Kecewa Diskusi Buku 'Memburu Muhammad' Dibatalkan, Feby: Lagi-lagi Mesti Mengalah karena Ancaman

Dwi Bowo Raharjo, Bagaskara Isdiansyah

Kamis, 24 September 2026 | 16:59 WIB
Kecewa Diskusi Buku 'Memburu Muhammad' Dibatalkan, Feby: Lagi-lagi Mesti Mengalah karena Ancaman
Acara diskusi buku berjudul 'Memburu Muhammad' karya penulis Feby Indirani yang sedianya digelar dalam perhelatan Pekan Sastra Bogor 2026 pada Minggu (20/9/2026) lalu terpaksa dibatalkan. (tangkap layar/ist)
baca 10 detik
  • Diskusi buku Memburu Muhammad karya Feby Indirani di Pekan Sastra Bogor 2026 dibatalkan pada 20 September 2026.
  • Pembatalan terjadi akibat ancaman penyerangan dan penolakan judul acara oleh ormas Front Persatuan Islam di Perpustakaan Bogor.
  • Penulis Feby Indirani menyayangkan keputusan panitia membatalkan acara karena tunduk pada intimidasi dan ancaman kekerasan.

Suara.com - Acara diskusi buku berjudul 'Memburu Muhammad' karya penulis Feby Indirani yang sedianya digelar dalam perhelatan Pekan Sastra Bogor 2026 pada Minggu (20/9/2026) lalu terpaksa dibatalkan.

Pembatalan tersebut diduga terjadi akibat adanya tekanan dan ancaman dari organisasi kemasyarakatan (ormas).

Feby Indirani membagikan kisah tersebut kepada Suara.com, bahwa pembatalan agenda tersebut dilatarbelakangi oleh intervensi pihak luar yang menolak pelaksanaan diskusi di lokasi acara.

Dalam diskusi tersebut sedianya Feby menjadi salah satu narasumber utama bersama dengan Tenu Permana. Diskusi rencananya akan dimoderatori oleh Deden Fahmi Fadilah.

Diskusi ini menjadi sesi ketiga dari di acara Pekan Satra Bogor 2026 yang sedianya digelar di Perpustakaan dan Galeri Kota Bogor.

Judul diskusi sendiri yakni "Memburu Muhammad": Bagimana Cerita Mengganggu Cara Kita Memahami Agama?.

Namun dalam unggahannya di media sosial pribadinya, Feby mengumumkan kalau diskusi tersebut terpaksa harus dibatalkan.

Ia menuliskan secara rinci alasan di balik pembatalan tersebut, utamanya karena dugaan adanya intervensi Ormas.

"Karena ada protes dari ormas yang mengaku sebagai Front Persatuan Islam, mengancam mengerahkan massa 200 orang untuk menyerang," ujar Feby saat menceritakan kepada Suara.com, dikutip Kamis (24/9/2026).

baca juga

Menurut penjelasan Feby, pihak panitia sempat bertemu dengan perwakilan ormas tersebut di lokasi kegiatan, yakni Perpustakaan Bogor.

Dalam pertemuan itu, pihak ormas menyatakan keberatan mereka terhadap judul kegiatan yang akan berlangsung.

Mereka (ormas) menyatakan kegelisahan melihat judul dan subjudul acara. Panitia berusaha menjelaskan isi buku dan diskusi. Tapi ormas tidak mau menerima.

Pascapertemuan tersebut, pihak penyelenggara mengambil keputusan untuk tidak melanjutkan diskusi buku Memburu Muhammad.

Terkait itu, Feby menyayangkan langkah panitia yang memilih membatalkan acara ketimbang mencari solusi alternatif agar diskusi tetap berjalan.

"Justru saat di Gmeet (Google Meet) kemarin aku menyarankan ganti saja judul dan subjudul acaraku, tapi diskusi tetap jalan. Tapi panitia memutuskan mengganti buku yang akan didiskusikan," kata Feby.

Buku "Memburu Muhammad" (Doc/Sigit)
Buku "Memburu Muhammad" (Doc/Sigit)

Feby sendiri mengaku sangat terpukul dan marah sebagai penulis.

"Saya marah bahwa represi kebebasan berekspresi seperti ini masih saja terjadi bahkan sesama warga, dan kita lagi-lagi mesti mengalah kepada intimidasi dan ancaman kekerasan. Ini sebuah preseden negatif," kata Feby seperti juga ditulis dalam keterangan unggahannya di media sosial pribadinya.

Dalam keluh kesahnya juga, Feby merasa ditinggalkan begitu saja oleh pihak panitia atas terjadinya preseden tersebut.

Bahkan dalam unggahan lain, Feby mengingatkan jika Pekan Sastra Bogor 2026 ini juga ada pihak Kementerian Kebudayaan yang ikut andil. Namun kehadiran pemerintah untuk melindungi warganya dirasanya nihil dalam kejadian ini.

Berdasarkan sinopsis buku Memburu Muhammad karya Feby Indirani adalah kumpulan 19 cerita pendek yang memadukan genre magical realism (realisme magis) dan satir sosial.

