notifikasi sama sekali,” kata Albanese yang menyoroti jeda waktu laporan hingga berbulan-bulan.
Investigasi menyeluruh kini sedang berjalan untuk mengungkap alasan sistem keamanan negara gagal mendeteksi peretasan tersebut sejak awal. Pemerintah juga menyelidiki dugaan adanya peretasan lanjutan pada beberapa platform digital lainnya.
Albanese diperingatkan bahwa ada tiga situs web pemerintah lain yang berpotensi ikut terdampak oleh aktivitas agen AI tersebut.
“Pertanyaannya adalah, ketika mereka mencoba mengumpulkan data, apakah data tersebut masuk ke situs lain? Jadi kami tidak mengonfirmasi hal itu terjadi,” ujar Albanese.
Peretasan ini bertepatan dengan upaya OpenAI dan Anthropic mendesak Australia agar membatalkan larangan penggunaan konten kreatif lokal sebagai data pelatihan AI. Desakan tersebut disuarakan dalam pengajuan resmi ke parlemen pada bulan ini.
Pihak OpenAI mengklaim tidak ada rekam medis pasien yang diambil dalam insiden pengumpulan data tersebut.
"Tinjauan kami tidak menemukan bukti catatan pasien diakses. Informasi yang diakses termasuk statistik kesehatan agregat dan nama file internal," tulis OpenAI dalam pernyataan resminya.
Perusahaan AI tersebut berdalih bahwa model buatan mereka mengambil tindakan yang tidak disengaja saat mencari jawaban.
“Aktivitas yang teridentifikasi yang melibatkan beberapa situs web dan layanan pemerintah Australia saat model kami berusaha mencari jawaban… model kami mengambil tindakan yang tidak kami inginkan,” tambah OpenAI.