Cerita utama yang memberi judul pada buku ini, Memburu Muhammad, berfokus pada sosok Abu Lahab tokoh penentang Nabi dalam sejarah Islam yang muncul di era modern. Abu Lahab membuat keributan di kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) karena sedang mencari sosok "Muhammad" yang asli.

Ketika ia disodori nama-nama pejabat, politisi, atau koruptor bernama Muhammad, Abu Lahab menolaknya dengan gusar sebab karakter para pemilik nama tersebut sama sekali tidak mencerminkan sifat adil, jujur, dan mulia seperti sosok Muhammad yang dicarinya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Heboh Buku 'Memburu Muhammad', Polda Metro Jaya Turun Tangan Usut Dugaan Penistaan Agama

Heboh Buku 'Memburu Muhammad', Polda Metro Jaya Turun Tangan Usut Dugaan Penistaan Agama

News | Kamis, 24 September 2026 | 15:17 WIB

Peran AI di Dunia Kepenulisan: Ancaman atau Partner Kerja bagi Penulis?

Peran AI di Dunia Kepenulisan: Ancaman atau Partner Kerja bagi Penulis?

Your Say | Kamis, 24 September 2026 | 15:30 WIB

Ulasan Five Survive: Ketika Rahasia Menjadi Ancaman Mematikan

Ulasan Five Survive: Ketika Rahasia Menjadi Ancaman Mematikan

Your Say | Selasa, 22 September 2026 | 11:00 WIB

58 Tahun DBD di Indonesia, Ancaman Belum Usai: Mungkinkah Nol Kematian pada 2030?

58 Tahun DBD di Indonesia, Ancaman Belum Usai: Mungkinkah Nol Kematian pada 2030?

Health | Minggu, 06 September 2026 | 19:35 WIB

Ketika Makan Bergizi Gratis Berubah Menjadi Ancaman: Negara Harus Bertindak

Ketika Makan Bergizi Gratis Berubah Menjadi Ancaman: Negara Harus Bertindak

Your Say | Sabtu, 05 September 2026 | 08:00 WIB

Terkini

Kesan Pertama Pemain Bangladesh Kali Pertama Injak Kaki di Jakarta, Takjub dengan Hal Ini

Kesan Pertama Pemain Bangladesh Kali Pertama Injak Kaki di Jakarta, Takjub dengan Hal Ini

Bola | Kamis, 24 September 2026 | 17:17 WIB

Komnas HAM Usul Yusril atau Mendagri Berkantor di Jayapura 3 Bulan untuk Tangani Kekerasan Papua

Komnas HAM Usul Yusril atau Mendagri Berkantor di Jayapura 3 Bulan untuk Tangani Kekerasan Papua

News | Kamis, 24 September 2026 | 17:16 WIB

Usai Heboh, Pelindo Jasa Maritim Copot Silfester Matutina dari Komisaris Usai 5 Hari Menjabat

Usai Heboh, Pelindo Jasa Maritim Copot Silfester Matutina dari Komisaris Usai 5 Hari Menjabat

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 17:15 WIB

Baru 50 Menit Siswa Pulang, SMP PGRI 1 Way Jepara Ludes Terbakar: Kerugian Ratusan Juta

Baru 50 Menit Siswa Pulang, SMP PGRI 1 Way Jepara Ludes Terbakar: Kerugian Ratusan Juta

Lampung | Kamis, 24 September 2026 | 17:11 WIB

iQOO Pad Ultra Segera Rilis: Bawa Kipas Pendingin Internal dan Touch Sampling 5.000Hz

iQOO Pad Ultra Segera Rilis: Bawa Kipas Pendingin Internal dan Touch Sampling 5.000Hz

Your Say | Kamis, 24 September 2026 | 17:10 WIB

ASN Inspektorat OKI Tewas Ditikam Istri, Ternyata 2 Kali Dimediasi soal Nafkah Anak

ASN Inspektorat OKI Tewas Ditikam Istri, Ternyata 2 Kali Dimediasi soal Nafkah Anak

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 17:08 WIB

Berapa Harga Nissan Pixo? Ini si Penantang Honda Super-One

Berapa Harga Nissan Pixo? Ini si Penantang Honda Super-One

Otomotif | Kamis, 24 September 2026 | 17:06 WIB

Buruh Geruduk Bundaran HI, Desak RUU Ketenagakerjaan

Buruh Geruduk Bundaran HI, Desak RUU Ketenagakerjaan

Foto | Kamis, 24 September 2026 | 17:05 WIB

Terbentur Waktu dan Kajian Berbelit, Pengadaan Lahan Pemakaman Jakarta Tertunda hingga 2027

Terbentur Waktu dan Kajian Berbelit, Pengadaan Lahan Pemakaman Jakarta Tertunda hingga 2027

News | Kamis, 24 September 2026 | 17:04 WIB

4 Rangkaian Skincare Pink Salt yang Bisa Samarkan Pori-pori Besar

4 Rangkaian Skincare Pink Salt yang Bisa Samarkan Pori-pori Besar

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 17:04 WIB

×